Senin, 22 Agustus 2016

Lettering Meet Up, Yuk Weekend Ini!

  6 comments    
categories: 
Assalamu'alaikum.

Galaw karena trafik blog turun drastis? Alexa rank terjun bebas? Klout Score makin imut? Santai, mamen! Sekarang udah bukan jamannya blogger galaw sama yang begituan. Cari terapi untuk menenangkan diri, gih! Soalnya, kalau cuma gara-gara itu doang kamu panik, aku khawatir sama kesehatanmu, MZ. :v




Terapi apa yang menenangkan dan kekinian? Duile, tetep harus kekinian ya, mak? Hyaeyyalaah! Kan nggak banget kalo Emak Gaoel terapi jiwanya cuma makan tahu bulat digoreng dadakan limaratusan gurih-gurih, nyooi! *umpetin tahu bulat* Pernah denger lettering? Ish, kalau nggak pernah denger, jangan ngaku blogger or Instagramer gawwol, deh ya. #digaplok #paketahubulat #mangap . Setelah setahun mendalami hand lettering dengan basic kuas/brush dan juga mural dengan cat dan kapur, saya menemukan kalau hand lettering ini adalah salah satu terapi yang bisa bikin jiwa adem dan anteng. Gak cepet galaw, apalagi panikan kalau liat orang lain sukses. Hahaha. Penyakit jiwa bener itu yak, puyeng liat orang lain seneng. Baca selengkapnya soal lettering ini di sini, ya.

Minggu lalu, setelah mulai agak percaya diri membagi sedikit pengetahuan tentang hand lettering, saya berani menyambut ajakan Mbak Rini Rusli untuk ngajarin beliau (((BELIAU))) praktek hand lettering. Berhubung Mbak Rini bersedia datang ke Bekasi, ya hayuk ajah sayah. Seperti biasa, iseng aja nulis status mau lettering meet up di Facebook. Ternyata ada beberapa teman yang pengen ikutan. Mbak Devi dan Rahmah, putrinya komen pengen ikutan. Dan satu lagi, follower IG saya, Mena, yang saya juga baru kenal. Wah, asik. The more the merrier. :D


Kami bertemu di Food Park, Grand Galaxy Park Mall dan langsung main-main kuas dan cat. Alhamdulillaah, Food Park sore itu sepi, jadi kita serasa workshop di tempat private yang adem, meja gede, dan banyak makanan dan minuman (beli sendiri). Gak terasa, saking asiknya latihan main-main kuas, waktu udah hampir magrib. Padahal kita mulai dari sekitar jam 4. Waktu 2 jam ternyata kurang. Mbak Rini yang tadinya paling semangat latihan pakai kuas, berakhir dengan itikad tidak mau pake kuas, mending pake brush pen, katanya. Huahaha. Dudul! Rahmah, putri Mbak Devi, ternyata lebih lihai dengan kuas. Dari cerita Mbak Devi, Rahmah ternyata suka melatih teman-temannya lettering di rumah. Wah, kereeen! Dan Mena, OMG, anak baru lulus SMA ini semangat banget belajar. Saya yang tadinya cuma tau kalau Mena adalah salah satu followers saya di IG, jadi terharu dengan semangatnya. Makasih, ya Mena. :*


Dan emang biasa banget deh, begitu saya posting foto-foto kegiatan lettering meet up di FB, banyak yang protes, pengen ikutan. Yahelah, padahal sebelum berangkat ke GGP sorenya saya udah pasang pose poll banget ala-ala OOTD  sambil halo-halo, siapa pun boleh join. Hihihihi. Yawdahlahya, emang susah menyenangkan fans yang banyak ragamnya ini. Tapi Emak Gaoel suka susah hati dan susah tidur kalau belum bisa menyenangkan fans emak. Maka dari itu, dengan tidak tahu malu, weekend ini, hari Sabtu dan Minggu, saya persembahkan dua workshop lettering untuk para penggemar teman-teman yang mau belajar basic lettering bersama saya. Yuk, cusss.


Yang pertama, hari Sabtu, 27 Agustus 2016. Jam 09.00 - selesai. Tempatnya di Smesco Gallery. Ini adalah kelasnya doodle-nya Mak Tanti Amelia. Yah, saya mah apa atuh, cuma bisa numpang tenar sama Mak Tanti. Hahaha. Sesi lettering saya pagi, ya. Siangnya baru sesi doodling dari Mak Tanti. Untuk kelas ini berbayar Rp 75.000. Tapi para peserta akan dapat banyak dari kegiatan ini, karena ini kegiatan bersponsor. Tenang ajeh, pulang balik modal, malah lebih, kok. :p Daftar ke nomor di banner ini, ya. 


Workshop kedua diadakan oleh komunitas kesayangannya akoh, Akademi Berbagi Bekasi. Inget kaan, dulu kala, saat Emak Gaoel masih muda jelita, Emak Gaoel pernah ngisi kelas Akber Bekasi, lho. Di sini ceritanya. Worshop ini gratis tis tis! Asalkan kamu udah daftar terlebih dahulu. Ini link pedaftarannya. Jangan lupa cek TL @AkberBKS di Twitter untuk keterangan lengkapnya, ya. Karena untuk workshop ini, peserta diminta membawa peralatan sendiri. Jangan khawatir, alatnya gampang dan murah, kok. Cuma kertas, buku kotak-kotak, kuas Lyra nomor 00 dan tinta cina botol kecil. Kalau ditotal, paling cuma abis 15.000 untuk semua.


Jadi, jangan pada protes lagi nggak bisa ketemu saya tahu kalau ada workshop lettering, ya. Awas kalo nggak ikutan. He? Apa? Tinggalnya jauh? Ppffttt, saya udah dari sebulan lalu lho kasih live demo di fanpage Emak Gaoel. Ayo! Update! Update!

Whew, sebelum saya digaplokin karena makin lama makin bikin emosi, kita udahin aja, ya. Saya tunggu weekend ini, ya! Dandan yang cantik, siapa tau ketemu jodoh. Eh. 

Jumat, 12 Agustus 2016

Lettering Service: Ruangopi Bekasi

Assalamu'alaikum.

Apa kabaar, dunia blogger Indonesia? Gak kangen sama Emak Gaoel? (Cih!). Gile bener, keasikan sama yang baru, lupa nulis di blog, padahal blog ini kan modal saiah buat cari nafkah. *jujur banget, mak!* Hahaha. Nggaklah, beneran kangen banget ngeblog lagi. Hampir dua minggu nggak posting, rasanya seperti ada yang hilang. #ngintipdompet #tetepbalikkeduitlagi 

Ruangopi (pic. courtesy: Turi Kaliandra-owner of Ruangopi)

Kamyu pasti penasaran kan saya lagi sibuk ngapain sih sampe lupa posting di blog? *mulai ngeselin* Saya lagi seru banget nih merintis usaha baru. Mulai banyak ditanggap buat ngasih lettering service ke acara dan tempat usaha/rumah teman. Lettering service? Appaan, noh? 

Semoga udah pada follow akun IG saya ini ya, biar nggak perlu cerita dari awal lagi. Heuh. Atau baca postingan saya tentang hobi lettering yang mulai saya tekuni sekitar setahun yang lalu di sini. Ternyata saya keranjingan banget bikin-bikin hand lettering di gelas, frame dan karton. Terus, dari sana banyak terima pesanan. Alhamdulillaah, rejeki ada aja. Allah Maha Baik. Termasuk kemudian saya banyak mau, pengen nyoba lettering di tembok. Tapi tembok siapa yang bisa jadi korban? Itu masalahnya. Hahaha. Ada gitu yang rela rumah atau cafe-nya saya coret-coret? Siapa elu? (Lah, elu siapa?) 


Beruntung sekali, saya dan Pak Suami punya teman baik yang rumahnya dekat rumah kami dan buka "warung kopi" unyu di rumahnya. Namanya Ruangopi. Ya ampun, kalo kalian ngaku pecinta kopi dan warga Bekasi, belum ke Ruangopi, plis deh. Ini tempat cozy dan homey banget. Kopinya juga kopi serieus. Mau yang jenis apa, dari daerah mana, mau diroasting di depan kita langsung, mau yang acidity levelnya berapa, tinggal ngomong sama Mas Turi dan Mbak Ratna (owner Ruangopi).  Termasuklah saya dan suami jadi pelanggan setianya, karena jaraknya juga cuma tinggal ngesot doang dari rumah. 

Iseng-iseng, setelah mengumpulkan keberanian selama beberapa hari, saya nanya ke Mas Turi, "Mas, boleh gak temboknya saya tulisin pake kapur?" Soalnya saya lihat emang waktu itu chalking di tembok Mas Turi masih ala kadarnya. Saya rasa bukan karena Mas Turi nggak bisa, ya. Hew, dese seniman desain grafis! Pasti karena nggak sempat ngegarap. Gayung bersambut, lanjut mandi. (Lah?) Mas Turi kasih ijin saya buat coret-coret salah satu sisi temboknya di Ruangopi. Huaa, girang tak kepalang. Btw, kepalang itu artinya apa, ya? *problem*

Penampakan sebelum digarap

Mas Turi mengijinkan saya untuk re-make Coffe Acidity Level Chart yang udah dia buat sebelumnya.. Sambil deg-degan, ditungguin suami, saya mulai garap chalk lettering di Ruangopi. Karena masih project pilot, ternyata banyak banget hal yang tidak terduga muncul. Mulai dari cara menghapus kapur yang tricky banget. Sampai membagi space di tembok supaya align bisa center gitu. Kalo di laptop mah enak, tingga klik center, lah ini di tembok! Klik jidat gue bagian tengah, gitu? 

After! :D

Karena ini tempat usaha, saya juga mikir, gak bisa asal-asalan mentang-mentang baru pertama kali. Sebelum ke sana, saya sampai buat beberapa sketsa untuk jadi panduan. Ndilalah, pelajaran lainnya yang saya dapat, sketsa boleh keren, tapi eksekusi belum tentu. Huahaha. Menggambar di kertas, begitu dituangkan ke dinding atau media vertikal beda banget feel-nya. Sama persis kayak bikin lettering mug, yang notabene permukaannya melengkung. Nggak bisa disamain kayak nulis di kertas biasa. 


Total 2,5 jam plus coffee break, saya rampung ngerjain temboknya Ruangopi. Makasih banget sama Mas Turi dan Mbak Ratna yang udah ngijinin saya urek-urek di cafe kerennya. Makin happy lagi, karena Ruangopi makin hari makin ramai. Mulai banyak yang datang kesana, jadi makin banyak yang melihat hasil karya chalk lettering akuuuw. Uwuwuwuw! 


Next story, saya akan cerita tentang lettering service untuk wedding, mirror lettering dan mural. Total sampai saat ini, sudah ada 4 project lettering service yang saya kerjakan. Makin banyak, makin terasah. Begitu katanya. Mbuh kata siapa. :v Btw, kalau mau lihat video pendek proses chalk letttering di Ruangopi bisa ke sini, ya! ;)

Ruangopi (pic. courtesy: Turi Kaliandra-owner of Ruangopi)

Minggu, 10 Juli 2016

Anakku Jagoan Kandang

  12 comments    
categories: 
Assalamu'alaikum.

Baru beberapa minggu yang lalu anak saya, Safina (7 tahun) ngomong, "Mom, sometimes I don't know what to do or say when I'm in the crowd." Safina ini, dulunya bisa dibilang jagoan kandang. Di rumah bawel dan petakilan, sampai di luar pemalu dan penakut banget. Kayak anak kurang PD. Kadang suka gemes sendiri karena kita tahunya dia sebenarnya pintar dan bisa. Saya yakin, banyak orang tua yang juga menghadapi masalah yang sama. Dulu, Fadhil (abangnya Safina) juga begitu. Sekarang, alhamdulillaah keduanya udah mendingan banget. Ini nggak ujug-ujug, lho. Saya tahu, membangun rasa percaya diri anak nggak bisa instan. Selain itu, banyak hal yang mempengaruhi juga. Saya coba share beberapa hal yang saya lakukan untuk membangkitkan keberanian anak-anak saya saat berada di tengah orang banyak. Tahapan mereka memang belum terlalu luar biasa kayak anak-anak yang memang suka tampil, ya. Ya, itu tadi, kan banyak hal yang mempengaruhi. Minimal, sekarang kalau ditanya orang, mereka udah berani menjawab tanpa menyurukkan kepala ke ketiak emaknya. Hihihi.

Anak jagoan kandang? Di rumah bawel, tapi di luar "cemen"?



 Anak terlalu pemalu ketemu orang lain selain keluarga inti?


Anak cenderung takut berada di tengah orang ramai?


Coba beberapa langkah ini. 


Pahami dulu, perlu waktu dan kesabaran untuk mengajar dan menanamkan rasa percaya diri ke anak. Diceramahin aja nggak akan berpengaruh, justru membuat mereka makin tertekan. Coba diulik dulu, kenapa mereka takut ketemu orang asing? Kenapa minder ketemu teman sebaya? Mungkin mereka merasa kurang dari teman-temannya? Kalau mereka punya minat dan bakat, eksplor di sana, supaya mereka punya kelebihan yang bisa mereka banggakan. Misalnya main musik, menggambar, dan lain-lain.


Jangan paksa mereka untuk bisa langsung berani di tengah orang banyak. Perhatikan mimik wajahnya, apakah mereka terlihat khawatir saat kita dorong-dorong untuk mau bergabung dengan anak-anak lain? Kalau iya, jangan dipaksa. Temani dulu.


Kadang ini kesalahan orang tua, begitu sudah sampai rumah, ngomel. "Heran deh, kamu di rumah pemberani banget, giliran di luar kok penakut gitu, sih?" Nggak usah diomelin aja, mereka udah tertekan lho itu. Hiks.


Cari tahu minat dan bakatnya, yang mereka merasa kuasai. Safina sekarang sudah tahu kalau kemampuannya dalam berbahasa Inggris adalah kelebihannya. Dulu dia menganggap itu justru bahan cemoohan karena banyak yang "nanggep" dia bicara bahasa Inggris dan jadi tontonan. Dulu dia nggak tahu kalau sesungguhnya orang-orang sedang mengagumi kemampuannya. Di rumah sering saya bilang, jangan malu karena itu bukan hal yang memalukan. Justru mereka suka sama dia karena kemampuannya itu. Lama-kelamaan, sedikit demi sedikit, kepercayaan dirinya mulai tumbuh. Kalau dulu diajak bicara bahasa Inggris, mulutnya langsung terkunci (which is jujur emang bikin gemes emaknya, karena saya tahu sebenarnya dia mengerti), sekarang dia sudah berani menjawab dengan spontan.


Kalau anak mendadak mogok di depan orang banyak, jangan diketawain sambil bilang, "Hahaha, emang nih, jagoan kandang!" Heuheueheu, gimana mau PD, emaknya sendiri ngenyek. :(


Ini cocokkan lagi sama kelebihan yang dimiliki anak. Misalnya, anak udah bisa menghitung sampai 20, pancing dengan ajakan, "Dek, tante itu pengen denger lho adek berhitung sampai 20." Karena dia tahu dia sudah bisa, dengan dipancing begitu begitu mudah-mudahan keberaniannya muncul. Lagian kan nggak lucu juga kalo nggak ditanya atau dipancing, ujug-ujug dia ngitung sampe 20. Ya, gapapa juga sih, cuma agak aneh aja. Hihihihi


Anak perlu dipuji atas prestasinya. Semua orang tua pasti senang memuji anaknya di depan orang banyak. Tapi bijaksana sedikit. Kadang memuji anak secara berlebihan di depan orang lain, malah bikin si anak salah tingkah. Suasana bisa berubah canggung, dan sistem defensif anak jadi terbentuk. Yang wajar aja.


Sering-sering ajak anak ke acara yang membuatnya banyak ketemu orang. Nggak harus acara tersebut mereka yang jadi pusat perhatian, kok. Ajak ke acara pengajian atau arisan sesekali. Atau ke kantor papanya. Buat latihan ketemu lingkungan dan orang baru.

Sekali lagi ....


Hasilnya nggak bisa instan. Butuh waktu, usaha, konsistensi dan ...


kesabaran.


Selamat mencoba. Semoga berhasil. Kalau pun ternyata anak ternyata kelihatannya lebih merasa nyaman untuk sendiri, mungkin memang sudah karakternya introvert. Hanya yang perlu diberitahu kepada mereka, mereka harus punya kepercayaan diri dalam mengemukakan pendapat ke orang lain. ;) 

This article is also posted on my fanpage, here. 

Rabu, 29 Juni 2016

Karena Bahagia itu Cantik (Atau Sebaliknya?)

"Manda why do you have so many make-up on your case?"

Keponakan perempuan saya, Fia, sedang menjelang usia ABG, nanya sambil main-mainin isi cosmetic's case milik saya. 

"Because I love them!" ujar saya semringah sambil nyomot mascara kesayangan dari tangannya.

"Do you have to put on so much make-up everyday?"

Saya ngerti, di umurnya yang menjelang 12 tahun, rasa ingin tahu anak perempuan soal kosmetik dan kecantikan memang sedang rawan-rawannya. Saya mulai menyusun kata-kata untuk bisa menjelaskan kenapa saya begitu suka memakai make-up.

"I don't have to put on so much make-up. Nobody makes me do it. I just love to do it. Do you understand the difference?"

Fia mengangguk ragu. "I put on make-up because I love to put on make-up. I have so many make-up because I love having them. It's the same thing like you love to read books. Do you have to spend so much time to read books? Do you have to have so many books? Does anyone force you to read those books?" Lanjut saya.

"No. Nobody force me to read books. Except, my teacher, maybe. But, I love reading story books."

Nama: Emak Gaoel. Hobi: dandan, guilty as charged. :p

Sesungguhnya pertanyaan yang dilemparkan Fia sering sekali saya dengar dan baca di timeline. Banyak orang (laki-laki dan perempuan) yang tidak paham kenapa ada perempuan yang begitu suka memakai make-up. Menghabiskan waktu lebih lama di depan cermin hanya untuk menyeimbangkan bentuk alis. Bela-belain hapus make-up cuma karena wing eyeliner kanan nungging lebih tinggi dari yang kiri. Atau gregetan sendiri karena warna blush on terlalu gonjreng. "Why?" tanya mereka.

Karena saya menikmatinya. Percayalah, saya pakai make-up bukan cuma pas mau keluar rumah aja. Kadang kalau kerjaan rumah lagi selow, saya suka iseng dandan kumplit sebulu-bulu mata palsu pun dipake. Buat apaah? Buat suka-suka hati saya. Hahaha.

Memakai Make Up Sebagai Terapi
I put on make up to make me feel good about myself, not to impress other people.

Buat sebagian besar perempuan, dandan itu bukan perkara pengen tampil cantik. Efek setelah dandan ya emang biasanya jadi lebih enak dipandang, tapi sebenernya yang dicari itu efek terapinya, kalau buat saya, ya. Hlah, kok jadi lari ke terapi segala?

Lah iya, semua studi psikologi pasti mengaminkan kalau manusia yang bahagia adalah yang bisa melakukan hal-hal yang disukainya tanpa kekangan, paksaan atau pun tudingan. Iya apa iya? Soal preferensi hal-hal yang disukai itu apa, tentu saja gak bisa disamaratakan antara satu manusia dengan manusia yang lain. Antara satu perempuan dengan perempuan yang lain. As for me, saya suka dan menikmati proses berdandan, untuk keluar rumah atau pun tidak. Saya menikmati melihat refleksi wajah saya sejak polos tanpa sapuan foundation, sampai berseri-seri setelah kena "tampar" blush on. Cih, ngerasa cantik, ya? Nggak, sis. Saya ngerasa BAHAGIA. Udah, gitu aja. Wkwkwkwk. Dan gak bisa bantah kan, kalau kita bahagia, akan kelihatan ke pancaran sinar muka kita, dengan atau tanpa kosmetik. Setuju?

Besides cosmetics, hang out with besties will also makes me happy.

By the way, ada studi-nya juga lho, memakai make-up bisa jadi mood booster. Contoh, kalau lagi butuh "suntikan" percaya diri, misalnya mau ketemu klien penting, pakai lipstik warna merah menyala, sis. Ngaca bentar, sambil senyum, tapi jangan kelamaan senyum-senyumnya. Coba dirasa-rasain, agak lebih pede gak sekarang? Kalau aku sih, yes. Gak tau kalo Mas Anang. Halah. Atau, lagi ngerasa kesehatan menurun? Mungkin kurang minum air putih, kak. Selain banyakin minum air, coba pakai foundation dengan baik, karena ngasih efek warna kulit wajah kita lebih bercahaya sehingga mood kita terarah juga ke perasaan menjadi lebih sehat. Yeah, karena saya bahasnya seiprit, emang bakalan banyak banget celah untuk membantah kajian tadi, ya. Tapi at least, untuk short term mood booster, it works. Trust me.

Kulit Wajah Bermasalah Karena Banyak Memakai Make Up?
Hasil 5 hari memakai Cetaphil Gentle Skin Cleanser, kulit wajah terasa sehat.

Pake make-up segitu banyak, kulit wajah gak ngambek apa? Oh, ya ngambeklah kalau jorok. Hahaha. Sis, itu brush foundation udah berapa tahun gak dicuci? Itu sponge bedak udah gak keliatan warna aslinya, ganti atuhlah. Eh, mau tidur kok gak pernah bersihin muka? Naaah! Gara-gara jorok, kan? Makanya bersihin muka yang bener. Pake Cetaphil Gentle Skin Cleanser. Ahsek.


Kenapa pake Cetaphil?

1. Karena cocok untuk semua jenis kulit wajah, terutama yang sensitif. Buat saya, sering make make-up itu udah masuk dalam area kulit wajah sensitif, karena lebih sering terpapar benda asing. So, buat bersihin muka, saya emang suka ribet. Beda kalau milih lipstik, harga 20 ribuan pun kalau penasaran, dihajar aja. Huahahaha. Muka grosiran lu, mak!

2. Karena bahan-bahan pembuatnya salah satunya adalah purified water, yang pastinya minimal bahan kimia. Ada sih beberapa nama kimia dalam ingredients Cetaphil Gentle Skin Cleanser ini. Tapi setelah dipelajari lewat Mbah Google, insya Allah semuanya aman.

3. No fragrance and soap free. Lah, iki piye? Pembersih muka kok gak wangi dan gak berbusa? Hadooh, tadi katanya mau aman? Ya kurang aman apa coba, tanpa tambahan pewangi dan bahan sabun, artinya berkurang kandungan kimia di dalamnya.

4. Praktis. Swear, ini yang paling saya suka dari Cetaphil Gentle Skin Cleanser. Makainya nggak ribet. Kalau mau pake air, bisa. Tinggal bilas aja. Tapi mau langsung dipakai gitu aja tanpa bilas pun bisa. Aaak, suka!

5. Gampang nyarinya. Ada di mana-mana, kok. Cari di drugs store deket rumah, pasti nemu. Apa? Mahal? Kagak! Sumpah irit, jadi harga mahal pun gak berasa, karena makenya juga gak harus sampe cemong-cemong masuk idung. Dikiit aja udah cukup. Gak percaya? Lihat demonstrasi pemakaiannya di video saya ini. Cuuus!



I feel beautiful because I'm happy. 

Jadi,nggak usah takut dituding aneh-aneh gara-gara suka dandan. Bukan orang lain yang membuat kita bahagia, tapi diri kita sendiri. Nah, kalo suka dandan, jangan lupa bersihin muka yang bener. Pake Cetaphil Gentle Skin Cleanser, ya. Btw, kalau mau belajar banyak soal perawatan kulit bareng Cetaphil, bisa ke sini, ya. Atau kepoin akun socmednya di Fanpage Cetaphil Indonesia, Twitter @cetaphil_id, Youtube Cetaphil Indonesia dan Instagram @cetaphil_id.

Kamis, 23 Juni 2016

How to Keep Your Kids Busy during Ramadhan

  6 comments    
categories: ,
Assalamu'alaikum.

There's no secret that when it comes to kids, there are nothing to keep them sit still more than 5 minutes. They always want to do things, different things, all the time. Hellaw, exhausted mom's here! Apparently, during Ramadhan, it's even more challenging for us to make them "forget" that they are fasting. When they have nothing to do or feel bored doing something, they'll come to you and ask, "How much longer. mom?" or, "Can I break my fasting now?"



Telling them to read books all day is not really an answer, especially if you have active kids like mine. Giving them tablets and laptops, and let them play games all day until iftar? Heck NO! Parents these days have to be more creative to make the kids busy during Ramadhan. Yes, we can ask them to do more ibadah like doing sholah sunnah and recite Al Qur'an. But how long do you think it will prevent you from the same whining? 

After so many years of having Ramadhan with kids, I know that each year I have to come up with plans to keep them busy. Especially this year, we're having Ramadhan at the same time for school holiday in Indonesia. Allah, have mercy on me. 

These are what I can make my kids doing during the days of Ramadhan, for my little girl especially. Luckily, she has her cousins (my nieces) visiting from Singapore for few days. So, we can create something to do together with them. The more the merrier, right?

Painting Mugs


Oh, well. As you all know, I sell painted and lettered mugs. So, I have some spare mugs at home. I have all the tools, like markers, expensive one. -_- Usually, I never let my daughter touch my markers. So, when I told her that she and her cousins can paint mugs, she got very excited. 




I predicted that they will finish it like in five minutes because they got bored. But no, I told them, they have to follow my instruction if they want a pretty and good quality mugs like I made. They had to start from cleaning the mugs. And then painted it. Painted it in serious way, because I told them, once the mugs go into the oven, they couldn't change anything of their designs. It will stay forever like that. And at last, I let them put their mugs into the oven, set the temperature and wait for it to bake for like 1 hour. 

Result? I made them spend 3 hours without even remember that they were fasting. Hahaha!


Doodling and Crafting


Well, this one is actually almost every Ramadhan activity I have for my kids. Since I have all the tools and equipment, it has to be the easy way out for me. This year, I know I have to give a little twist to make my daughter feel that this activity (that becomes too usual for her) is different. I let them play with all my markers, my paint, my crafting papers, my glue and all my stuff on my crafting table. Oh well, I can buy those again later, as long as they're happy, and BUSY!

Happily, Safina and Fikri (one of her cousin) made banner for them to pretend that they're having a shop. It gave me another idea to do for another day with them. We're going to open our shop in front of the house the next day! When I told them that, they got super excited. 

Snacks for Sale


The next day, we went to a mini market to buy some snacks for them to sell. We bought candies, peanuts, marsmallow, syrup, plastics and ribbons. The whole day we were busy to prepare all the snacks. They put the syrup into the plastic and put them into the freezer. Then they cut marsmallow into small pieces and stack them on the skewers. They also put some candies and peanuts into the plastic bags.


I helped  them making the sign and the price tags. That's all. The next day, we put a small table in front of the house in the afternoon. Kids usually play outside before iftar (magrib) time arrive. But from the beginning I warn those three girls, this is not about how much money they will make. This is about HAVING FUN together and be confident meeting new people. Especially, those three don't really speak Indonesian fluently. My nieces live in Singapore since they were born. My daughter? Yes, she lives in Bekasi (Indonesia) since day one, but I raise her in bilingual environment. And lately, she speaks English better than Indonesian. So, they just have to find a way to sell their snacks. I just watch from the distance. Hahaha.



Half an hour before Magrib, they collected Rp 35.000. Not bad for first attempt, girls! My oldest niece said, "Tomorrow we'll bring all the rest of the snacks to Atuk's (granpa) house and force everybody there to buy!" LOL! Talking about business!

My two nieces has gone back to Singapore few days ago. Now, my nephew from Malaysia (11 years old) comes to Jakarta. I have to find another way to keep my kids and their cousin busy. Because this time it's a boy additional in the family, I can't use the same activities. HELP!

Well, you can always take them to the movie or restaurant for dinner, though. But heck, not everyday! :v 



Rabu, 22 Juni 2016

Fresh and Radiant Look with Delicate ULTIMA II Series



Assalamu'alaikum.

Haloo! Saya lagi bahagia banget nih punya seri baru make up dari ULTIMA II. Yup! ULTIMA II, shay! Brand kosmetik ini udah terkenal banget dari lama. Malah Mama saya waktu saya kasih tahu kalau saya punya Delicate Serial dari ULTIMA II ikut-ikutan histeris. “Mama mau, dong! Dulu Mama juga pernah ikut beauty class dari ULTIMA II, lho gini-gini.” Hiyaaah! Okedee.Hihihi.

Gimana nggak happy. Timingnya kok bisa pas banget. Pas saya lagi sebel-sebelnya susah banget cari blush on yang bagus. Eh, ULTIMA II datang dengan manisnya bersama Delicate Serial-nya yang cantik banget ini. Mamaaa, I’m a happy woman! Jangan ganggu aku dulu, ya! *duduk depan meja rias*

ULTIMA II Delicate Series

Yang mau saya cobain sekarang ini adalah Delicate Lipstick dan Delicate Blush ULTIMA II. Untuk lipstick ada dua warna, Spice dan Better Than Chocolate. Sedangkan blush, ada empat pilihan warna dari dua jenis blush on: matte dan shine. Untuk Delicate Shine Blush ULTIMA II ada Baked Coral dan Sahara Rose. Sedangkan untuk Delicate Matte Blush ULTIMA II ada Nude dan Hot Pink. Kita mulai aja, yuks?

Delicate Lipstick

Both untuk warna Spice dan Better Than Chocolate kalau dilihat kasat mata adalah warna yang “gue banget”. Hahaha. Lihat sendiri, warna kulit wajah saya cenderung eksotis gelap seksi gitu. Jadi emang harus pinter-pinter pilih warna lipstick supaya kesannya ke wajah jadi mencerahkan. Delicate Lipstick by ULTIMA II ini (according to the package) sudah dilengkapi dengan pelembab (silk enriched mega moisturizers), vitamin C dan E. Waktu saya coba swatch, memang terasa banget creamy. Nggak perlu ditekan terlalu keras ke permukaan tangan, warnanya udah keluar. Yang saya suka, kita bisa control tebal tipisnya intensitas warna dengan mudah. Warna akan terlihat natural dengan sapuan ringan, dan akan terlihat lebih dramatis dengan sapuan lebih tebal. Istilahnya, buildable color gituu. Untuk warna, selain dua yang saya punya ini, Delicate Lipstick ULTIMA II ada 13 warna lainnya, total 15 pilihan warna yang bisa kamu pilih.

Delicate Lipstick ULTIMA II Better Than Chocolate

As for me, Spice lebih pas untuk malam hari dengan warna lebih gelap dan dramatis. Sedangkan Better Than Chocolate pas banget buat acara casual siang hari karena warnanya yang light. Efek dari silk enriched mega moisturizers yang terkandung di dalamnya terasa banget ke bibir. Saya pakai Delicate Lipstick ULTIMA II ini dari pagi sampai sore, bibir nggak kering sama sekali. Kalau pun setelah makan perlu additional touch up, itu cuma untuk keperluan menambah warna aja, karena sebenarnya bibir saya masih terasa lembab, kok. And amazingly my lips do appear moisturized! Kelihatan lembabnya. Mumumumu. *cium cermin*

Delicate Lipstick ULTIMA II Spice
Delicate Blush

Untuk Delicate Blush ULTIMA II, seperti yang sudah saya tulis di atas, ada dua macam: Matte dan Shine Blush. Wih, ini nih yang seru pas coba-cobain. Udahlah warnanya cantik-cantik, brush-nya lembut dan lebar, tempat brush juga terpisah dari blush, sehingga nggak belepotan.

Delicate Matte Blush 

Delicate Matte Blush ULTIMA II punya saya warnanya Nude dan Hot Pink. Bisa ditebak ya, warnanya “tenang” untuk kategori make up ala saya. Karena biasanya saya suka blush yang efeknya agak dramatis. OK, the package says it’s moisturizers powder, matte finish and long wearing. Let’s try it.

First of all, I’m in love with the brush! Lembut dan halus banget terasa di kulit wajah. Dan, saya ralat ya soal warna “tenang’ tadi, karena ternyata walaupun kelihatannya warnanya kalem untuk Nude dan Hot Pink, it turns out, the colors are so pigmented. Saya nggak perlu menyapu wajah berulang kali untuk mendapatkan efek warna di tulang pipi. Cukup sekali-dua kali sapuan, sudah terlihat. Saat swatch pun, warna langsung terlihat jelas dalam sekali sapuan. Catet nih, ya, warna kulit saya eksotis, lho. Alias lebih gelap dengan tone warna kemerahan. So, untuk bisa mendapatkan warna blush yang efektif di wajah saya, biasanya sulit, perlu pemakaian yang agak tebal. Ternyata, pakai Delicate Matte Blush warna light ini, gak perlu sesulit itu. Clean color impact with rich pigments, just what I need. 

ULTIMA II Delicate Matte Blush Nude

Powder Delicate Matte Blush ini juga ringan dan silky banget terasa di kulit wajah saya. Sama seperti lipstick-nya, warnanya juga buildable. Semakin intens sapuan, warna semakin keluar. Jadi tinggal atur aja, mau hilite cheekbone aja atau mau koreksi bentuk wajah dengan contouring, bisa dua-duanya. Tinggal mengatur intensitas sapuan di wajah.

ULTIMA II Delicate Matte Blush Hot Pink

Delicate Shine Blush

Ow yeah, this one is immediately became my baby. I love love love it! Saya memang lebih suka dengan make up yang memberi dampak agak dramatis ke wajah saya, dan Delicate Shine Blush ULTIMA II ini cakep banget di wajah saya. Kebetulan yang punya saya warna Baked Coral dan Sahara Rose. OMG, I literally just swatch once and the color is there with the dramatic impact on my cheekbones. 

ULTIMA II Delicate Shine Blush Baked Coral

Delicate Shine Blush ULTIMA II ini terasa lebih strong pigmented dibanding yang matte. Karena dengan sekali sapuan saja, intensitas warna yang keluar lebih kuat. Yang nggak beda adalah lightweight silky feel-nya di kulit wajah saya. Ringan banget. Semacam ajaib buat saya, karena warna yang keluar lumayan intens. Saran saya, kalau pakai Delicate Shine Blush ini, jangan samain dengan blush on lain yang perlu sampai berulang kali pemakaian, ya. Beneran, cuma butuh satu sapuan ringan di blush-nya, lalu sapukan ke tulang pipi. Kelar. Minimal dusting. Usahakan jangan terlalu tebal untuk pemakaian pertama, karena … sayang banget, kaaan kebuang-buang. Hahaha. By the way, daya tahan blush ini juara banget! Seharian dipakai, dari pagi sampai malam, udah kena air wudhu’ pun, pipi masih berseri-seri kemerahan kinyis-kinyis.

ULTIMA II Delicate Shine Blush Sahara Rose
Fave Look with Delicate Lipstick and Delicate Blush ULTIMA II

Setelah coba-coba kombinasi warna lipstick dan blush, akhirnya saya dapat look favorit saya dengan menggunakan Delicate Lipstick dan Delicate Blush ULTIMA II ini. Untuk penampilan yang segar dan berseri-seri (fresh and radiant look) sehari-hari, saya prefer untuk memakai kombinasi Delicate Matte Blush Hot Pink dengan Delicate Lipstick Better Than Chocolate. Untuk melanjutkan ke acara malam, menambah efek dramatis, saya tinggal menambahkan Delicate Shine Blush Baked Coral dan Delicate Lipstick Spice. Done! Untuk yang memiliki tone warna kulit wajah seperti saya, bisa dicoba kombinasinya seperti itu. Tapi saran saya sih, nggak usah takut eksperimen, toh yang bisa merasakan kenyamanannya ya diri kita sendiri. Remember, confidence comes from within. Ahseeek!

Day Look

Before - After Day Look with ULTIMA II Delicate Series

Day Look

Untuk Day Look ini saya memakai rangkaian produk ULTIMA II:
ULTIMA II Delicate Creme Powder Makeup 04 Buff
ULTIMA II Delicate Translucent Face Powder with moisturizer 005 Pink Shell
ULTIMA II Delicate Matte Blush 051 Hot Pink
ULTIMA II Delicate Lipstick Better Than Chocolate

Night Look

Before - After Night Look with ULTIMA II Delicate Series

Night Look

Untuk Night Look ini, saya memakai rangkaian produk ULTIMA II:
ULTIMA II Delicate Creme Powder Makeup 04 Buff
ULTIMA II Delicate Translucent Face Powder with moisturizer 005 Pink Shell
ULTIMA II Delicate Shine Blush 090 Baked Coral
ULTIMA II Delicate Lipstick Spice


Tertarik mau cobain produk Delicate Lipstick dan Delicate Blush dari ULTIMA II ini? Kamu bisa dapatkan produknya di Matahari Department Store, AEON BSD, METRO Department Store, Centro, Keris Gallery Puri Indah, Citrus, Cahaya Bintaro, SogoKota Kasablanka, Sarinah Thamrin, Debenhams Senayan City, Star Summarecon Bekasi. Atau beli online di BliBli.com.
Untuk harga, bisa ditanyakan langsung ke outlet ULTIMA II. Ini price list yang saya bisa share untuk seri yang saya miliki:

Delicate Crème Powder Makeup: Rp 200.000
Delicate Translucent Face Powder with Moisturizer: Rp 165.000
Delicate Matte &Shine Blush: Rp 140.000
Delicate Lipstick: Rp 90.000
Pro Collagen Lipstick: Rp 190.000

Pertanyaan dan informasi lebih lengkap bisa kamu dapatkan di media social ULTIMA II di bawah ini: