Jumat, 21 November 2008

Bersyukur Itu Indah

  No comments    

(Posted : 10 Nov 2008 on my Facebook)
Ibuku tercinta pernah berkata, 'banyak-banyaklah bersyukur atas segala yang ada di tangan kita, Insya Allah hidup akan terasa lapang'. Dulu, saat mata hati belum terbuka, tanggapan sinis yang muncul dalam hati. Memangnya dengan bersyukur hutang kartu kredit bisa lunas? Memangnya dengan bersyukur anak yang sakit bisa sembuh? Memangnya dengan bersyukur gaji suami bisa cukup untuk sebulan ke depan? Boro-boro terasa lapang...
Lagi-lagi ibuku tersayang berkata, 'orang yang selalu berkeluh kesah pasti akan selalu merasa kekurangan'. Saat itu aku baru tersadar. Aku adalah si tukang berkeluh kesah, bahkan untuk hal-hal sepele sekalipun. Tidak heran aku selalu merasa hidupku kekurangan.
Aku balikkan kebiasaanku. Alih-alih complain atas sesuatu (yang tidak enak), aku mencoba mensyukuri. Tuhan memberikan segala sesuatu pada kita pasti untuk suatu alasan yang baik. Bahasa enggrisnya : there's a reason for everything...and I believe the reason is good.
Yuuuk...kita jadi orang yang penuh syukur. Supaya harga sembako yang tinggi tidak lagi membuat kita migren, tapi justru menjadikan kita kreatif mengelola uang belanja. Supaya jalanan macet tidak lagi membuat kita 'nyureng', tapi justru menjadikan kita ingat untuk mengisi waktu dengan berdzikir. Supaya hutang-hutang tidak lagi membuat kita tidak lelap tidur, tapi justru menjadikan kita lebih giat berusaha. Supaya rumah yang bocor tidak lagi membuat kita 'nelongso', tapi justru menjadikan kita teringat pada saudara-saudara kita yang tidak punya tempat berteduh sama sekali. Supaya...banyak lagi.
Bersyukurlah, karena bersyukur itu indah.

0 comments:

Poskan Komentar