Kamis, 05 Maret 2009

Makasih, Tong!!

  No comments    
Awalnya aku tidak terlalu peduli dengan kehadirannya di rumahku. Keberadaannya tidak terlalu penting untukku. Tidak menguntungkan, namun juga tidak merugikan. Fungsinya yang tidak terlalu jelas bagiku membuat aku bingung mau kuapakan benda yang satu ini. Jadi kubiarkan saja dia di rumahku sebagai pajangan belaka.

Sampai suatu hari aku mendapatkan kenyataan terpahit dalam hidupku. Laksana mimpi buruk yang menjelma menjadi nyata. Di rumahku ada tikus!!!

Tikus adalah satu-satunya binatang yang tidak bisa aku tolerir keberadaannya. Kamu boleh menyorongkan kecoa ke depan hidungku. Aku masih bisa bertahan. Kamu juga boleh coba ulurkan cicak ke arahku. Paling-paling aku hanya membuang muka. Tapi jangan sampai aku melihat tikus melintas di depanku. Bisa dipastikan jeritanku akan membangunkan warga satu kampung dan loncatanku akan mengalahkan gaya slam dunk Michael Jordan, saking tingginya. Tak perlu aku ceritakan disini latar belakang mengapa aku sampai begitu takutnya dengan tikus. Tidak penting juga rasanya.

Yang pasti hari itu tikus keparat itu melintas di depanku. Tepat melewati lemari pajangan di ruang tamuku. Seperti yang sudah bisa diduga, sontak aku menjerit dan meloncat ke atas meja. Tanganku reflek meraih apapun yang bisa kujangkau untuk kulemparkan ke arah tikus sialan itu. Tanpa tahu apa yang kuraih, langsung kulemparkan dengan sekuat tenaga dan dendam yang membara, benda di tanganku itu.

Gubrak!!! Prang!!! Suara benda pecah terdengar keras. Hening sejenak...Tidak lama kemudian terdengar cericit lemah si tikus dari balik pecahan itu. Ternyata lemparanku telak mengenainya. Dan sekarang sepertinya si tikus pusing tujuh keliling terkena hantamanku varusan. Dengan senyum puas dan penuh kemenangan aku singkirkan tikus itu keluar rumah.

Kembali ke dalam rumah aku membersihkan puing-puing hasil peperanganku dengan si tikus tadi. Dengan penuh khidmat dan rasa terima kasih yang tidak terhingga kupunguti satu per satu pecahan benda penyelamatku itu.

Duh, gentong...Apa jadinya kalau tidak ada kamu, ya?
Makasih, ya, Tong!!

0 comments:

Poskan Komentar