Selasa, 13 Oktober 2009

Dah, neeek....!!!!

  No comments    
Entah karena saya yang selalu apes, atau memang saya yang kurang sabar. Setiap harus berhadapan dengan pelayanan publik, selalu ada saja yang mebuat saya naik darah dan komplain. Sebut saja saat harus membuat pasport di kantor imigrasi dengan membawa bayi usia 6 bulan, atau saat membuat SIM dengan kondisi meninggalkan anak bayi saya yang masih ASI ekslusif di rumah. Sampai hari ini hendak mengambil uang melalui Western Union di sebuah Bank ternama di Indonesia.
Diawali dengan masuk ke dalam bank tersebut tanpa disambut petugas keamanan yang selalu siap menyodorkan nomor urut, saya akhirnya harus celingak-celinguk sendirian mencari tahu kemana saya harus mengurus pengambilan uang ini. Customer Service yang berjumlah tiga orang dalam ruangan yang tidak terlalu besartersebut tampaknya tidak menyadari bahwa ada customer-nya yang sedang bingung, tampak tenang-tenang saja dengan urusannya masing-masing. Akhirnya saya memberanikan diri bertanya kepada salah satu dari mereka. Dan mereka pun akhirnya memberikan saya form yang harus diisi.
Selesai mengisi data saya duduk manis menunggu dipanggil. Sampai sekitar 20 menit baru saya sadar bahwa saya belum diberi atau mengambil nomor urut (yang diletakkan entah dimana, karena saya tidak melihatnya pada saat saya masuk). Ketika satpam masuk barulah saya bertanya dimana saya bisa ambil nomor urut, karena ternyata petugas CS memanggil nasabah berdasarkan nomor urut. Sang satpam menunjukkan sebuah box kecil yang terletak di sudut meja CS paling ujung, yang tidak mungkin langsung bisa diketahui kalau itu adalah tempat nomor urut pemanggilan.
Dengan sedikit dongkol, karena saya sudah dilewati oleh satu orang customer yang datang lebih belakangan dari saya, akhirnya saya mengambil nomor urut.
Kembali saya duduk manis menanti panggilan. Orang sebelum saya sudah selesai dilayani, dan saya bersiap-siap dipanggil. Tapi apa daya sang CS masih ada pekerjaan lain yang lebih penting dari melayani customer yakni menelpon, membolak-balik berkas dari mejanya, kembali menelpon, berjalan ke meja supervisor, kembali ke mejanya, sibuk kembali dengan berkas-2nya, kemudian menelpon kembali...sampai 30 menit!!!
Puas melihat sang CS megal-megol didepan mata saya dengan kesibukannya yang tidak serve the customer, saya naik pitam. Saya datangi sang CS dan memberikan nomor urut saya sambil mengucapkan "terima kasih" dan berlalu.
Deeee....
Gw ke bank lain aja. Mudah-mudahan di bank lain gw lebih beruntung yah, neeek!!!!

0 comments:

Poskan Komentar