Rabu, 18 September 2013

[Dear Daughter] Untuk Safina Si Pejuang Cantik

  14 comments    
categories: 
Assalamu'alaikum, Safina cantik ... 
Ayo, jawabnya apa kalau dikasih salam? Sudah diajarin, kan? ^_^

Sekarang Safina sudah hampir 5 tahun. Tanggal 26 September nanti Safina akan ulang tahun yang ke-5. Waah, Nana udah gedee! Seperti yang selalu Nana bilang sejak umur 3 tahun, "Nana udah gede!" dan Nana selalu marah kalau Abang Fadhil godain Nana dan bilang Nana masih kecil.
Iya, dong! Nana udah gede dan pintar. Saking pintarnya, Mama sama Papa sering banget terkagum-kagum sama segala sesuatu yang Nana lakukan dan tanyakan ke Mama dan Papa. 



Nana lahir 5 tahun setelah Abang Fadhil lahir. Tadinya Mama dan Papa tidak tahu kalau Nana akan hadir di tengah-tengah kami. Tapi waktu Mama tahu akhirnya Mama hamil lagi setelah sekian lama, Mama dan Papa bersyukur dan tidak sabar ingin segera ketemu sama Nana. Nggak menyangka juga kalau proses kelahiran Nana panjang sekali. Tiga hari Mama harus berjuang melawan sakit di kamar bersalin karena Nana susah sekali mencari jalan keluar. Semua cara sudah dicoba oleh dokter sampai akhirnya Mama nyaris menyerah dan minta dioperasi oleh dokter. Untungnya, ketika dokter sedang menyiapkan meja operasi, Nana akhirnya lahir secara normal. Olala, ternyata tali pusar Nana pendek, sehingga Nana kesulitan bergerak keluar dari rahim Mama. 


Perjuangan Nana untuk lahir dari rahim Mama ternyata gambaran dari sifat Nana yang keras. Sifat yang tadinya sempat membuat Mama dan Papa terpana, sebab bertolak-belakang sekali dari sifat Abang Fadhil yang lembut. Mama sempat bingung dari mana Nana dapat sifat itu. Mungkin dari Jiddah (nenek) yang juga keras? Atau mungkin malah dari Mama? Walaupun waktu itu Mama tidak merasa kalau sifat Mama keras. Papa yang bilang ke Mama kalau sifat Nana yang selalu punya kemauan keras itu mungkin memang datang dari sifat Mama. Hmmm ...


Nana memang luar biasa. Waktu Nana belum bisa jalan dan bicara dengan lancar, Mama sudah bisa merasakan kerasnya kemauan Nana lewat cara Nana belajar berjalan. Nana tidak takut jatuh atau sakit. Setiap langkah yang Nana ambil lalu kemudian terjatuh tidak membuat Nana takut untuk berdiri dan mencoba kembali. Umur 1 tahun kurang Nana sudah bisa berjalan. Begitu juga saat Nana belajar bicara. Ketika Mama ajarkan Nana mengucapkan satu kata, Nana akan terus mengulang-ulang kata itu sampai Nana bisa. Bukan hanya itu, Nana bahkan bisa tahu kapan kata-kata baru itu bisa Nana pakai dalam ucapan sehari-hari. Saat Mama memakaikan baju Nana, Nana sering menyerobot dan berusaha memakainya sendiri sampai bisa. Lucu sekali melihat Nana berjuang memasukkan kepala ke lubang kaos Nana dan lalu tertawa puas saat Nana berhasil melakukannya sendiri. Saat Mama menyuapi Nana makan, Nana akan mengambil sendok di tangan Mama dan makan sendiri. Bahkan tidak lama kemudian, Nana sudah bisa mengatur bagaimana makanan bisa masuk ke dalam mulut Nana tanpa tumpah berantakan. Kepandaian dan kemauan keras Nana untuk belajar itu membuat Mama dan Papa sering terkagum-kagum sendiri.


Nana juga tidak takut mengungkapkan pendapat, dan kadang sering terlalu keras saat menyampaikan apa yang jadi mau Nana. Sering juga Abang Fadhil kesal sama Nana, karena Nana memotong omongan Abang yang sedang berusaha menyampaikan sesuatu ke Mama. Cara bicara Abang Fadhil yang lembut, sering tenggelam oleh suara keras Nana dan sering memotong. Kalian berdua sering sekali beradu pendapat dan bertengkar karena masalah ini. Tapi Mama yakin, Nana dan Abang saling menyayangi. Terbukti, setiap kalian terpisah, kalian akan saling mencari dan mendoakan. Setiap Abang akan pergi sekolah, Nana akan menunggu untuk menyalami tangan Abang. Dan Nana selalu tidak sabar untuk ikut menjemput Abang pulang sekolah. 


Selain sifat keras Nana itu, Nana juga kritis sekali. Nana tidak menunggu lama, sejak mulai bisa bicara lancar umur 2 tahun, Nana sudah bisa berargumen dengan Mama dan Papa. "Ayo makan," kata Mama. Dan kalau Nana belum mau makan, Nana akan menjawab, "Nggak mau, Nana nggak lapar." Atau saat Mama pilihkan baju untuk Nana, Nana bisa menolak kalau pilihan Mama tidak sesuai dengan mau Nana. Nana juga aktif sekali bertanya banyak hal, termasuk arti-arti kata dalam bahasa Inggris, setiap hari. Kadang Mama sering kewalahan menghadapi pertanyaan-pertanyaan Nana setiap hari. Maafkan Mama ya, kalau Mama pernah kesal menjawab rentetetan pertanyaan Nana saat Mama sedang lelah. Melihat sifat Nana yang keras dan kritis itu, do'a Mama untuk Nana menjadi sedikit berbeda dengan do'a Mama untuk Abang Fadhil.

Semoga Nana selalu dilindungi Allah dan berhasil mencapai cita-cita Nana.
Semoga dalam hidup Nana, Nana selalu menjadi tuntunan orang banyak dan menjadi pemimpin yang tegas dan adil.
Semoga dengan sifat Nana yang kritis dan berterus-terang, orang-orang bisa melihat semua niat baik Nana dan menghormati Nana.


Nama Safina sendiri berarti perahu. Awalnya Mama memilih nama itu karena berharap Nana bisa menjadi orang yang berwawasan luas, seperti perahu yang mengarungi samudera ke seluruh dunia. Ternyata do'a dalam nama Nana terbawa ke sifat Nana dan sepertinya mengarahkan Nana menjadi anak yang penuh perhitungan, perhatian dan ketegasan. Mungkin Nana akan menjadi seorang pemimpin kelak. Aamiin. Apa pun nanti cita-cita Nana, Mama berdo'a semoga Nana menjadi the best di sana. Karena seperti biasa, Nana tidak pernah gampang puas (seperti Mama).

Safina, my princess bubblegum ^_^

I love you so much, Safina Akrammi Krisnadefa, perahu kecil Mama yang mengarungi samudera dalam kemuliaan. Jangan lupa selalu do'akan Mama dan Papa agar bisa mendidik Nana menjadi anak yang shalihah dan patuh kepada orang tua, ya. Sebab, kalau Nana sudah berjalan di jalan Allah, di mana pun Nana berada kelak, walaupun itu jauh dari Mama, Mama yakin Nana akan selalu dilindungi olehNya. ^_^

Dear Daughter ini hasil lemparan tongkat estafet dari Mak Novia Erwida di grup KEB. Tongkat estafet ini saya lanjutkan untuk Mak Latree Manohara :D

14 komentar:

  1. beautiful princess... kamu kek mbak Ibit banget dek, berkemauan keras...

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah, iya ya? salam buat Mbak Ibit yaa.. :D

      Hapus
  2. Love it..tumbuh pintar dan sehat nana :*

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin, makasih tante Echa..salam buat dedek Rafi, semoga sehat terus yaa.. :D

      Hapus
  3. Gemesnyaaa liat dedek caem n maniest ini,lekas tumbuh besar, pinter, patuh n sayang sama ortu. Peluk Hangat untuk keluarga :)

    BalasHapus
  4. Huwaahh.. pingin punya anak perempuan dan sepintar Nana.. princess bubblegum :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. hihihihihi, ayo segera bergerak...:)
      makasih tante nurul...:D

      Hapus
  5. Semoga semua do'a terijabah ya Nana. Jaraknya sama dengan anak kedua saya: 5 tahun. Abangnya sekarang kelas 1 SMP, Athifah masih kelas 1 SD, masuk sekolahnya jadi berjarak 6 tahun.

    BalasHapus
    Balasan
    1. aamiin...
      wah, suka berantem gak di rumah mak? soalnya di sini, biar jaraknya 5 tahun tetep aja kalo berantem kayak seumuran -_-

      Hapus
  6. ngomongin saya ya bu winda ? #dikeplak.
    btw, harapan nama yang disematkan sama persis dengan harapan ortu saya..bismillah yang punya nama safina sedunia ini bisa seperti harapan ortunya :)

    eniwei, jauh2in nana ama orang sunda, entar nasibnya kayak saya..dipanggil saphi..na :|

    BalasHapus
    Balasan
    1. wakakakakkkk.....atuh kumahaa, kakeknya orang sunda... :|

      Hapus
  7. Ahahaha, kalau yang ini penggambarannya meyakinkan gw bahwa dia memang elo banget, Win. Dear Nana, you will be a gorgeous person just like your mom! Untuk saat ini, puas2in menguasai rumah dan ngatur2 semua orang, that's what a girl should do! Wkwkwk, indahnya jadi anak perempuan \0/

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahahaha, no wonder gw sering "berantem" sama si nana, sejak dia udah bisa ngomong...ckckckckck

      Hapus