Senin, 02 September 2013

Duile ... (#10daysforASEAN Day Seven)

  16 comments    
categories: ,
Tema Hari Ketujuh 10 Days For ASEAN

Tema hari ini benar-benar bikin joged caesar! -_-

"Tahun 2015 diharapkan ASEAN menjadi satu komunitas tunggal, yang merangkul seluruh negara di ASEAN. Namun di antara anggota ASEAN, ada juga yang memiliki sengketa antar negara, terutama terkait dengan perbatasan antar negara. Seperti yang terjadi dengan Singapura dan Malaysia. Singapura mempunyai sengketa perbatasan dengan Malaysia pada pulau di pintu masuk Selat Singapura sebelah timur. Ada tiga pulau yang dipersengketakan, yaitu Pedra Branca atau oleh masyarakat Malaysia dikenal sebagai Pulau Batu Puteh, Batuan Tengah dan Karang Selatan. Persengketaan yang dimulai tahun 1979, sebenarnya sudah diselesaikan oleh Mahkamah Internasional tahun 2008, dengan menyerahkan Pulau Pedra Branca kepada pemerintahan Singapura. Namun dua pulau lagi masih terkatung-katung penyelesaiannya dan penyerahan Pedra Branca itu, kurang diterima oleh Masyarakat Malaysia sehingga kerap terjadi perselisihan antar masyarakat.
Bagaimana menurut teman-teman blogger penyelesaian konflik ini terkait dengan Komunitas ASEAN 2015?"

Source

Jujuuur, ini pertama kalinya saya mendengar nama Pedra Branca (Pulau Batu Puteh), Batuan Tengah (Middle Rocks) dan Karang Selatan (South Ledge). Kalau bukan karena ikut kompetisi ini, sampai kapan pun mungkin saya nggak akan pernah tahu tentang pulau-pulau kecil ini dan permasalahannya. 


Baca ... baca ... baca ... dan baca lagi beberapa referensi terkait konflik ini, lalu seperti biasa satu adegan lebay muncul dalam kepala saya. 

Saya membayangkan dua tetangga di sebuah perumahan yang sedang rebutan secuil lahan kosong yang letaknya persis di tengah-tengah rumah mereka. Karena lahan itu kosong dan (sepertinya) tidak bertuan, dua tetangga ini berminat untuk mengambilnya dan menjadikannya sebuah kebun bunga. Saat konflik sedang terjadi, acara tujuh belasan akan berlangsung. Pak RT sudah mengeluarkan edaran bahwa akan ada lomba kebersihan antar RT dan semua warga dihimbau untuk bersama-sama mempercantik lingkungan mereka agar bisa memenangkan perlombaan tersebut. Tapi dua tetangga ini sibuk banget berantem. Padahal musyawarah dengan Pak RT sudah memutuskan kalau itu bukan milik mereka dan mereka diminta untuk menjaga kebersihannya bersama-sama. Boro-boro ikut mempercantik lingkungan mereka seperti tetangga-tetangga yang lain, mereka malah sibuk berantem dan cari cara gimana supaya lahan secuil tadi tidak diserobot yang lain saat mereka sedang tertidur. 

Perlombaan makin dekat. Juri dari kelurahan akan datang menilai. Dua tetangga ini malah makin sibuk memasang patok dan papan-papan bertulisan di tanah sempit di depan rumah mereka. Seminggu sebelum lomba Pak A pasang patok dari kayu dan papan bertuliskan, "Tanah ini milik A!". Besoknya Pak B nggak mau kalah, masang triplek di sekeliling tanah sempit itu dan papan bertuliskan, "Ini kebun milik B!" dan membuang papan tulisan milik Pak A. Pak A sewot dan membakar triplek Pak B dan pasang papan baru dengan tulisan, "Tanah ini buat kuburan keluarga A!!!". Pak B ikutan nyolot, papan milik Pak A disoret-coret dan kemudian dia memasang kayu nisan di tengah-tengah tanah itu dengan namanya: "Akan dikuburkan di sini B!!!"
 
Kebayang gak gimana tampang juri dari kelurahan pas dateng ke lingkungan mereka dan melihat di tengah-tengah rumah tetangga yang asri penuh bunga berseri dan wangi, nyelip tanah sempit yang acak-acakan dan ada nisannya pula? Wkwkwkwk ... Pertikaian Pak A dan Pak B sudah mengakibatkan seluruh lingkungan mereka kalah lomba kebersihan lingkungan. 

Source

Balik ke kasus Singapura dan Malaysia, berdasarkan sumber yang saya baca di sini, keputusan sudah dibuat tentang siapa yang berhak memiliki apa:

Pada tanggal 23 Mei 2008 International Court of Justice ( ICJ) telah memutuskan kasus sengketa kedaulatan atas Pedra Branca atau Pulau Batu Puteh, Middle Rocks dan South Ledge antara Malaysia dan Singapura, dengan rincian sebagai berikut :
Bahwa kedaulatan atas Pedra Branca atau Pulau Batu Puteh adalah milik Republik Singapura (12 Hakim mendukung, 4 hakim menentang, termasuk hakim ad hoc Malaysia)
Bahwa kedaulatan atas Middle Rocks adalah milik Malaysia (15 hakim mendukung , hakim ad hoc Singapura menentang)
Bahwa kedaulatan atas South Ledge “belongs to the State in the territorial waters of which it is located” (15 hakim mendukung termasuk kedua hakim ad hoc,1 hakim menentang).

Kalau konflik kecil (tapi besar bagi mereka) ini menjadi potensial menghalangi berjalannya program AEC 2015, mungkin harus ada pihak yang ngomong sama mereka berdua: "Solve your problem, quickly! Because there is bigger thing for us to deal and it's not just about you two! Get a grip both of you!" Wkwkwkwk, itu mah kalau saya ya. Yang punya masalah kan Singapura dan Malaysia, tapi yang dipertaruhkan se-ASEAN kalau masalah ini berlarut-larut. Kalau karena masalah ini hubungan mereka berdua memburuk dan mempengaruhi setiap keputusan mereka sehubungan dengan program-program terkait AEC 2015, yang rugi bukan hanya mereka, tapi juga Indonesia, Kamboja, Myanmar, dan negara ASEAN lainnya. Saya nggak bisa melihat solusi lain untuk hal ini selain memberi ultimatum kepada mereka untuk segera menyelesaikan masalah ini, berdua. Lalu move on! Ini pasar bebas sudah di depan mata, lah masih ada ngeributin hal yang udah ada keputusannya. Harusnya kan mereka menghargai keputusan ICJ tadi.

Lagi pula, setelah baca-baca dengan lebih cermat lagi, ternyata secara  yuridis Indonesia juga memiliki  peluang  yang sama untuk “memiliki” South Ledge. Wahahaha! Kebayang serunya kan kalau kita juga ikutan nyemplung ke dalam konflik yang belum kelar ini?

Kalau sudah begini saya cuma bisa membayangkan satu adegan penutup dari drama lebay yang saya tulis di atas:

Pak RT nyamperin Pak A dan Pak B sambil ngasih sekop ke mereka dan bilang, "Lo mau dikubur di tanah ini? Nih! Gali sendiri kuburan lo berdua, sekarang!" Wakakakakkk. Trus tau-tau ada tetangga lain, Pak C, yang nimbrung dan bilang, "Pak, saya juga mau dong dikubur di sini ...." Halah! 

AEC 2015 ini semacam team work dalam skala besar. Kadang dalam kerja sama tim, kita harus menyisihkan problem pribadi kita dengan anggota team lain demi kesuksesan seluruh team. Nggak ada kata lain, Singapura dan Malaysia harus selesaikan masalah mereka tentang pulau-pulau di perbatasan ini, agar tercipta kondisi yang kondusif untuk bekerja sama dalam AEC 2015. Kalau nggak, seluruh anggota ASEAN bisa kecipratan ruginya juga. Apa perlu kirim Pak RT dan ngasih sekop ke mereka?#lalungakak #abaikan

Bhahahak! Peace! :D
 PS: saya emang bingung mau kasih judul apa di postingan ini sampai akhirnya saya kasih judul "Duile" aja, deh! Hahahaha! Mencerminkan kalau ini masalah kecil dan ada urusan lebih penting dan untuk kepentingan lebih banyak pihak. ;)

 

16 komentar:

  1. mak, joged caesar tuh kaya gimana? *Serius tanya

    BalasHapus
    Balasan
    1. coba cari di youtube biar jelas, susah juga jelasinnya kayak gimana hahahahaa

      Hapus
  2. huwakakkkkk....saya akan trs keep smileeeee :D
    ada aja ide koplak mak satu ini :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. koplak akibat otak panas maaak...hahahahaha...dipaksa mikir....huahahahaaa

      Hapus
  3. Mak, tapi perumpamaannya bagus banget lho! Very interesting :)

    Btw, ternyata perompak Indonesia jg sering nyasar ke pulau Branca itu sampe diusir2 orng SG nya *selewatan pas baca referensi* hihihi jadi malu..

    BalasHapus
    Balasan
    1. hihihihihi, iya ya? aku gk baca semua referensi, banyak banget, kasian kepalaku nik..:))))

      Hapus
  4. Pengandaian ttg dua tetangga disebuah perumahannya bagus mbak, membuat orang awam seperti saya yg lemot soal beginian jadi rada ngerti :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. ummm, ini juga gara2 aku gk bisa nemuin perumpamaan yg rada intelek sih...hahahahahaaa

      Hapus
  5. Ummm.... kagaaaak bisaaaa! Ini masalah harga diri bangsa wkwkwkwk *kebayang secuilnya ternyata harga-nya diri bangsa* Sudahlah, komentar ini mengacau sahaja, pokoknya hiduplah endonesa raya, malay-sing bisa ribut soal pulau2 kecil, kita jangan sampe nyumbang papua ke australia yak, wakakaka, itu namanya goblok besar, bukan? *kan gw nyolot tak diundang, pergi kagak mau-mau*

    BalasHapus
    Balasan
    1. Gw mau dong, ditanyain ke pihak panitia, ada nggak lomba komentator termenarik gituh, kalo ada gw mau ikutan soalnya *PLAAAAAK!!!* <---merasa sangat menarik, menarik gaplokan :)))

      Hapus
    2. cuma bisa ketawa :))))))))) *Gaplok Miss G :))))))

      Hapus
    3. huahahahaaa, komentator kompooorrrr.....

      btw papua jangan disamain sama pedra pedra itu doong....buseeet...gw aja sampe geleng2 kepala pas liat fotonya, yaelah ini mah bukan pulau, cuma batu doang...kalo gw sih ikhlasin ajalah udah, nanti akan diganti berlipat ganda sama Yang Di Atas... #ngakak

      Hapus
  6. jadi kapan emak mau coged caesar? di upload di om youtube ya Mak wkwkw

    BalasHapus
    Balasan
    1. ih ogah...ngeliatnya aja udah capek...-_-

      Hapus
  7. Weks :))) Ini komentar mengomentari komentar, wkwkwk ga boleeeh hahahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. maksud lo si hadi? tenang, dia gak akan bisa nyaingin lo sebagai komentator terkompor....dia bakal di diskualifikasi...wkwkwkwkwkwk

      Hapus