Rabu, 04 September 2013

Jakarta yang "Nyinyir" (#10daysforASEAN Day Ten! Finally!)

  27 comments    
categories: ,
Alhamdulillaaah, ya Allah! Akhirnya sampai juga di hari terakhir 10 Days For ASEAN ini! Waduh! Saya khawatir banget soalnya kalau lombanya diperpanjang. Takut tiba-tiba ada e-mail tawaran jadi buzzer akun Twitter Deplu atau ASEAN (ada gitu?). Ngik ...

Nggak asik katanya kalau hari terakhir ditutup dengan yang biasa-biasa aja. Makanya saya tau banget deh kenapa panitia sengaja simpen Jakarta (Indonesia) untuk dibahas di hari terakhir (sok tau). Kan, save the best for last, ya kan? Ya, kan? #maksa *iyain aja*

"Markas ASEAN Secretary bertempat di Jalan Sisingamangaraja 70 A, Jakarta Selatan.  Keberadaan markas ASEAN Secretary di Jakarta merupakan suatu kepercayaan bahwa Indonesia bisa menjadi penghubung antar negara-negara anggota ASEAN atau Diplomatic City of ASEAN."

Jakarta oh Jakarta ...

Begitu ditulis oleh Ibu dan Bapak Panitia lomba ini di website-nya. Tapi apa iya karena Jakarta (Indonesia) dipercaya bisa menjadi penghubung antar negara-negara anggota ASEAN atau dengan istilah kerennya: Diplomatic City ASEAN? Wkwkwk, kok nanyanya ngajak berantem gini gue? Hihihi ... Maksud saya, saya juga nggak tau persis apa alasan dibalik penentuan Jakarta sebagai markas ASEAN Secretary itu. Gitchuu ... Yah, syukur deh kalau emang masih dipercaya ... #nyinyirdimulai

Kata Mama saya, segala sesuatu harus disyukuri, termasuk musibah. Nah, kalau di agama saya, pemberian amanah merupakan musibah yang harus disyukuri. Kenapa dibilang musibah? Karena dibalik penghargaan yang tinggi karena sudah diberi kepercayaan itu terkandung sebuah tanggung jawab besar yang tidak main-main. Menjadi amanah merupakan ujian bagi umatNya. Demikian .... Yet, walaupun musibah, tetap harus disyukuri. Artinya, kalau berhasil menjalankan amanah, kita dijanjikan pahala besar. Tapi kalau gagal, ya tanggung jawab, nggak bisa lari. Btw, ini kok jadi kemana-mana gini, sih pembahasan? Ya maklum ya, saya emang niat banget mau nyinyir di postingan final ini. Wakakakak!

Bangga sih boleh-boleh aja karena ibukota kita tercincah inih terpilih menjadi Diplomatic City of ASEAN. Kenapa bisa terpilih? Pastinya saya juga nggak tau. Pasti banyak pertimbangan dari seluruh perwakilan negara ASEAN sehingga akhirnya bisa memutuskan Jakarta-lah kota yang tepat untuk itu. Padahal ada Singapura, Kuala Lumpur dan Manila yang nggak kalah kerennya, kan? Tapi kenapa Jakarta? Kenapa coba? #plak

Sebagai warga Jakarta tentu saja saya ikut bangga, "Eh, bisa juga lo, jek jadi Diplomatic City of ASEAN!" Tapi abis itu saya deg-degan sendiri, sih ... Itu nanti semua perwakilan ASEAN bakalan sering mampir sini dong, ya? Aduh, apa kabar macetnya? Apa kabar sampahnya? Apa kabar semuanya? Oh well, itu nanti aja saya nyinyirin. Sekarang mari kita analisa kenapa Jakarta bisa terpilih. Kenapa Jakarta yang dipercaya sebagai Diplomatic City of ASEAN? 

Mari kita mencoba melihatnya dari kacamata kuda seorang blogger dan social media freak seperti saya. Kita boleh bangga deh kalau soal keaktifan Jakarta dilihat dari lalu-lalang manusia-manusianya di dunia maya. Konon kabarnya pengguna social media seperti Facebook dan Twitter terbesar di negara ASEAN itu dipegang oleh Indonesia. Bahkan di artikel ini dikatakan kalau Indonesia merupakan Ibukota Online ASEAN dan pengguna Twitter nomor 5 terbesar di dunia! Dibilang juga kalau Indonesia termasuk negara yang paling sering menciptakan trending topic secara global. Global, lho! Mendunia! Ih, siswanto sesuatu! Kalau analisa saya sebagai blogger, ini mungkin juga jadi salah satu pertimbangan kenapa akhirnya Jakarta terpilih jadi Diplomatic City of ASEAN. Diplomatic berasal dari kata diplomacy atau diplomasi. Selain artinya adalah urusan penyelenggaraan antar negara, diplomasi juga berarti "kecakapan menggunakan pilihan kata yang tepat bagi keuntungan pihak yang bersangkutan." (KBBI) 

*bisik-bisik sok asik* Ssst, bisa jadi nih, negara-negara ASEAN setuju Jakarta jadi Diplomatic City of ASEAN biar nanti ke depannya urusan spreading news dan sosialisasi program mereka lebih luas tersebar, karena warganya paling aktif nyinyir ngobrol di social media. Ini bagus, lho sebenarnya! Soalnya, tau sendiri kan, apa-apa yang sudah tertayang di social media seperti Twitter pasti memang akan jadi konsumsi publik. Kalau boleh nyontek dari kalimat artikel di majalah wanita yang baru saya baca tadi siang, "Masalah pribadi jadi masalah dunia kalau udah sampe di Twitter." Wkwkwkwk ... Sekali lagi, ini bagus! Kita dimanfaatkan untuk menjadi sosialiser (yaelah, apa ini istilahnya?), maksudnya orang yang memegang peranan penting untuk mengawasi jalannya program ASEAN dan mensosialisakannya kepada dunia. Sebagai orang Indonesia saya bangga! Bangga! #teriak #bletak #disambittetangga #trusajahashtagnya #gakabisabis

Emak Gaoel lagi nyinyir :)))

Urusan dunia maya udah kepeganglah ya sama Jakarta. Tapi balik lagi ke masalah dunia nyata di Jakarta. Apa kabar macet? Apa kabar sampah? Apa kabar kesenjangan sosial? Apa kabar kriminalitas yang tinggi? Bagaimana menunjukkan ke negara-negara ASEAN lainnya kita juga siap secara fisik (tidak hanya maya) untuk menjadi Diplomatic City of ASEAN? Syukur alhamdulillaah ya sekarang Jakarta dipegang oleh pasangan pemimpin yang menjanjikan. #uhuk #bukankampanye Tapi pemimpin aja yang semangat bergerak untuk membenahi tidak cukup. Sebagai warga yang baik, walaupun saya hidup di pinggiran (Bekasi ngesot dikit), saya merasa kita juga harus ikut andil mensukseskan program Pak Gubernur dan wakilnya untuk menjadikan Jakarta lebih baik. Niatkan yang paling utama untuk kemaslahatan masyarakat yang hidup di dalamnya. Kalau itu berjalan dengan baik, dengan sendirinya nama Jakarta akan terangkat dan membaik di mata dunia. Aesh, seddaap!

Apa efeknya untuk kita kalau Jakarta terpilih menjadi Diplomatic City of ASEAN?  Yang pasti akan makin besar sorotan dunia kepada kita. Ini semacam buah simalakama. Yang bagus dan yang jelek bisa keliatan sekaligus. Yang bagus bisa mengangkat nama kita tapi yang jelek bisa ngebanting kita, globally! Siap? Harus siap, dong! Kalau nggak siap, bisa jadi jadi katak dalam tempurung. Positifnya, Jakarta potensial menjadi trending topic di Twitter setiap hajatan ASEAN berlangsung di Indonesia. Hahaha! Nggak penting, ya? Yakin? Ini penting sekali, saudara-saudara! Semakin sering nama kita disebut di social media, maka semakin tinggi Klout score-nya. Lah? Kok jadi ke sono? Maap, buzzer gagal ya gini ini. -_-! Etapi, serius ini! Hari gini, menaikkan nama bangsa harus dari semua aspek, termasuk aspek dunia online yang penyebarannya sangat luas. Ini sangat positif untuk Indonesia karena dengan begitu, keinginan kita untuk tampil baik di mata dunia akan terpacu. Kalau udah ada keinginan untuk nggak dinyinyirin orang lain, biasanya kita setengah mati berusaha tampil sebaik-baiknya. Masalah itu cuma pencitraan atau emang diniatkan baik, ya itu urusan masing-masing deh, ya. Yang jelas, kalau kita berada di spot light, biasanya kita nggak akan mau tampil malu-maluin. Positif, toh? #toh

Yiug, Pak ... bareng-bareng naik Trans Jakarta ke Markas ASEAN Secretary di Sisingamaraja ... #duile :D (source)

Negatifnya, ummm ... Saya agak susah ngomongin hal-hal yang negatif, soalnya akyu khan orangnya positif githu, dyeeh ... Yaelah, hahahaha! Tapi benaran, saya bingung melihat sisi negatif dari terpilihnya Jakarta sebagai kota perwakilan negara-negara se-ASEAN ini. Buat saya ini mah bagus banget untuk kita sebagai warga negara Indonesia. Kalau pun nanti terangkat juga kekurangan-kekurangan kita saat menjadi tuan rumah yang baik untuk ASEAN, ya anggap aja lagi dinyinyirin. Eh salah, maksud saya, anggap aja itu kritik membangun supaya kita makin semangat untuk jadi kota yang globally prepared. Lagian, masak dinyinyirin aja takut? Halah, tweeps Indonesia itu bukannya paling jago nyinyir-nyinyiran di dunia maya? Hahaha! Seriously, kita harus sambut dengan semangat yang positif terpilihnya Jakarta sebagai Diplomatic City of ASEAN ini! Dengan semangat yang positif, (semoga) kita mampu menjadi perwakilan wajah negara-negara ASEAN di mata dunia. Ini baru keren! Hidup Jokowi - Ahok! #uhuklagi 

Akhir kata, terima kasih @aseanblogger untuk lombanya yang keren ini! Sukses yaa ... (sambil berdoa semoga kebagian menang, predikat pemenang terunyu juga gapapa). Aamiin!


 

27 komentar:

  1. *ngekek ga abis-abis*

    sukses ya mak hahahahahhaha...

    speechless aku baca. ga bisa komen. pokoknya semua yg baik-baik kita aminin aja deh .. XD

    BalasHapus
    Balasan
    1. wekekekekekkk, ini semacam hampir mengalami kerusakan gara2 maksa nulis topik berat selama 10 hari...dimaklumin aja ya...plis... :))))

      Hapus
  2. foto emak gaoel yg lagi nyinyir manis sekali mak... semoga harapannya jadi pemenang terunyu sukses ya mak, nanti hadiahnya bagi2 yaaaaaaa wakakakakakakaaaaaaa... ini kok sy berasa anak sma yg baru denger kata LULUS gitu ya *lebay* :))))))

    BalasHapus
    Balasan
    1. sengaja pilih yg manis, biar yg berasa kecut...:))))
      selamat yaa, akhirnya kita lulus jugaa...soal nilai mah belakangan deh...hahahahaa

      Hapus
  3. Ahahahah...wis, lah, aku juga ga tau mau komen negatip apa di sini. Mesti ngaku, dengan berat hati (wkwkwk, dikeplak) bahwa tulisanmu itu lho, maknya... uumhh, gimana sik gue mepresentasikannya? Aargh, sulit, mak, sulit. #Sokrempong :)))

    Sakseus untuk 10 hari nya, siap2 dapetin hadiahnya, Aamiin

    BalasHapus
    Balasan
    1. lah? jadi maksudnya gimana ini? hahahaa...
      aamiin, makasih ya maaak...

      Hapus
  4. Ah lagi-lagi.... aku nyengir baca postinganmu. Wuahahahaha.... horeeee... kita hataaam! :))

    BalasHapus
  5. huahaha.... baca tulisanmu, mmbak, nggak perlu susah-susah ngerti maksudnya...

    ayo deh bersama berdoa supaya mbak menang. dan kita bikin tumpeng :)

    BalasHapus
  6. Jakarta kayaknya harus berbenah ya :)

    BalasHapus
  7. ahahahahahah.....
    eh mbk,mw wawancara dikit yak???
    gimana nih rasanya jadi diplomat selama 10 hari??? :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. wuihh, sekarang kayanya siap deh jadi dubes...wkwkwkwkwk

      Hapus
  8. Mpok, itu yang di naikin Jokowi sama Ahok bukan bus Trans Jakarta, tapi Kopaja, Mpok!

    BalasHapus
  9. Wah yg komen emak2 semua ... yach udah nitip jejak aja dech mumpung lagi sempat blogwalking ... nanti saya bilangin ke panitia @aseanblogger supaya blog ini dapat hadiah ...

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah, aaamiiin...semoga panitianya terketuk hatinya...hihihihi...
      makasih sudah mampir mas Aris, btw ada tuh bapak2 komen di atas mas Aris...masak gk kenal? ;)

      Hapus
  10. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  11. Aku ngebayangin nyinyirnya itu sampai bibirnya mencong2, tetiba fotonya yg foto manis banggeeeddd. Gak nyambuuuung wkwkwkwkkk......

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, susah emang jadi orang manis... #uhuek :)))

      Hapus
  12. Postingannya bagus :) followback blog gue dong http://ekienglandmuse.blogspot.com/

    BalasHapus
  13. Emang cocok disebut emak gaoel ini, hihihi....Sukseslah buat Jekardah! :)

    BalasHapus
  14. pemenang terunyuuu wkwkwk #ngakakPagi

    BalasHapus
  15. Wah wah baru sempet blogwalking satu kata renyaaaaah

    BalasHapus