Senin, 25 November 2013

3 Tahun Penyelenggaraan Kompasianival, Untuk Siapa Acara Ini Diadakan?

  29 comments    
categories: , ,
Assalamu'alaikum, teman-teman semua ...

Siapa yang kemaren baru menghadiri acara ultah Kompasiana di Grand Indonesia? Mari tunjuk tangan dan duduk yang manis di sini. Iya, duduknya ndlosor aja di karpet, gapapa kok, gak bakalan saya usir. Mau buka lapak atau gelar makanan juga silakan. Saya mau cerita-cerita sedikit (dan kayanya bakalan panjang ini) tentang kesan-kesan saya menghadiri perayaan ultah Kompasiana yang sudah 3 tahun terakhir ini memakai nama beken Kompasianival.

Dari awal Kompasianival diadakan tahun 2011, saya dan suami memang selalu berniat untuk hadir demi bisa bersilaturahmi dengan sahabat maya yang kami kenal melalui Kompasiana. Mengingat ini acara besar, pastilah banyak sahabat yang berkumpul di sana. Mengejar pertemuan dengan para sahabat sekali setahun ini yang selalu menguatkan langkah kami untuk hadir di sana, selama tidak ada halangan.


Diwawancara Koplak Yo Band di Kompasianival 2013


Kompasianival 2011 (Fx Plaza) 

Tahun pertama Kompasianival (2011) acara diadakan di sebuah shopping center di Sudirman, Fx Plaza. Tempat yang lumayan bergengsi mengingat lokasinya di tengah kota dan merupakan salah satu shopping center yang masuk ukuran elit dan mahal (untuk ukuran saya). Saya suka-suka aja acara diadakan di mall besar seperti Fx Plaza. Walaupun sebenarnya mau diadakan outdoor sambil lesehan seperti waktu kopdar perdana saya dengan Kompasianer di TIM pun insha Allah saya akan datang juga. Tapi ya, kalau dikasih tempat yang adem ber-AC kayak di Fx, ya alhamdulillaah. Karena itulah, waktu itu kami pun membawa serta dua anak kami. Berharap dengan nyamannya temperatur dan suasana dalam mall, anak-anak pasti tidak akan rewel, pikir kami. 

Kompasianival 2011

Apa daya, baru masuk area registrasi waktu itu, kami sudah disambut dengan badut. Sukses membuat Safina yang waktu itu masih berusia 3 tahun nangis ketakutan. Wkwkwkwk .... Ya, bukan salah badutnya, sih! Tapi tetep aja bikin saya senewen. Kalau sampai ni anak ogah saya ajak masuk, ya bakalan gagal rencana kopdaran dengan teman-teman di dalam area Kompasianival. Maka proses registrasi pun merupakan perjuangan tersendiri untuk saya. Menenangkan Safina yang menjerit-jerit ngeliat badut, minta tolong sama om badutnya supaya menjauh dulu, lalu nulis nama di buku tamu dan mendapat name tag berupa stiker dan selembar kertas yang katanya untuk mengumpulkan tanda tangan/cap dari tiap booth sponsor untuk kemudian akan diundi di akhir acara untuk memenangkan door prize. Goodie bag? Wah, saya udah tau dari awal kalau saya nggak bakalan dapet goodie bag karena di postingan panitia sudah disebutkan dari jauh-jauh hari, goodie bag dan kupon makan siang hanya diberikan kepada 100 peserta pertama yang registrasi. Sedangkan waktu itu saya datang hari sudah siang sekali.

Sampai di dalam area Kompasianival 2011 saya menemukan panggung kecil di ujung tengah ruangan dan beberapa booth sponsor mengelilingi area. Saya sudah lupa booth apa saja waktu itu. Yang jelas ada dari bank dan Kompas kayanya. Hal pertama yang saya rasakan begitu berhasil masuk ruang acara adalah haus gila gara-gara udah berjibaku nenangin si Safina di luar. Maka saya pun mencari-cari booth yang menjual makanan. Beneran! Saya emang niat mau beli minum di dalam karena dalam bayangan saya konsep acaranya berupa carnival, dan carnival di mana-mana harusnya sih bertabur makanan dan minuman. Ya dijual juga gapapa, yang penting masih dalam area acara. Tapi nasib berkata lain. Tidak ada satu pun booth yang menjual minuman dan makanan di dalam. Akhirnya saya cuma celingukan di dalam sambil mendengarkan talk show tentang perbankan (yang rasanya nggak nyambung banget sama tema acara perayaan ulang tahun). Yaelah, masa ngerayain ulang tahun disuguhin omong-omong soal perbankan syari'ah? Bagus, sih tapi nggak tepat moment aja buat saya.

Saya makin gelisah karena tempat duduk pun sangat terbatas di dalam ruangan tersebut. Banyak teman-teman Kompasianer yang duduk lesehan di lantai berkarpet di sembarang tempat yang kosong. Karena tidak juga menemukan minuman, saya pun mulai celingukan mencari minuman mineral gelas yang (biasanya) selalu tersedia d acara-acara komunitas semacam ini. Ya ampun, harapan saya cuma segelas aqua doang, sumpah! Tapi lagi-lagi saya harus menelan kekecewaan, karena panitia juga tidak menyediakannya untuk pengunjung. Mau tidak mau saya sekeluarga keluar lagi dari ruangan acara dan turun menuju foodcourt. Buat saya sekeluarga waktu itu tidak masalah kami jajan di foodcourt karena kami sudah menyiapkan budget untuk makan di luar hari itu. Jadi kami sekalian mencari makan siang di sana. Tapi beberapa teman yang datang dari jauh seperti Hadi Samsul dari Bandung mukanya langsung asem banget. "Gila, aqua gelas aja nggak ada di dalem?" Pukpuk Hadi ... yang sabar yah ...

Pada saat jam makan siang, di meja registrasi mulai terlihat antrian bagi pengunjung yang memegang kupon makan siangnya untuk mengambil "jatah" makan siang mereka berupa nasi kotak. Agak-agak gimana gitu ngeliatnya, kayak ngantri sembako or apa gitu. -_-! Untuung, ada beberapa teman yang membawa penganan kecil untuk dibagi-bagi dan dinikmati bersama. Jadi dengan beralaskan karpet dan sedikit sofa empuk di pojok ruangan, kami menikmati kebersamaan sampai menjelang malam.

Kami pun pulang sambil cengengesan mengingat banyak teman di dalam ruang acara yang mengeluh kehausan. Sekadar air putih kemasan pun tidak ada di dalam. Mungkin, kalau di dalam ada yang jualan juice bakalan laku padahal. :D

Walau bagaimana, karena niat kami ingin bertemu dengan teman-teman yang datang dari berbagai daerah, hati tetap merasa bahagia. Soal kekurangan di sana-sini dalam pelaksanaan acara, kami berusaha kesampingkan. Ah ya sudahlah ya, kata saya dlam hati.


Kompasianival 2012 (Gandaria City, Jakarta)

Kompasianival kedua yang diadakan oleh Kompasiana juga kami niatkan untuk hadir. Selain niat utama yang masih tetap sama, bersilaturahmi dengan teman-teman maya, woro-woro panitia kali ini sangat menarik. Akan banyak komunitas yang terbentuk di Kompasiana dan juga di luar Kompasiana mengisi booth yang disediakan gratis oleh panitia. Kampung Fiksi tadinya juga akan mengisi salah satu booth, tapi karena satu dan lain hal, kami akhirnya batal untuk ikut. Saya sendiri akhirnya memutuskan untuk jadi penonton dan berusaha menikmati jalannya acara.

Kompasianival 2012

Saya suka sekali sebenarnya dengan konsep Kompasianival di Gancit ini. Begitu selesai registrasi, pengunjung mendapat ID Card bertuliskan nama masing-masing. Buat saya tanda pengenal seperti ini lumayan penting, karena bisa kepo diem-diem. Hahahaha! Tapi yang paling saya sukai dari Kompasianival 2012 ini adalah booth komunitas yang menyebar seisi ruangan yang luas banget. Saya menikmati nemplok dari booth ke booth. Mulai dari booth Koplak Yo Band, Fiksiana Community, Planet Kenthir, Desa Rangkat, Canting sampai komunitas yang terbentuk di luar Kompasiana seperti Kumpulan Emak-emak Blogger, Plot Point dan lain-lain. Booth sponsor? Tentu aja tetap ada, dong! Yang pasti, saat saya haus dan lapar, saya nggak perlu lari keluar ruangan mencari foodcourt seperti tahun lalu karena di dalam area acara banyak booth yang menjual makanan dan minuman lengkap dengan tempat duduk untuk mengistirahatkan kaki sejenak.

Satu kekurangan yang saya rasakan dari pelaksanaan Kompasianival tahun 2012 ini adalah suasana yang hiruk-pikuk dan suara yang bercampur-aduk dari segala penjuru. Suara dari panggung utama yang super loud membuat teman-teman yang sedang ngariung di booth komunitas masing-masing jadi bercakap-cakap dengan suara keras. Belum lagi beberapa booth komunitas mengadakan acara mini talkshow di booth mereka masing-masing. Suasana hiruk-pikuk ini mengingatkan saya pada suasana pasar kaget atau pasar malam. Wah, dapet banget sebenernya kesan carnivalnya: heboh! Tapi terlalu berantakan jadinya. Malah bikin kepala pusing. Tapi jika dibanding acara tahun lalu di Fx, saya sebenarnya senang dengan konsep acara tahun 2012 ini.

Dalam perjalanan pulang saya berharap semoga tahun depan panitia mampu memperhalus konsep Kompasianival yang tahun ini sehingga bisa lebih dinikmati oleh pengunjung. Karena pada dasarnya, Kompasianer yang datang itu butuh tempat untuk menyambung koneksi mereka di dunia maya melalui Kompasianival ini. Banyak sekali teman-teman yang datang dari luar Jakarta, bela-belain datang hanya untuk menghadiri Kompasianival agar jalinan pertemanan di Kompasiana yang selama ini hanya bersifat maya bisa mewujud dalam sentuhan dan tatapan langsung. Aish, sedap.


Kompasianival 2013 (Grand Indonesia, Jakarta)

Wih, mega, neh, pikir saya dalam hati waktu baca lokasi pelaksanaan Kompasianival tahun ini. Grand Indonesia itu salah satu mall paling bergengs, elit dan keren di Jakarta. Lokasinya aja di pusat kota Jakarta. Saya yang warga pinggiran begini, baru kedua kalinya menginjakkan kaki di sana. Banyak alasan sih, selain jauh. Tapi alasan utama ya, semua yang dijual di sana nggak kejangkau sama isi dompet. Hahahaha!

Setidaknya saya bahagia bertemu dengan sahabat-sahabat saya di Kompasianival :D

Setelah tiga jam perjalanan dari Bekasi menembus kemacetan yang gila banget sepanjang Sudirman, akhirnya kami sampai di Grand Indonesia. Begitu sampai di Fountain Atrium, panggung Kompasianival dengan deretan kursi yang disusun dengan lay out class room langsung kelihatan. Posisi panggung yang dikelilingi oleh restoran dan cafe membuat lalu lalang pengunjung mall dan tamu Kompasianival jadi campur aduk. Saya jadi bingung sendiri mana yang Kompasianer mana yang bukan, nih? Apalagi setelah celingukan agak lama, meja registrasi belum juga kelihatan. Saya menyusuri beberapa meja kecil di pinggir area atrium yang ternyata diisi oleh sponsor acara. Satu-satunya area yang langsung akrab di mata saya adalah area live streaming Koplak Yo Band di samping kiri panggung. Itu juga karena saya sempat lihat kepala plontosnya Babeh Helmi di sana, kalau nggak ya nggak tau juga di sana ada teman-teman Koplak. Dan nggak taunya meja registrasi yang ukurannya imut banget dengan tulisan REGISTRASI yang ditulis tangan pakai pulpen hitam dan hampir habis ada di dekat sana. Hahahaha, sampe puyeng saya nyarinya. 

Catet-catet nama dan email, panitia dengan T-shirt CREW memberi saya sebuah tas kertas yang saya asumsikan sebagai goodie bag. Alhamdulillaah dapet goodie bag, kata saya sambil ngintip isinya apaan. Sebotol air mineral merek AQUA. Oh ya, AQUA kan salah satu sponsor Kompasianival tahun ini. Mayan deh, dapet Aqua sebotol. Lirik-lirik logo sponsor di screen TV, ternyata ada Pertamina dan BCA juga. Wih, sadis gandengannya nih tahun ini.

Acara berlangsung di panggung, tapi saya masih ingin halo-halo dulu dengan teman-teman. Niat utama saya datang kan memang mau silaturahmi dengan mereka. Beberapa wajah yang sudah familiar saya temui. Senang rasanya. Tapi karena nggak ada ID Card seperti tahun lalu, beberapa teman yang sebenarnya sudah kenal di dunia maya, pas ketemu jadi bingung juga ini siapa ya? Akhirnya tiap dikenalin baru deh keluar kata-kata, "Ooooh, ini toh yang namanya ...." Cape yaaa, tebak-tebakan melulu. Wkwkwkwk.

Harapan saya untuk bisa menemukan acara yang setidaknya mirip dengan tahun lalu musnah sudah sejak setengah jam saya ada di lokasi. Jangankan menemukan booth tempat komunitas kelahiran Kompasiana di sana, untuk duduk sambil menikmati oleh-oleh dari Kompasianer yang datang dari daerah pun kami kesulitan. Duduk di kursi, ya nggak mungkin karena di panggung lagi ada pengisi acara. Ya nggak sopan juga kali, yang di panggung lagi ngomong atau nyanyi, terus kita malah sibuk buka-buka kotak isi kue sus. Kesannya jadi bikin acara sendiri. Akhirnya jadi pada kreatif duduk di lantai di bagian belakang area acara sambil ngobrol ngalor ngidul dan ngemil. Suasana hangat seperti ini sebenarnya yang saya cari. Tapi kebahagiaan kami tak bertahan lama. Seorang lelaki berseragam hitam merenggutnya dari kami! #jeggeerrr #bunyigeledek #kamerazoominzoomout Satpam mall menegur kami dengan muka mupeng pengen kue sus galak dan melarang kami makan-makan di seluruh area acara berlangsung. Yang kedengeran di telinga saya sekilas, si satpam bilang, "Nggak boleh makan-makan di sini, karena lantainya susah dibersihin!" Like, hellooh? Derita loe. OK, deee .... Bukan salah pak satpam, dia cuma menjalankan tugas. Mari salahkan ... rumput yang bergoyang. Sambil meringis asem, kita pun beres-beres kue sambil tetep ngunyah dan cekakak-cekiki. Ya kali, masak kue yang udah masuk ke dalam mulut mau dimuntahin keluar pas ditegur satpam? Kan, sayang? Hahahaha! Eh, belum dua menit, satpamnya dateng lagi. Kali ini suaranya rada keras dan mukanya lebih kenceng, "Tolong, bu! Dibereskan makanannya. Tidak boleh makan di sini!" #jebrettt

Hati saya mencelus. Kok kami dapat perlakuan begini? Saya segera beranjak dari sana dan menjauh karena perasaan saya yang halus seperti porselin cina langsung ilfil banget. Kayak diperlakukan seperti orang yang nggak pantes ada di sana, kayak anak yang nggak diurus sama orang tuanya, kayak pedagang kaki lima yang diusir Satpol PP. What have we done to get this? Kita datang untuk meramaikan acara yang ada di sana. Dan perlakuan nggak enak ini yang kita dapat? Kalau sejak awal panitia sudah memperingatkan Kompasianer untuk tidak membawa makanan, mungkin tidak begini jadinya. Pihak gedung harusnya kan juga sudah menginformasikan kepada panitia tentang hal ini? Atau mungkin ini tidak dianggap penting oleh panitia untuk diinformasikan? Nggak tau juga. Saya juga males mikirinnya, udah keburu ilfil pake banget. 

Saya pun kembali konsen ke panggung dan mengikuti penampilan band apa itu namanya saya nggak tahu dan lagunya juga saya nggak kenal. Nunggu-nunggu, siapa tau bakal ada kuis berhadiah buat mengobati kejadian tadi. Hahahah! Dasar murahan! Mau aja dibayar pake kuis. Wkwkwkwk! Eh, ya sampe saya pulang juga ternyata nggak ada tuh kuis-kuisan berhadiah apa kek gitu dari sponsor. Untung di sana sinyal juga minim banget, jadi saya juga nggak ada minat buat live twit. Padahal kalo lagi di acara-acara gini saya rajin banget lho live twit, biar pun nggak dilombain. Tapi kalau udah begini, ya maap-maap aja, jek. Capek jari doang gue, hati nggak ikhlas. Nambah dosa yang ada. 

Akhirnya saya dan suami memutuskan untuk makan di salah satu restoran yang ada di dekat panggung. Belum-belum saya udah mules duluan mikrin berapaan nih makan nih mall keren gini? Untuuung nggak bawa anak-anak. Hahahaha! Karena mikirin mahalnya makan di sana, saya juga nggak berani sok-sok ramah ngajak makan temen-temen, ntar dikirain mau ditraktir, manyun dong saya. Wakakakakkk!


Intinya, kalau mau dibandingkan dengan pelaksanaan Kompasianival 2 kali sebelumnya, ini yang paling parah. Dari segi fasilitas untuk Kompasianer-nya sampai kesiapan panitia selama acara berlangsung dan juga interaksi sesama Kompasianer yang sama sekali tidak difasilitasi oleh panitia. Yang digembar-gemborkan sharing dan connecting di Kompasiana jadi semacam slogan kosong aja jadinya. Kompasianival jadi ajang sponsor buat jualan, sementara Kompasianer dijadikan target buat dengerin jualan mereka di panggung dan sekitar area. Kenyamanan pengunjung tidak dipersiapkan sama sekali. Mau dapet makan gratis? Ya bukan gitu juga kali. Tapi perlakuan sepantasnya sajalah seperti masalah pengusiran yang lumayan bikin kecut hati itu. Bahkan ruang untuk saling bersilaturahmi dengan nyaman pun kita tak dapatkan di sana. Apalagi mau ngunyah makanan oleh-oleh dari teman-teman. Dipelototin satpam, bo! Beugh, serem! Kesannya jadi kita kayak ayam kampung masuk mall. Kehormatan sedikit tergores sih, walaupun tidak ternoda. Halah.

Sekedar buat bahan perbandingan aja. Komunitas yang jauh lebih kecil dan lebih muda dari Kompasiana mampu menyelenggarakan hajatan besar dengan sponsor besar dan memberikan maksimal untuk para tamunya. Contohnya waktu perhelatan Srikandi Blogger 2013 yang diadakan oleh KEB bulan April lalu. Ruangan yang nyaman, susunan acara yang atraktif dan interaktif dengan tamu, berbagai kuis dan games yang meriah, makan siang, goodie bag bertabur produk sponsor sampai hadiah-hadiah yang rasa-rasanya kategorinya sampe dicari-cari banget pun ada. Hahahaha. Jadi saya ngarepin hadiah gitu? Nggak. Tapi buat saya yang juga pernah menjadi penyelenggara satu acara (walaupun lebih kecil), apa pun yang bisa kami berikan untuk tamu undangan akan kami usahakan.

Srikandi Blogger 2013, Kumpulan Emak-emak Blogger

Bahkan pada acara ulang tahun Akademi Berbagi Bekasi, yang notabene adalah sebuah komunitas kecil dan swadaya tahun lalu, para undangan dapet lho kotak konsumsi isi roti sama Aqua. Ini Akber, lho! Nggak kenal Akber? Akademi Berbagi ini komunitas yang berjalan karena keikhlasan relawannya tanpa dibayar, tapi mereka tahu bagaimana sepantasnya memperlakukan tamu acara ulang tahun mereka. Apa mereka bertabur sponsor? Tidak. Ada satu hadiah utama yang mereka undi di akhir acara, dan itu adalah sebuah voucher 500 ribu untuk membuka franchise jualan siomay di Bekasi. Bayangin! Segitu doang, tapi usaha dan niat panitia acaranya harus diacungin jempol karena ingin menyenangkan tamu acara mereka dan menjaga kemeriahan acara sehingga terjalin kehangatan. 

Ulang tahun Akademi Berbagi Bekasi 2013

Buat bahan evaluasi aja untuk Kompasiana (kalo dibaca ini juga), sebaiknya sebelum menggelar acara yang digadang-gadang bakalan heboh, wah, bergengsi dan keren, setting dulu untuk siapa acara itu dibuat? Untuk sponsor, untuk tamu atau untuk panitia? Sangat mungkin kok membuatnya menjadi untuk ketiganya, tapi memang butuh kerja ekstra, bukan ala kadarnya dan asal jadi. Sponsor punya kepentingan, tamu harus dihormati, panitia perlu diberi kompensasi. Semuanya bisa dicapai, kok. Kalau nggak gitu, acara akan berjalan timpang seperti yang terjadi pada Kompasianival tahun ini.

Apa saya kapok datang ke Kompasianival? Dengan tujuan silaturahmi, saya tidak akan kapok. Tapi kalau ada pilihan acara lain yang bisa mengumpulkan teman-teman Kompaisaner saya di satu tempat dan satu waktu, saya akan pilih selain Kompasianival. Apakah saya kecewa dengan Kompasianival tahun ini? Banget! Kalau diibaratkan, melihat bagusnya konsep acara tahun lalu, acara tahun ini bisa dibilang malah mundur banyak langkah, bukannya maju. Mudah-mudahan ini jadi bahan catatan dan evaluasi untuk ke depannya. Panitia, sponsor dan tamu bisa kok diakomodir dengan seimbang dan layak, tapi memang butuh kerja keras. Bukan kerja gampang menggelar acara besar, saya tahu. Tapi kalau semua bisa dipuaskan, tentu panitia/penyelenggara juga yang senang nantinya bertabur pujian di banyak postingan blog. :D

Pesan sponsor:
Jangan lupa ikut Lomba Ultah Blog Emak Gaoel yang Ke-5 Bersama Smartfren, ya! Berhadiah tab, hp android dan windows phone!


29 komentar:

  1. Ngakakakakakakakaaaa... derita lo emang tahun ini, derita besar ternyata :')

    Eh...kok enak aja satpam berani ngelarang2 makan kue sih? Suka2 pengunjung lah.. ga bener banget ih..

    BalasHapus
  2. mak, tulis di K juga ini, biar dibaca banyaaaak orang. :D
    Tadij uga baca ulasan cerita kompasianival di K, katanya jelek banget. -_- Padahal aku udah mupeng2 sama acara ini, cuma karena jauh ya harus nahan. Ealah kalo ternyata kayak begini, jadi ragu2 kalo tahun dpean aku bisa datang.

    BalasHapus
  3. ya ampunnn..ngenes banget ya mbk,untung nggak pernah datang hahaha....

    BalasHapus
  4. sy blm pernah dtg ke acara kompasianival. Tp mnrt pengalaman sy kl dtg ke acara kopdar atau kumpul2 dg komunitas gt yang dicari adlh KEBERSAMAAN. Makanya pas baca tulisan Mak Gaoel ini, sy nanya2 sendiri "Kenapa hrs dimall terus acaranya?". Kenapa gak sewa sebuah tempat pertemuan atau tempat pameran?

    Apalagi untuk komunitas sebesar kompasiana rasanya gak perlu lagi deh cari2 member baru dengan cara bikin acara di mall. Dengan bikin acara di tempat pertemuan tapi acaranya tetap terbuka juga untuk umum, saya rasa pengunjung umum juga akan dtg. Dan kemungkinan besar kompasianers juga akan merasa spt 'di rumah'

    BalasHapus
  5. Untung temen2 Canting gak ada yang datang, mbak. Kalo datang mesti diusir2 satpam terus. Abis kita lihat ada tempat kosong dimanapun selalu dijadikan tempat lesehan, udah penampilannya kayak gembel semua hehehehe. Gak nyesel deh gak datang Kompasianival tahun ini :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahhaa.. pikiranku sama BKK sama nih, untung anak2 canting gak pd datang ya, gerombolan yg sampe Mall belom mandi...* inget yg di Gandaria City..
      tapi mak..setujulah sama semuanya, ini makanya meskipun LS jalan terus, aku cukup 3 jam aja di sanah..pemilihan tanggalnya juga gak tepat *belom gajian.. :-)

      Hapus
  6. Wkwkww.. yg kompasianival 2011 akhirnya mas hadi samsul di traktir gak? Kan kasian kalo dia ga bawa sangu wkwkkwkwk

    Trus kenapa itu tulisan hatinya halus seperti porselin cina di coret.. Padahal kan sesuai, paling kurang satu kata... R.e.t.a.k wkwkkkw


    Mbak, post di #k dong... Tulisan ini layak HL.. Karena komplet runtut dan detil.. Dan kalo ada admin berani HL in kolorsianival taun depan aku cuci kaki admin wakakakkakakak

    Nunik utami

    BalasHapus
  7. Kompasiana mungkin mendapat miliaran dari sponsor, tapi ya, itu cuma buat bikin bengkak kantong mereka sendiri.. Toh dalam pikiran mereka, sudah dapat numpang gratis juga sudah untung.

    BalasHapus
  8. hmmm... semoga bisa menjadi masukan untuk panitianya..

    BalasHapus
  9. Wikikikiki..... deritaaaaa jadi kompasioner :) Padahal para kompasioner inilah yang membesarkan nama kompasiana dan secara tidak langsung, KOMPAS! sponsor hebat cuma di habisin buat bayar gedung da undang artis-kah?
    Mending bikin grup baru di luar kompasiana terus acara kopdarannya ditempat yg sederhana nan luas kayak TMII, jadi uang sponsor bias buat makan enak, memuaskan tamu yang hadir. Tul ngga??

    BalasHapus
  10. melongo baca ulasan mak Gaoel. dan ngebayangin mak n the genk beberes kueh sus. Belum dua menit dah di datengin lagi.. rasanya pengen nonjok tuh satpam!
    *esmosi

    BalasHapus
  11. turut berduka cita - bela sungkawa untuk matinya sebuah kebersamaan & keakraban

    BalasHapus
  12. heemmm,,sabar ya mak,,he he,,laen kali bwa meja kursi ndiri mak,,biar ngga ngotorin lantai,,he he he,,*kabuuuurrrr takut ditimpuk*

    BalasHapus
  13. ga pernah ikutan acaranya kompasiana...jarang koment disono..punya akun cuman buat intip2 doank..ga berani koment takut di bully..halagh hahaha

    BalasHapus
  14. Kenapa yah pas baca ini alih2 bayangin acaranya yg semrawut aku malah bayangin sesosok mak g4o3l yg lg ngomel hahaha.

    Jadi kaya ga berempati yah? :p tapi beneran liat ini jd bayangin mak winda itu aslinya kocak, bawel, berisik, ceria, dan doyan kue sus wkwkwk. Kpn ya bs kupdar sm dirimu.. ikut BN nggak mak??

    BalasHapus
  15. Hahahahaha...yah begitulah, daku juga bingung perasaan klo nyewa tempat di manapun sudah langsung dibilangin : sewa termasuk uang kebersihan

    La ini jangan2 panitianya kaga bayar sekalian uang kebersihan kali mak :)))

    Memang dari 3 tahun inilah terparah

    BalasHapus
  16. Mak.... maaf ijin senyum dulu, abis itu baru sedih hehehe
    abis mak ceritanya asik dan gaul banget, jadinya senyum dulu :D
    abis itu baru deh ikutan sedih mengetahui "derita" eh pengalaman mak di kompasianival kemarin *peace mak :D

    alhamdulillah blom pernah ikutan kompasianival atau pun acara temu blogger lainnya, jadi abis baca postingan mak ini, saya jadi tahu, makasih sharingnya mak :)

    BalasHapus
  17. jadi pelajaran buat kita2 ya mak, kalo buat acara kopdar atau apapun itu harus dipikirkan matang2 bagaimana konsep acara juga pesertanya. terkadang ga masalah kalo pun kita harus bayar asal ga mahal2 utk biaya konsumsi seperti air mineral n kudapan ya mak, yang penting bisa ketemu sama teman2

    BalasHapus
  18. kemahalan bayar tempat kali ya sampe ga sanggup melayani tamu dengan baik. hehe

    BalasHapus
  19. Mak , kenapa gak diposting di kompasiana juga, bisa bikin acuan mereka untk acara tahun depan, biar penyelenggara bisa lebih siap..:)

    BalasHapus
  20. oooh,,,...jadi begitu yaaa....ngg seruu dong ya mak :D...sayang banget! apalagi setelah yang tahun 2011 cihuy begitu :D..kita hampiiir mampir, tapi karena si Abang mau ulangan, mamanya disetrap di rumah juga :D...

    BalasHapus
  21. Belum pernah ikut kompasianival mak! :)
    Sekalinya denger, ternyata penuh derita yah! jd ragu ikutan deh :D
    Mdh2an panitianya baca en py niat utk memperbaiki diri. *mari berdoa,mengheningkan cipta..mulai! hihih

    BalasHapus
  22. aku belum pernah ikutan mbak, tapi baca2 dari komen orang2 aja hehehe. Seharusnya semakin kesini semakin bagus ya pelayanan atau penerimaan tamunya. yang top itu KEB penuh makanan dan hadiah :-D

    BalasHapus
  23. mending nantikan aja kejutan gelaran Srikandi Blogger 2014 mak *jubir makpan SB 2014 :)))

    BalasHapus
  24. Beberapa emak sempat menyemangati agar KEB ikut buka booth di kompasianival tahun ini. Ternyata beruntung juga engga sampai buka booth yak. Hihihihi. Btw, uhhuk, Srikandi Blogger ya? Keren ya, mak? Alhamdulillah. Semoga tahun depan bisa lebih seru. Sekalian kita buat KEBCarnival aja apa? *kabuuurr

    BalasHapus
  25. Wuih, ikutan ill feel deh,hadeh ini tamunya kok nggak dihargai banget ya. Saya sih belum pernah datang ke kompasianival Mak Winda, soalnya jauh. Emoh juga lah kalau situasinya seperti itu.
    Pesan sponsornya tooop banget..suka

    BalasHapus
  26. ikutan sedih, terenyuh, sedih dan geraaammmmmmmmmm grrrrrr :)

    BalasHapus
  27. Dua tahun berturut-turut ikut Kompasianival. Baru taun ini aja absen dari Kompasianival. Dan setelah baca artikel Emak ini, ga nyesel juga ga datang kemarin.

    Mestinya acara kopdar begini yang diutamain itu acara kebersamaannya.

    BalasHapus
  28. enaknya yang di jakrta,,ane pengen ikut tapi g pernah bisa,,,
    tapi kritik juga buat panitianya, masa mau makan siang aja antri seperti BLT. hemm,,, Just inspring mb,,
    Blognya maknyusss..

    BalasHapus