Selasa, 11 Februari 2014

Cari-cari Kursus Bahasa Inggris Yang Bagus

Assalamu’alaikum, pembaca setia Blog Emak Gaoel. :D 

Masih ingat cerita saya tentang anak-anak saya yang diajarin untuk bilingual (Indonesia dan Inggris) sejak bayi? Alhamdulillaah, banyak tanggapan beragam dari para orang tua dan guru yang membacanya. Sebagian sudah mencoba seperti yang saya lakukan, sebagian mau mulai mencoba, sebagian lain mempertanyakan efektifitas dan akibatnya ke pertumbuhan anak dan sebagian lagi pengen tahu secepat apa hasilnya bisa kelihatan. Apa pun itu, saya serahkan kepada teman-teman semua, karena seperti yang sudah saya katakan di postingan itu, setiap keluarga tentu punya caranya masing-masing dalam mendidik anak dan setiap anak pun memiliki kemampuan yang berbeda-beda dalam menerima pola asuh orang tuanya. 

Anak-anak saya, Fadhil (10 tahun) dan Safina (5 tahun) sekarang ini sudah sangat biasa bercakap-cakap atau hanya sekadar mendengar percakapan dalam bahasa Inggris. Khusus untuk Safina yang belum bisa baca tulis, percakapan memang masih sebatas dialog sehari-hari tapi sudah lancar sekali.




Untuk Fadhil yang sudah sekolah dan mendapat pelajaran bahasa Inggris di sekolahnya, sekarang berbeda lagi tantangan yang dihadapinya. Walaupun Fadhil lancar berdialog bahasa Inggris (tapi sekarang mulai males dan lebih memilih ngobrol dengan bahasa Indonesia dengan saya), nilai pelajaran bahasa Inggrisnya ternyata nggak serta-merta bagus, lho! Tadinya saya heran, kok kalau ngomong bisa, pas test di sekolah nggak selancar seperti berbicara? Setelah saya perhatikan, di sekolah lebih menekankan ke penguasaan grammar (tata bahasa) Inggris yang memang jatuhnya teori sekali. Grammar tentu saja penting sekali untuk mengembangkan kemampuan berbahasa Inggrisnya. Tapi kalau terus-terusan belajar grammar, apa nggak bosan anaknya?

Jadi saya pikir, mungkin sudah saatnya saya masukkan Fadhil ke kursus bahasa Inggris supaya apa yang sudah saya rintis tidak sia-sia nantinya. Hari Sabtu kemarin, saya bawa Fadhil ke EF (English First) di Kota Harapan Indah Bekasi untuk mencoba ikut free placement test dan free trial class di sana. Dengan ikut placement test saya akan bisa mengetahui sudah sampai level mana kemampuan bahasa Inggris Fadhil secara lisan maupun tulisan. Dan trial class akan membantunya membayangkan bagaimana proses belajar di EF nanti.



Kenapa saya pilih ke EF? Banyak alasan. Yang paling awal muncul di benak saya saat berniat memasukkannya kursus bahasa Inggris memang EF, karena sejak remaja saya sudah akrab dengan brosur-brosur EF yang dibawa oleh orang tua saya ke rumah. Brosur-brosur yang penuh dengan foto anak-anak dari berbagai etnis sedang berdiskusi di taman dan ruang kelas tampak begitu menyenangkan. Sering banget saya berkhayal, aaah, pengen sekolah ke luar negeri, deh! OK, cukup ngayalnya! 

Alasan kedua, as much as I want my son to understand grammar, I would rather to see him more confident in conversation. Iya, grammar penting, tapi apalah artinya menguasai bahasa asing jika kita tidak memiliki kepercayaan diri untuk mempraktekkannya. Di EF, pembelajaran memang lebih fokus ke conversation dengan tidak meninggalkan kaidah grammar yang benar tentunya. Saya percaya banget, dengan percaya diri berbahasa asing pintu dunia akan terbuka lebar di hadapan kita. Itu yang saya harapkan untuk anak-anak saya kelak. 

Jadi Fadhil ikut placement test hari Sabtu kemarin. Test awal adalah written test yang dilakukan secara mandiri oleh peserta test. Fadhil hanya diberi sebuah modul berisi test dan dipersilakan melihat soal di komputer. Test tersebut termasuk juga listening melalui headphone. Tidak sampai setengah jam Fadhil sudah selesai mengerjakan 45 soal tertulis. Kemudian test dilanjutkan dengan interview untuk mengetahui sejauh mana dia menguasai percakapan dalam bahasa Inggris dan untuk melihat kepercayaan dirinya. 



Sepuluh menit di dalam ruang kelas bersama pengajar berkebangsaan asing, saya hanya bisa melihat melalui dinding kaca sambil senyum-senyum. Oh, anakku ngobrol sama bule, bo! Hahaha! Setengah jam kemudian hasil test sudah keluar. Dan hasilnya ... surprise, surprise! Fadhil ada di level B1 untuk kelompok umur Trailblazers (10-13 tahun). B1 itu ada di level 3 dalam kelompok Trailblazers. Tinggal naik satu level lagi, Fadhil sudah berada di level akhir untuk kelompok umurnya. Pretty amazing, mengingat Fadhil ini anaknya rada-rada males. -_-! 

Lalu saya pun menyempatkan untuk bercakap-cakap dengan salah satu staff di sana, Mbak Widya. Percakapan tadinya seputar bagaimana nanti sistem mengajar di EF, lalu apa saja yang ditawarkan EF dan tidak ada di tempat kursus bahasa lain, dan banyak lagi. Sampai pertanyaan saya pun berujung ke, “Kenapa EF relatif lebih mahal dibanding tempat kursus lain?” Apa yang akan anak saya dapatkan dengan mengeluarkan biaya demikian besar untuk ukuran saya? Setidaknya, kalau sepadan tentu akan saya perjuangkan. 



Mbak Widya menjelaskan panjang lebar kalau semua fasilitas EF adalah fasilitas terbaik di semua negara. EF memiliki iLab untuk mendukung belajar secara mandiri dan online dari rumah untuk memaksimalkan hasil belajar di EF. Kurikulum EF disusun ekslusif hanya untuk EF oleh pakar-pakar bahasa Inggris. Pengajar di EF adalah orang-orang pilihan yang sudah memegang sertifikat mengajar internasional. Selain itu kegiatan pendukung EF juga beragam, antara lain Life Club yaitu aktifitas luar kelas yang diadakan secara rutin untuk membiasakan murid berada di lingkungan berbahasa Inggris yang santai dan informal. Ruang kelas pun diciptakan terbuka dengan dinding-dinding kaca, untuk membangkitkan rasa percaya diri murid saat belajar. EF memberikan lingkungan yang mendukung kemajuan anak berbahasa Inggris secara menyeluruh. Kalau sudah begini, angka jadi tidak terasa memberatkan lagi, ya? Karena yang kita keluarkan sepadan dengan apa yang akan didapat anak kita. 




Pemandangan menyenangkan saat saya menunggu Fadhil test kemarin, murid-murid yang silih berganti datang semua bercakap-cakap dengan bahasa Inggris sesama mereka. Tanpa paksaan dan terlihat sudah biasa sekali. Mumpung Safina lagi ada di sana, sekalian aja saya colek pengajar bule di sana untuk mengajaknya ngobrol sebentar. Hihihihi! 

Untuk teman-teman yang lagi bingung cari-cari tempat kursus bahasa Inggris untuk anaknya, saya sarankan banget untuk mencoba ikut placement test dan trial class di cabang EF terdekat. Semua gratis, kok! Langsung aja daftar ke sini, ya! Nanti bisa melihat dan merasakan sendiri bagaimana EF memberikan fasilitas terbaiknya dan lingkungan belajar yang supportive untuk kemajuan bahasa Inggris anak-anak kita. 

Kenalan lebih jauh dengan EF lewat mata Emak Gaoel di sini, yuk!

24 komentar:

  1. boleh juga kalau ada trial nya dulu ya mbak

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak....cobain aja...gratis ini..
      seenggaknya kita bisa tahu kemampuan anak sudah sampai mana.. :)

      Hapus
  2. Aku dulu lesnya di EF mak, dan iya bener enak banget loh.

    BalasHapus
    Balasan
    1. wogh, pasti keren deh bahasa inggrisnya sekarang...^_^

      Hapus
  3. samaku aja emak.. aku les bahasa inggris lo.. :3 :v ;;)

    BalasHapus
  4. Tapi di tempat saya nggak ada tuh, Mak... :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. uuu, sayang sekali ya...semoga sebentar lagi ada ya.. :')

      Hapus
  5. aku pas kuliah mau kursus di EF tapi takut ntar temen2 skelasnya anak2 SD mak hihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. padahal cuek aja, kan jadi paling gede sendiri...jadi jagoan... #bakatngebully wakakakakakk

      Hapus
    2. Trus akhirnya jadi kursus Enggres dimana Mba Rahmi? :D

      Hapus
  6. *tutupan panci*

    Karena kebiasaan ngomong pakai bahasan Jawa, bahkan cuma shopping itu pakai p satu atau p dobel, pakai tanya dulu ya, Mbak..

    Kalah sama Safina yang udah PD cas cis cus sama native speaker. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. wakakakakakkk....jadi inget kemaren... :)))

      Hapus
    2. Kereeen bgtt proses tes masuknya.

      Nanti saat masuk SMP udah capcuuus!.

      Kereeen, Mba.

      Hapus
  7. nananeneeeeeeee

    BalasHapus
  8. Boleh tanya biayanya berapa ga mba? biar bisa persiapan dulu gituu..

    BalasHapus
  9. permisi blog walking dan salam kenal yaa :)
    saya juga dulunya les di EF nih mba, sekarang lagi kangen akut sama EF!
    gimana kabar perkembangan bhs inggris Fadhil dan Safina nih? :)
    salam ya buat keluarga

    BalasHapus
  10. Kalo untuk orang dewasa ky saya ef bisa gak mba? Pengen fasih bicara bhs inggris nih.
    www.kisasindahood.com

    BalasHapus
  11. duh, kayaknya mbak juga pengen ikutan EF deh :)

    BalasHapus
  12. EF sekarang udah ada yang khusus dewasa 18+, namanya EF Center for Adult, sistemnya Professional English. Materinya memang yang dibutuhkan teman2 yang 70% pekerja. Kalau ada waktu coba datang aja ke EF Kuningan City 1st Floor.

    Langsung caari Ms. Tiwi ya... (081387709884)

    BalasHapus
  13. Done reading, Mba. Thanks for sharing :)

    BalasHapus
  14. Kalo saya dulu kursus di LIA Mercu Buana. Both my written and spoken English are good. Dan waktu itu bayarannya murah banget. bisa diangsur 3 bulan lagi.
    Waktu saya masih kursus di LIA, satu level itu 44 jam, 22 sesi, @ 2 jam.

    BalasHapus
  15. Bisa private ga les nya?? Jadi sendiri gituu ??

    BalasHapus
  16. Bisa sendiri ga lesnyaa?? Gaada temennya gituu

    BalasHapus