Jumat, 21 Maret 2014

Pentingnya Prebiotik dan Probiotik Bagi Saluran Pencernaan Anak

Assalamu’alaikum, teman-teman ....

Saya selalu bersyukur kalau sudah melakukan keputusan yang tepat. Selasa beberapa minggu yang lalu contohnya. Saya dapat undangan untuk ikut seminar edukasi kesehatan anak dari FKUI. Hmm ... hari sekolah, jam sekolah? Bisa nggak, ya? Tapi hati kecil saya jerit-jerit, “Dateng, mak! Dateng! Penting kayanya!” Akhirnya setelah galau beberapa jam, saya diskusi sama suami untuk arrange urusan anak di rumah. Alhamdulillaah, suami bersedia menunggu sampai saya kembali ke rumah. Senang! 


Selasa pagi, 25 Februari 2014, saya dan Safina meluncur ke daerah Cikini untuk mengikuti seminar edukasi kesehatan anak itu. Dan benar, kan! Keputusan tepat untuk datang, karena banyak sekali informasi berharga yang saya dapat setelah acara selesai. Belum lagi acara dibuka sama MC ganteng a.k.a Dr. Oz Indonesia a.k.a Dr. Ryan Thamrin #uhuk. Abaikan dokter gantengnya, mak! Abaikan! #kalau bisa. Topik di tiap sesi seminarnya bagus-bagus ini. Ayo, fokus! 



Sesi pertama dibuka oleh Dr. Herqutanto yang membahas pentingnya edukasi kesehatan di masyarakat dan ini merupakan tanggung jawab semua pihak, termasuk saya selaku seorang ibu dan juga blogger. Yep! Saya setuju banget. Lewat blog kita bisa mensosialisasikan apa pun. Bagus banget kan kalau kita ikut berkontribusi memberikan pengetahuan tentang kesehatan anak ke pembaca blog kita. 


Sesi kedua disampaikan oleh Dr. Hartono Gunadi, seorang dokter anak. Beliau menyampaikan tentang masa-masa penting pertumbuhan anak yang ternyata sudah dimulai sejak anak masih di dalam janin seorang ibu.

Sesi ketiga yang lumayan membuka mata saya. Disampaikan oleh Dr. Saptawati Bardosono, seorang ahli gizi,  seputar apa itu probiotik, prebiotik dan ... ini dia, pentingnya membaca tabel komposisi dan kandungan gizi dalam makanan/minuman kemasan untuk anak. Hayoo! Siapa yang nggak mau repot baca-baca tabel dengan tulisan kecil-kecil di bagian belakang kemasan itu? Jujur, saya juga kadang suka malas ngecek.



Kenapa males, mak? Kalau saya, alesan utamanya ya, nggak ngerti-ngerti banget istilah-istilah di label tersebut. Apaan sih AA dan DHA? Kalau cuma sekedar kandungan lemak, jumlah kalori dan kandungan vitamin sih ngerti, ya. Tapi apakah sesuai dengan kebutuhan anak, itu juga masih dipertanyakan. Intinya, banyak nggak ngertinya cara membaca tabel gizi di balik kemasan. Belum lagi, Dr. Saptawati menyampaikan kalau lihat tabel gizi, coba dilihat apakah ada kandungan probiotik dan prebiotiknya tidak? What? Apa lagi itu? Beruntungnya saya, ikut seminar kemarin. Jadi paham apa itu probiotik dan prebiotik dan gunanya untuk pencernaan kita, terutama anak.


Jadi gini ... (mulai sok pinter, mentang-mentang abis ikut seminar kesehatan) kita paham dong, kesehatan kita bermula dari makanan yang kita asup. Demikian juga hampir semua penyakit yang menghampiri tubuh kita, sebagian besar disebabkan karena makanan yang kita konsumsi. Artinyaa, penting banget menjaga sistem pencernaan kita, agar gizi makanan yang kita konsumsi terserap maksimal. Setuju, yes? Saya mah setuju banget!


Nah, gimana caranya menjaga sistem pencernaan kita agar selalu dalam kondisi yang kondusif untuk menyerap gizi makanan secara maksimal? Ada yang namanya probiotik. Probiotik itu adalah mikroorganisme hidup yang bila dikonsumsi dalam jumlah mencukupi akan memberikan keuntungan bagi kesehatan kita. Karena si probiotik ini punya tugas penting yaitu pengisi barisan depan sistem pertahanan saluran cerna. Artinya, probiotik-lah yang akan melawan serangan musuh (yaitu bakteri dan virus penyebab penyakit) sehingga kita terlindungi dari infeksi. Selain itu probiotik juga membantu proses pencernaan makanan. Di mana bisa didapat probiotik ini? Yang pasti ada pada ASI. Selain di ASI, probiotik terdapat dalam dairy product atau produk turunan susu seperti yogurt dan keju, dan ternyata ada beberapa susu pertumbuhan yang juga diperkaya dengan probiotik. Probiotik ini mengandung bakteri baik yang bagus untuk pencernaan kita. Contoh probiotik baik untuk pencernaan kita adalah Lactobacillius paracasei dan Bifidobacterium longum.

Terus prebiotik itu apa? Prebiotik ternyata adalah makanan/minuman yang bisa memancing pertumbuhan probiotik dalam saluran cerna kita. Tugasnya mengembangkan bakteri baik dalam usus kita agar probiotik terbentuk. Prebiotik terdapat dalam banyak jenis makanan seperti buah-buahan, kacang-kacangan dan gandum. 


Jadi, kalau belanja jangan lupa cek tabel komposisi gizi di balik kemasan. Jangan cuma mencari kandungan vitamin dan AA/DHA untuk pertumbuhan otak anak aja. Cari juga kandungan prebiotik dan probiotiknya, karena kalau saluran cerna sehat, gizi yang dibutuhkan oleh tubuh akan terserap sempurna. Kira-kira gitu deh yang saya tangkap.

Mulai sekarang, nggak apa-apa deh berdiri agak lama di supermarket buat ngecek tabel gizi di balik kemasan. Supaya paham, makanan yang kita konsumsi mengandung gizi yang terserap maksimal.
Di akhir sesi? Ya foto-foto dulu, doong sama Dr. Ryan Thamrin! #teuteubh


13 komentar:

  1. wah ketemu dokter ganteng , eh :-D

    BalasHapus
  2. mak aku biasanya klo di supermarket berdiri lama itu lihat2 harga yg paling murah :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai mak Wulan... kok sama sih #hihi..

      Hapus
  3. Dr. OZ Indonesia. Cakep... tapi gak ganteng ah. Wkwkwkwk... :D

    BalasHapus
  4. hahahahhah perhatianku malah tertuju ke dokternya kwkkwkkwkw

    BalasHapus
  5. ehh ada pak dokter ganteng :D yup kebanyakan dari kita belum tau kalau prebiotik dan probiotik itu berbeda mak..

    BalasHapus
  6. terbukti ajaran Allah swt , Rasulullah, dan orang tua kita dulu,
    bahwa ASI memang makanan yang terbaik, penuh gizi yang diperlukan oleh anak2 kita ya mak Winda :)

    terimakasih banyak untuk artikel yang menarik dan bermanfaat ini mak ...

    salam

    BalasHapus
  7. Mbak Win, aku gagal fokus nih gegara lihat foto Dokter ituh sama Rafi. Hihihihihi

    BalasHapus
  8. Mak, itu dokter Ryannya ganteng banget yak *ehh.... gagal pokus liat belio :)))

    BalasHapus
  9. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  10. makasih Mak Winda... bahasa nya bikin aku mudeng apa itu probiotik dan prebiotik. selama ini taunya itu mah cuma beda o sama e, :D. *maaf komen di atas belom selesai udah kepencet :)

    BalasHapus
  11. wah bagus mbak postingannya.. ikutan nimbrung

    BalasHapus