Sabtu, 26 April 2014

Catatan Saya Tentang Kartini Next Generation 2014

  18 comments    
categories: ,
Jum'at pagi, 11 April 2014

Pagi yang biasa. Dibuka dengan mata yang keberatan untuk dibuka. Rengekan Nana yang minta susu. Dan pikiran yang langsung penuh sama macam-macam tugas hari ini; mau masak apa buat anak-anak, mau nyuci dua ember, rumah belum dipel, mobil minta dicuci. Gak jauh-jauh dari image sosialita paling ngehits se-ibukota yang saya sandang. #sandangpanganpapan -_-




Tiba-tiba WA jerit-jerit nggak bisa dicuekin. Notifikasi e-mail masuk juga bikin mata akhirnya ngelirik. Ini ada apa sih, henpon tumben rame jam segini? Pada nggak tau ya pagi-pagi itu saya nggak bisa diganggu? #ibupejabat. Dimulai dengan baca e-mail yang subyeknya bikin kening berkerut. Undangan wawancara? Apa pula ini? Terakhir ngirim lamaran kerja kayaknya udah 10 tahun yang lalu. Baca isinya sekilas sembari ngumpulin nyawa, saya masih setengah dong. Jadi belum paham-paham banget maksud e-mailnya apa. Intinya ada undangan untuk wawancara tanggal 15 April 2014 di hotel anu jam segitu. Lanjut ngecek WA. Sempet liat si Pungky yang nge-WA. Isinya:




Langsung buru-buru cuci muka dan baca ulang e-mail. Alhamdulillaah, pas udah dong baru ngeh. Eaaaa, si sayah lolos gitu jadi finalis Kartini Next Generation Award 2014? Esumpeloh sumpee? #lebaykumat Wokeh, biar gak ribet pada nanya-nanya apaan itu Kartini Next Generation Award, saya copas aja langsung dari website-nya ya.

Kartini Next Generation adalah bentuk apresiasi pemerintah kepada kaum perempuan di Indonesia yang telah berhasil memanfaatkan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di berbagai bidang baik untuk peningkatan kapasitas, pengetahuan, e-literasi maupun kesejahteraan di masyarakat. Kegiatan Kartini Next Generation sendiri adalah event tahunan Kementerian Komunikasi dan Informatika yang diselenggarakan bersama dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.
Jujur ketan item, beberapa minggu sebelumnya saya keseret-seret euforia aja di grup Emak-emak Blogger untuk ikutan mendaftar ke ajang keren ini. Tanpa ekspektasi, tanpa mimpi. tanpa busana  Ngeliat yang ikutan rame dan pada saling semangat ngomporin, akhirnya saya ikut submit esai. Tapi emang udah bawaan orok, kalau ikut lomba, biar pun tanpa harapan menang, saya selalu berusaha dengan maksimal. Dalam hal ini, saya memang serius menulis esai berdasarkan pertanyaan dari tim KNG 2014. 
Basically mereka ingin mengetahui bagaimana cara peserta menjalankan kegiatannya dan bagaimana ICT (Information and Communication Technology) atau TIK dimanfaatkan dalam menjalankan dan mengembangkan kegiatan kita. Lalu apa kontribusi kita untuk lingkungan. Terdengar bla, bla, bla. Tapi saya senang menuliskan esai tersebut. Karena selama menjalankan komunitas Kampung Fiksi bersama teman-teman pengurus, kami memang tidak bisa lepas dari penggunaan dan pemanfaatan ICT. Kalau nggak ada internet, ya gak ada Kampung Fiksi. Dan siapa sangka, esai saya lolos penilaian dan masuk jadi 18 finalis yang akan diwawancara. Wait! WAWANCARA? *langsung bingung mikirin busana*
Senin pagi, 15 April 2014
Seperti biasa, kalau mau pergi tanpa suami, yang paling ngeribetin saya ada dua: mastiin bapaknya anak-anak udah ngumpul nyawanya dan nyari siapa yang bisa nganterin. Untung si Papa (Atuk) bisa dan mau nganterin. Kalo nggak, keluar ongkos kirim taksi, kan lumayaaan. Heu. Berangkatlah saya dari Bekasi bersama Atuk jam setengah enam pagi. Sungguh fenomena langka, saya udah kinclong wangi saat matahari masih malu-malu manyun di ujung timur. #tsah 
Sampai di Hotel Puri Denpasar, daerah Kuningan, Jakarta, beberapa finalis dari daerah luar Jabodetabek udah ngumpul duluan. Iyah, mereka diberi akomodasi oleh panitia mulai dari tiket pesawat PP dan hotel. Jadi mereka sudah kumpul dan kenalan lebih dahulu sehari sebelumnya. Termasuk di sana ada Gracie, sahabat blogger yang kece badai, yang juga lolos jadi finalis lewat Rumah Ramah Rubella-nya. Duh, andai Bekasi termasuk luar kota, kan aku bisa dapet akomodasi juga dari panitia. *naik pesawat dari Bekasi sampe Kuningan* #yakale
Bersama Gesi, si jagoanku dari Rumah Ramah Rubella (Photo courtesy: Gracie Melia)
Semua finalis udah saya kepoin dari beberapa hari yang lalu. Yes, tanpa ekspektasi menang pun makin kuat. Mereka perempuan-perempuan yang jauh lebih dahsyat dan hebat dari saya. Kontribusi mereka ke masyarakat jauh lebih luas ketimbang apa yang sudah saya capai selama ini. Bisa disandingkan dengan mereka merupakan suatu kehormatan besar. Selain Gracie, sang penggagas Rumah Ramah Rubella, ada Intan Anggita si pencetus web menujutimur.com. Ada juga Mbak Mira Julia, yang aktif di website pendidikan homeshooling-nya di Rumah Inspirasi. Ada Mbak Asri (Achi TM) yang aktif dengan Rumah Pena-nya. Ada Annisa dari Padang yang ternyata aktif mengelola banyak komunitas di Sumatera Barat. Belum lagi Mbak Wilda yang baru saya kenal (dan ternyata sama-sama orang Bekasi) yang waktu kenalan ngakunya "pemulung", ternyata oh ternyata beliau adalah perempuan hebat yang sudah malang-melintang di dunia pengolahan sampah. Ada juga beberapa nama yang sukses berbisnis online seperti Mbak Nancy, Mbak Istofani, Valencia. Semuanya hebriiing! Apalah aku ini, hanya sebutir debu. #halah Hahahaha ... drama queen banggeuds.
Empat emak blogger yang lolos jadi finalis KNG 2014: Mbak Achi, Gesi, akika dan Mak Lala (Photo courtesy: Gracie Melia)
Yeah! Saya emang gampang terintimidasi orangnya. Tapi alih-alih jadi minder, kalo terintimidasi biasanya saya malah jadi termotivasi. Bingung, ya? Iya, saya juga suka bingung. Wkwkwkwk. Pokoknya, saya cuma punya satu tekad, kill the interview. I don't care about the result, I just want to get over it, and get over it with style. #plak
Finalis di ruang tunggu, sebelum penjurian (Photo courtesy: Gracie Melia)
Alhamdulillaah, dikelilingi 7 orang juri dari berbagai bidang, 45 menit wawancara berhasil saya lalui tanpa mimisan apalagi pingsan. Bersama postingan ini, saya haturkan hormat yang sebesar-besarnya untuk dewan juri yang sudah begitu teliti tapi tetap ramah dan tidak kaku saat wawancara. Suasana wawancara begitu hangat dan santai, sampai-sampai saya ngerasa lagi ngopi-ngopi cantik sama juri-jurinya. *idih, sok akrab* Terima kasih dan salam hormat saya! Satu yang saya sesali, nggak foto-foto selfie sama dewan juri abis wawancara. Apalagi di deretan juri ada dua orang seleb; Ratih Sang dan Nungky Kusumastuti. Aaarrgh!

Dewan juri yang mewawancarai saya (Photo courtesy: Intan Anggita)




Btw, sambil nunggu dipanggil wawancara, ternyata kita kedatangan tim Pixy yang ngasih make up class. Wahahaha. Senangnyaaa! Saya dan beberapa finalis yang belum dipanggil kemudian asik main poles sana-sini sampai akhirnya nama saya dipanggil.
Didandanin tim Pixy sebelum penjurian (Photo courtesy: Gracie Melia)

Apa pun, I have no regrets! All I have right now is the most precious life experience. Ini nggak akan terjadi dua kali dalam hidup saya. Disejajarkan dengan perempuan-perempuan hebat di bidangnya, dipertemukan dengan juri yang merupakan pakar-pakar di bidangnya dan diberi apresiasi demikian besar. Saya sampai mau nangis sendiri kalau inget. :')

Dan inilah kelakuan gw pas nunggu panggilan masuk ruang juri ... kena candid pulak sama si Gesi -_- (Photo courtesy: Gracie Melia)



Selasa, 22 April 2014

Ini hari sekolah dan hari kerja. Biasanya saya udah tolak kalau ada undangan pas weekdays gini. Tapi apa mau dikata, hari ini acara puncak Kartini Next Generation Award 2014 alias pengumuman penerima award. Bukannya saya PD bakalan menang. Tapi ya nggak pantes aja saya nggak hadir setelah diberi kehormatan begitu besar oleh Kemenkominfo dan panitia penyelenggara KNG 2014 ini. Cantik-cantik gini, saya masih tau manner kok. #laluditoyormassa



Acara diadakan di ruang Birawa, Hotel Bidakara Jakarta. Mulainya sih jam 12. Tapi karena saya harus nunggu si Fadhil pulang sekolah dulu, akhirnya ngabarin ke panitia kalau saya akan datang terlambat. By "terlambat" I mean reeeaallly late, like 14.30 gitu deee. Heuheuheu. Yaaa, yang penting tetep nongol kaaan. Lagian saya nggak akan ngelewatin acara puncak ini, karena rombongan sirkus perusuh supporter Emak-emak Blogger udah siap banget sama perabotannya buat mendukung finalis yang bergabung di KEB; saya, Gracie (Gesi), Mbak Achi dan Mak Lala (Mira Julia). Ini bakalan rame pasti, pikir saya. Belom-belom saya udah di-tag foto sama Echa sehari sebelumnya. Liat, nih! -_-

Kerjaan si Echa -_- (Photo courtesy: Echa Cucuth)

Liat, betapa oh betapa :'))) (Photo courtesy: Gracie Melia)
 Acara demi acara berlangsung gak abis-abis. Akhirnya penganugerahan dimulai. Tiap kategori akan dipilih satu pemenang; Bisnis, Pendidikan, Kesehatan dan Lingkungan, Seni dan Budaya. Ditambah satu penghargaan khusus bagi Perempuan Pembawa Perubahan. Saya sudah punya jagoan sendiri dari masing-masing kategori. Kan emang udah nggak berharap menang, dan saya lagi nggak mood berharap sesuatu yang tidak mungkin. Wakakakak! Jagoan saya untuk Bisnis, Nancy, pengusaha batik dari Bandung. Untuk Pendidikan, Mak Lala (Mira Julia). Untuk Kesehatan dan Lingkungan, Mbak Wilda. Untuk Seni dan Budaya (kategori di mana saya juga termasuk di dalamnya), Intan Anggita. Dan untuk penghargaan khusus sebenarnya saya masih belum punya jagoan, tapi dalam hati saya berdo'a Gesi yang akan menyabetnya. Kisahnya sendiri sangat inspiratif dan menyentuh hati untuk saya dan banyak orang.

Acaranya lama aja, foto dulu. :p (Photo courtesy: Babeh Helmi)

Pengumuman dibacakan. Uhuk! Uhuk! Kayanya saya bakat jadi cenayang, nih! Semua jagoan saya, merekalah yang mendapatkan Kartini Next Generation Award 2014! Selamat, ya! Kalian semua emang sumpah keren tiada tararejingnya. Bangga bisa kenalan sama semua. ^_^

Ini dia para pemenang jagoanku ^_^ (Photo courtesy: Gracie Melia)
Ucapan Terima Kasih, In No Particular Order
Terima kasih KNGA 2014 atas apresiasinya. Terima kasih Kampung Fiksi atas dukungannya. Terima kasih KEB untuk kerusuhannya. Terima kasih Pungky untuk ojlok-ojloknya di WA. Terima kasih Papa Edu, Fadhil dan Safina karena harus ditinggal bertiga aja di rumah. Terima kasih Papa dan Mama untuk do'anya. Terima kasih Babeh Helmi untuk foto-fotonya. Terima kasih Dab, Ranti, Ojan dan Lut. Terima kasih mas-mas kameramen video yang gak pernah ditayangkan. Terima kasih panitia KNG 2014 yang super ramah. Terima kasih mbak Pixy untuk kelas make-upnya. Terima kasih tim juri yang keren. Terima kasih finalis KNG 2014, I have found a new family. Kalian semua hebat!

Semua bilang "kejuuuu!" ^_^ (Photo courtesy: Babeh Helmi)

Semoga dengan pengalaman ini saya makin terpacu untuk lebih banyak berbagi. Semoga Kampung Fiksi makin bisa diterima banyak orang dan menjadi tempat belajar menulis yang menyenangkan. Semoga perempuan Indonesia makin melek teknologi untuk menerobos keterbatasan mobilitas. Tidak ada alasan untuk tidak berbagi, walaupun dari rumah. Karena teknologi bisa membawa kita ke mana saja.




   

18 komentar:

  1. Tetep ya mak, acara lama foto2 selfie gak akan terlewatkan ya :D
    Bikin ngakak itu, org persiapan wwncr prepare materi lha ini malah touch up make up hahaa :)))
    Btw, ongkos kirim taksi apaan tuh mak? Qiqiqi....

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahahaha, iyaa...baru nyadar kalau cuma aku doang yg sibuk touch up...:')))))

      Hapus
  2. kereeen, langsung pada kopdar deh KEB :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyaa, paling rame sendiri...wkwkwkwkwk

      Hapus
  3. Yaaay... keren. Selamaaaat, dikau memang salah satu contoh Kartini Next Generation. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. daku contoh kartini paling banyak gaya mak..wakakakakakkk

      Hapus
  4. Seru.keren banget acaranya.....hahaha itu emak blogger junior ya mak...nana hahaha...

    BalasHapus
    Balasan
    1. hihihihi, iya...nana nyempil... :)))

      Hapus
  5. Wah..wah.. keren banget mak!
    Selamat ya!

    BalasHapus
    Balasan
    1. alhamdulillaah, terima kasih ya.. :)

      Hapus
  6. wah keren Mak...
    Semakin tambah terisnpirasui deh sama Mak winda untuk melakukan sesuatu secara maksimal. Dan soal hadiahnya pasti keberhasilan itu sendiri yak...

    Selamat Mak...
    keren bingit...
    Oh ya, itu yang menang siapa saja? nggak disebutin? :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. setuju mak, kemenangan buat aku ya bisa masuk jd finalis...itu udah maksimal banget, mengingat finalis yg lain ternyata jauuh lebih besar kontribusinya ke masyarakat... :')
      pemenangnya? ya itu, sesuai dengan prediksiku itu.. :D

      Hapus
  7. Tapi tetep keren dan juara dihatikuw walau g menang...uwuwuwu..
    selamat y mb finalis...you rock with karya2mu ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. dan kamu adalah suporter paling cihuuuy...uwuwuwuwuwwww... :*

      Hapus
  8. tetep selamat sebanyak-banyaknya buat Mak Winda, jadi finalis kemudian diwawancara sekaligus oleh 7 juri super itu rasanya iwow super Mak.. keren ah menurut saya, kalo saya mungkin sudah terpengkor-pengkor.. :)
    Tetep berkarya Mak Winda... :)

    BalasHapus
  9. waaahhh kereeen.....congrats ya Mak....:) *two thumbs up*
    Kartini pasti bangga sama semua finalis ini....:)

    BalasHapus
  10. mak winda keren abis euy,,sumpeh nih emak bikin ngakak terus :)

    BalasHapus