Selasa, 03 Februari 2015

Emak Gaoel di Annual English Seminar STBA Pranoto Bekasi

Assalamu'alaikum.

Hari Sabtu tanggal 24 Januari 2015 kemarin, akhirnya saya kembali melakukan sesuatu yang baru untuk pertama kalinya. Hahaha, it feels good and scary. Kadang kita suka keenakan ya berada di suatu kondisi yang nyaman dan mager banget buat beranjak dari sana. Tapi kalau lama-lama didiemin, jenuh juga, lho. Persis seperti yang saya alami beberapa hari sebelum saya menerima tawaran baru tadi.

Seorang teman blogger, Mbak Tuning Rahayu, menghubungi saya lewat inbox dan mengundang saya untuk jadi pembicara di sebuah seminar di kampus tempatnya belajar bahasa Inggris. OK, fine ... jadi pembicara seminar sebenarnya sudah beberapa kali saya lakukan. Insya Allah bisa, pikir saya. Dan Mbak Tuning pun menjatuhkan bom-nya: "Seminar dipresentasikan dalam bahasa Inggris ya, Mbak." Jeger! Ya iyalah, wong namanya Annual English Seminar. Gimana sih, mak? -_-


Akhirnyaa, bisa ngobrol-ngobrol lagi sama banyak oraang. :)

Sebagai orang yang hampir selalu spontan menanggapi tawaran, untuk kali ini saya agak lama mikir. Presentasi seminar dalam bahasa Inggris? Errr, biar pun saya biasa komunikasi bahasa Inggris di rumah sama anak-anak, tapi buat seminar? Yang boneng lo, mak! Saya sampe ngaca-ngaca sendiri sambil mikir, "Duile, muke kek gini disuruh cascescos pake bahasa Inggris? Di depan mahasiswa jurusan bahasa Inggris pula? Songong beud!"

Tapi perasaan jenuh yang saya alami selama beberapa bulan belakangan ini kemudian ngingetin saya lagi, "Heloh, situ udah lama nggak ngapa-ngapain juga, deh! Coba diinget-inget asiknya berbagi di depan banyak orang selama ini!" Yeaah, jujur saya selalu excited kalo dikasih kesempatan tampil. Hahaha, banci tampil banget. Sebenarnya yang bikin semangat itu, ngobrol rame-ramenya. Dan udah lama juga saya nggak ngisi acara dan berbagi sesuatu. Kangen. Tapi pake bahasa Inggris? Eaaa, piye iki, rek?

Akhirnya, saya memilih untuk nekat ketimbang terus-terusan berkubang dalam lumpur perasaan jenuh itu. Saya terima nikahnya tawaran Mbak Tuning dengan Bismillaah. Ya Tuhan, semoga saya nggak mempermalukan nama keluarga, bangsa dan agama. 


Sebagian peserta Annual English Seminar di STBA Pranoto. :)

Mulailah saya latihan presentasi bahan seminar dalam bahasa Inggris. Lidah sama mulut sampe kram, tiap hari ngoceh pake bahasa Inggris, serasa Kate Middleton. Untungnya tema yang dipilih STBA Pranoto (tempat Mbak Tuning kuliah) adalah seputar dunia tulis-menulis juga: Confidence in Authorship. Wokehlah! Toh motto hidup saya selama ini: Nekat is nekat. Asal jangan konyol. Yiuuuk, cuuusss!

Hari Sabtu tiba, hatiku riang gembira. Lalalala! Tapi bo'ong! Saya setreeeesss! Huaaa! Mana seminggu sebelumnya saya baru dikasih tau sama Mbak Tuning kalau pembicara yang satu lagi adalah bule tulen, bo! Eaaa, masa saya disangkan sama orang bule gitu sih? Tambah keliatan plongo gak ntar? Sempat ciut dan nekat mau mundur. Tapi lagi-lagi saya ingat pengalaman-pengalaman sebelumnya. Udah biasa kalau beberapa hari menjelang hari H saya mengalami yang namanya stress dan panik. Gimana kalau saya lupa apa yang mesti diomongin? Gimana kalau saya nggak bisa jawab pertanyaan peserta seminar? Gimana kalau bahasa Inggris saya nggak bisa dimengerti? Gimana kalau tiba-tiba saya ngompol? Bleh.

Berbekal bismillah dan doa Nabi Musa, berangkatlah saya ke STBA Pranoto di Bekasi Timur ditemani Safina. Perut rasanya nggak keruan, ngebayangin saya harus presentasi di depan native speaker dan mahasiswa bahasa asing dan dosen-dosennya. Harapan saya nggak muluk-muluk, yang penting seminar bisa berjalan lancar dan saya nggak pingsan atau ngompol. Hahahaha.



Alhamdulillaah, suasana di STBA Pranoto sangat kondusif. Dosen dan mahasiswa semuanya ramah menyambut kami. Dan pembicara yang satu lagi, Mr. Clay Myers, jauh dari mengintimidasi. Mr. Myers orang yang ramah luar biasa. Saat itu saya berkenalan dengannya, saat itu juga kami langsung akrab. He's smart, funny and a really nice guy. I'll tell you about him a little bit later.

So, saya memulai sesi saya pagi itu. Bicara-bicara tentang gimana caranya supaya kita percaya diri saat menulis? Modal apa aja yang kita butuhkan supaya bisa PD saat menuliskan ide kita? Bahasa Inggris belepotan dikit, tapi alhamdulillaah, peserta seminar manggut-manggut aja, tuh. Ngerti apa nggak, ya? Hahahaha. Dan ketika masuk sesi tanya jawab pun berjalan dengan lancar. Hanya lima menit awal suara saya agak bergetar. Ke sananya, malah keenakan ngocol, susah berhenti. Oh, btw, kalau mau dapet materi seminar saya, silakan e-mail aja ke windafitriani48@gmail.com, ya! Nanti saya kirimin deh! :p



Ketika sesi saya selesai, Mr. Myers pun tampil ke depan kelas dengan percaya diri yang menular banget. Auranya kuat banget bapak satu itu. Mr. Myers bicara tentang Learning from Country Side. Tadinya saya agak kurang "dong" sama tema yang mau dibawain sama beliau ini. Tapi setelah mendengar ceritanya sepanjang sesi, saya baru paham. Mr. Myers menceritakan masa kecilnya di Amerika yang tinggal di pedesaan. Banyak hal yang bisa kita pelajari dengan hidup lebih dekat dengan alam, salah satunya adalah lebih menghargai hal-hal kecil seperti segelas susu atau sepiring nasi. Jleb. Ini orang amrik lho, yang ngomong. Orang amrik yang kebanyakan kita kira dekat dengan yang namanya hidup modern dan serba canggih, ternyata malah menghabiskan masa kecilnya dengan memerah sapi dan berladang. Semua makanan yang tersaji di meja amakan keluarganya berasal dari hasil kerja keras keluarga mereka di ladang dan peternakan.


Selfie with Clay! New friend and hopefully we can be best friend! He's an awesome guy! Very inspiring!

Sesi dari Mr. Myers membuka wawasan saya. Bahwa hidup sederhana di sebuah dusun pun bisa menjadikan kita manusia yang bermakna untuk banyak orang. Mr. Myers sendiri contohnya. Beliau datang dari keluarga guru. Ayahnya seorang guru, ibunya pun seorang guru. Kakaknya juga menjadi guru. Dan beliau sendiri sudah keliling dunia sebagai seorang "educator". Beliau lebih prefer sebutan "educator" ketimbang "teacher", karena lebih merasa punya tanggung jawab untuk mendidik sesama, bukannya semata mengajarkan sesuatu hal. Mr. Myers menetap di Indonesia saat ini dengan istri dan seorang anak perempuan. Beliau pernah menjadi guru di sebuah sekolah di Jakarta selama 10 tahun. Saat ini beliau sibuk dengan program barunya yang dinamakan Coffee Connection. Di sana beliau dan rekan-rekannya menyediakan waktu untuk berbincang, mengadakan training untuk orang-orang yang ingin mendapatkan motivasi dan tips untuk sukses dalam bidang bisnis. Ah, pokonya pencerahan sekali dengerin kuliah dari Mr. Myers ini.


Foto bareng dengan tim panitia dan pengisi acara :)

At the end of the day, I didn't feel that I taught something. Instead, I am the one who learned a lot that day. I'm so blessed! I got invited to this good school, met really good people, and spent a valuable time with them. Thank you so much STBA Pranoto, Mbak Tuning and Clay (Mr. Myers)! We shoul meet again someday. ^_^  

 


28 komentar:

  1. Keren Mak Win :D
    Bagi doonggg presentasinya ...
    Oh ya, seru banget ceritanya hihihi.....kita memang harus berani menembus batas Mak, hasilnya keren.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wahahaha, belajar banyak dr mak ani, nih...
      Iya, makin banyak beebagu, makin banyak belajar...
      Email aku ya mak buat materinya... ;)

      Hapus
  2. kalo saya di kampus, setiap kali giliran presentasi makalah, seringnya gado-gado, Mak bahasanya, antara Arab, Inggris haha #MalahCurhat
    keren deh pengalamannya. kapan-kapan ke kampus saya di Malang, ya, ngisi di international class :))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waah kereeen, pake dua bahasa asing haahaaha...
      Btw, Clay said, Arabic will be one of the most powerful language in the near future. You are so lucky you have the ability to communicate in arabic ;)

      Hapus
  3. Wow...Mr. Myers! Awesome! :)

    BalasHapus
  4. Balasan
    1. I'm giving my two thumbs up for him as well! :)

      Hapus
  5. This was a very cute and made me smile. I hope this humorous rendition offers inspiration and motivation to those who are learning and want to speak Engliah in public ; that making the effort and overcoming fear is the key to success. Mr.Clay is an awesome educator and a friendly, nice and good friend. Well done.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Thank you so much, Lorraine.
      Clay is very inspiring, isn't he?
      Thank you for visiting my blog. I'm honored. :)

      Hapus
  6. bravoooo...looks like you're having fun, mak :)..I love seminar like this...it certainly enriches your knowledge and broadens your horizons :)..not to mention expanding your network :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yes, mak, yeesss! You're absolutely right! :)

      Hapus
  7. mak gaol ini emang keren banget....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aaaa, malu malu maluuuuu... *lari2 keliling kampung*

      Hapus
  8. Balasan
    1. Ayo maaaak...nanti aku info2 lagi yaaa... ;)

      Hapus
  9. Makin merasa muda lagi nih, mbak, hhe.
    meski awalnya sempat ragu, akhirnya jadi juga. Kate Middleton sukses, hihi. puji syukur lancar yah, mbak. lain kali gak perlu ragu deh, mbak. sikaaat :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Selain bagus infonya , , mantap juga tuchh . . !!!

      Hapus
  10. Bravoooo mak Winda... kece kok penyampaiannya.. thank you so much Mak, you have participated in an our annual event *hugs

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aaa, alhamdulillaah mbak tuning. Makasih udah diajak ya. Kapan2 gaak nolak kok. #ketagihan hahahaa

      Hapus
    2. Aaa, alhamdulillaah mbak tuning. Makasih udah diajak ya. Kapan2 gaak nolak kok. #ketagihan hahahaa

      Hapus
  11. It's a wonderful experience I though. Yes go go.. Congratulation Mak gaol

    BalasHapus
  12. wohoooooww mak gaoeeeeell yang makin gaoeeeeell..
    sukses teyus ya maaaak. mdh2an abis dari sini makin banyak tawaran jd puyblic speaker.

    ehhh,, theme blog kita samaaa. wkwkwkw

    BalasHapus
  13. Maaak... kece kali emak gaoel ini. Moga2 suatu saat kesampean nih ngeliat mak Winda di seminar. Aku kalo disuruh bicara deoan banyak orang gini suka gemeter xD

    BalasHapus