Senin, 09 Maret 2015

Tanya Jawab Seputar Job Review

  105 comments    
categories: ,
Assalamu'alaikum.

Sebenernya mau-mau nggak nulis tentang ini. Bukan karena gak mau berbagi, cuma suka rada minder aja karena tau di lautan blogger yang luas tiada ampun ini, apalah saya. Hanya segumpal upil di gorong-gorong. (((UPIL SEGUMPAL))).

Tapi kan, Kak Andre lagi ngadain GA temanya pas banget gitchuh! Hadiahnya nggak boleh dicuekin banget. Mayan buat beli perlengkapan rumah dan mencukupi kebutuhan keluarga. Lagian, kalo cuma seupil pengalaman doang sih, saya punya. Tapi gak sampe segumpal. *bahas terus* 

Seperti biasa, da' saya mah suka gak nyambung kalo pasang gambar di postingan

Saya udah sering banget dapet pertanyaan seputar job review atau paid review di blog ini. So far, saya selalu berusaha menjawab sesuai pengalaman yang udah pernah saya alami. Buat saya, urusan dapet job review di blog ini masih hitungan baru. Baru sekitar 2 tahun yang lalu saya kenalan sama yang namanya job review. Itu juga sampe sekarang masih aja culun. Gimana gak culun kalo sampe sekarang aja masih susah paham make perangkat di Google Analytics buat bikin report ke klien. Tau namanya aja baru sebulan yang lalu. Iya, aku culun ... tapi gaul. #maksa

Jadi biar culunnya gak keliatan banget, mending tulisan ini saya buat seperti daftar tanya jawab kayak FAQ gitu, ya. Dan jawabannya juga belum tentu bener, sih. Huahahaha. Lah, kan yang saya alami belum tentu dialami orang lain. Apalagi, saya cuma segumpal upil, ingat? Kalau mau jawaban bener, tanya ke dosen masing-masing. Ini bener-bener jawaban berdasarkan pengalaman aja. Mau percaya silakaaan, mau nggak ya udah. Aku rapopo. 

Hiyyakh! Mulai aja, Mak! Kelamaan lu!

1. Apa itu job review?

Sesuai namanya, job artinya kerjaan, review artinya ulasan. Jadi job review artinya kerjaan ulasan. Yes, gampang banget, yak jawaban pertanyaan pertama? Nyahahaha! Job review teh semacam pekerjaan mengulas sesuatu yang diberi imbalan berupa uang atau produk sesuai kesepakatan kedua belah pihak (perusahaan dan reviewer). Ya, gitu kira-kira jawaban pura-pura pinternya. 

2. Ngapain aja kalau dapet job review?

Sesuai namanya, ya mengulas seputar produk yang diminta perusahaan/brand. Diulik-ulik atas bawah, depan belakang, kanan kiri. Dibongkar, dipakai, dicobain, diamati. Terus tulis semua pengalaman observasi tersebut di blog. Kalau sesuai keinginan brand, isi tulisan akan disetujui, baru deh bisa tayang di blog.

3. Untungnya buat kita dapat job review apa?

Untungnya ya dapet imbalan atas tulisan kita. Mostly sih berupa sejumlah uang. Kadang bisa juga berupa voucher belanja atau pulsa atau malah produk dari brand itu sendiri. Ini cuma masalah kesepakatan di awal aja.

4. Gimana cara dapat job review?

Sepengalaman saya, job review pertama yang saya dapat adalah review kosmetik. Itu juga karena teman kuliah saya yang kerja di perusahaan kosmetik tersebut , jadi aja saya diajak buat coba-coba produk mereka dan menuliskannya di blog. Terus dikasih imbalan kosmetik gratis, deh! Mayaaaan! Alhamdulillaah, rejeki princess.

Pekerjaan job review selanjutnya didapat dengan berbagai cara. Yang jelas, semua berawal dari hubungan baik dengan orang yang tepat dan komunitas yang tepat juga. Hihihihi. Percaya kan kalau silaturahmi itu bisa mendatangkan rejeki? Iyes, saya mah percaya banget. Makanya, berteman sama siapa aja. Dalam hal ini, karena saya seorang blogger, banyak-banyakin temen blogger dan masuk komunitas. Dari sana ada aja ntar yang nawarin ngereview.

Tapi punya temen banyak juga, kalau blog-nya sepi, jarang di-update dan di socmed juga anyep aja, belum tentu lancar tawaran job review-nya. Ibaratnya, punya supplier banyak, tapi kiosnya busuk. Gimana bisa laku barang dari supplier? Yah, kira-kira begithulah. Jadi yang penting itu punya hubungan baik dan luas, lalu punya blog yang dinilai (relatif) bagus di mata kebanyakan orang. 

5. Apa itu rate card?

Kenapa pertanyaannya langsung loncat ke rate card? Karena pasti pada kepo dari tadi kan pengen buru-buru ngomongin duit? Hahaha.

Jadi dalam dunia review-mereview berbayar ini ternyata ada istilah rate card. Believe me, saya juga baru tau istilah ini sekitar 1,5 tahun yang lalu. Itu pun pas ditanya sama calon klien, saya google dulu. Rate card apa, deh? Silakan kembali ke paragraf 3: aku culun, tapi gaul. #okesip

Rate card ini adalah semacam patokan "harga" yang bisa kita berikan ke calon klien yang ingin memakai jasa kita. Pada prakteknya rate card ini biasanya gak mutlak. Masih bisa dinego sesuai kesepakatan aja. Ini berdasarkan pengalaman saya, ya. Biasanya abis ngasi rate card, ditawar dulu sama calon klien. Kalau udah sepakat baru deh lanjut.

6. Apa aja yang ada dalam rate card?

Basically sama kayak menu list di restoran aja. Ada nama makanan dan harganya. Untuk rate card biasanya mencantumkan jenis pekerjaan yang diterima dan fee yang diminta.

Contoh: 
1 blogpost review (300 - 500 kata): Rp xxx.xxx.xxx,xx
10 twit (prime time): Rp xxx.xxx.xxx,xx
(btw xxx-nya banyak amat, pencitraan biar dikira bayarannya mahal, huahahaha).

Btw, itu contoh doang, ya. Mau dibikin lebih spesifik lagi kayak fee untuk rituit dari akun socmed brand berapa, atau fee untuk durasi tertentu tayang blogpost berapa, ya monggo aja. Tapi kalau saya sih gak pernah sampai seribet itu. Mumet.

7. Gimana cara menentukan rate card?

Ini pertanyaan susah-susah gampang dijawab, karena jujur aja buat saya pengalaman atau jam terbang yang banyak bicara. Rumor bilang, akun Twitter salah satu komik yang juga penulis komedi kondang di Indonesia dibayar sampe 5 juta per twit. Nggak tau bener atau nggak. Cuma kalau kita analisa dari beberapa sisi, nggak heran beliau bisa dibayar segitu. Liat jumlah followernya yang jutaan. Liat daya influence-nya di Twitter yang saban nge-twit bisa dapet ribuan rituit dan reply. Liat juga status popularitasnya. Semua bisa jadi penentu rate card.

Kalau saya belajar menentukan patokan rate card dari Blog Kang Harris ini. Dan hasil yang saya dapat hanya menjadi acuan nominal awal aja. Karena (pengennya) kan blog dan akun socmed kita berkembang terus secara konten dan kuantitas seiring perjalanan waktu. Dan ingat juga tadi, biasanya akan ada negosiasi lagi sebelum kesepakatan.

8. Boleh nawar fee untuk job review?

Ya boleh-boleh aja. Ibaratnya kan ada yang mau nitip dagangan di kios kita. Menentukan harga jual udah pasti jadi issue utama. Yang banyak jadi hot topic di kalangan blogger sekarang ini adalah katanya ada beberapa brand/perusahaan yang lumayan established tapi tega banget ngasih angka kecil buat blogger untuk job review. Kemudian terpecahlah blogger ini menjadi beberapa kelompok. Ada yang merasa fine-fine aja terima angka kecil, rejeki jangan ditolak. Ada yang merasa tidak dihargai dengan sepadan, karena merasa sudah mengeluarkan effort besar untuk tiap tulisan dan dalam membangun engangement di blog selama ini. Ada juga yang terima aja, tapi mau coba nawar dulu. Ini balik lagi ke masing-masing orang aja. Toh kita kerja kalau gak dari hati, biar bayaran gede juga, gak akan happy. Itu sih saya, ya. Bukan nominalnya yang penting, tapi enjoy atau nggak saat mengerjakannya. Saya pernah kok mereview martabak enak di Bekasi, dibayar pake sekotak martabak. Sampai saat ini tulisannya masih eksis di blog saya, dan pengunjungnya masih rame aja. Gak akan saya turunkan dari blog, karena waktu nulisnya saya happy, enjoy dan serius martabaknya emang endeuss benggeuuusss! Duh, jadi kabita. :(

9. Data statistik perlu gak?

Saya nggak tau apa blogger lain melakukan ini atau tidak. Tapi saya merasa perlu untuk mengikutsertakan data statistik blog dan akun socmed saya saat mengajukan rate card ke calon klien. Mulai dari jumlah followers, klout score, PR, Alexa rank, statistik kunjungan blog dan segala rupa, kadang pakai screen capture juga. 
Ini berguna untuk menaikkan bargaining position kita sebagai blogger (kalau data dan faktanya memang lebih bagus dari yang diharapkan calon klien).

***

Masih banyak sebenarnya yang bisa dibahas seputar job review ini. Tapi kalau di-press jadi satu postingan bakalan panjang dan gak fokus. Anggap aja ini pengantar. Insya Allah, besok-besok kalau saya gak banyak cucian, kita bahas lanjutannya. Yang sudah bisa dipastikan sih, saya gak akan bahas seputar yang teknis-teknis kayak cara bikin report pake Google Analytics. Hahahaha. Itu jatah yang pinter aja, deh. Wokeh! Semoga bermangpa'ad, eaaa.


"Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba blog "Blogger dan Job Review" oleh Petrus Andre yang didukung oleh Ajeng Angelina dan Elisa Fariesta."

105 komentar:

  1. hi hi hi
    ngakak baca ini bu "job artinya kerjaan, review artinya ulasan. Jadi job review artinya kerjaan ulasan" :)

    eh iya, waktu aktif di kompasiana, saya sering dapat (sampe ditolak karena kebanyakan) job review baik dari admin maupun kompasianer lainnya
    jadi kangen tambahan uang pulsa...

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya kan, terjemahan bebas...hahahaha
      wah rul. kenapa gak lempar ke sini itu tawaran yg ditolak2in wkwkwkwk

      Hapus
  2. Oh, sedang ada lombanya ya? Pantesan kemarin juga aku baca tulisan tentang job review, hihihi. Job yang satu ini memang salah satu berkah dari ngeblog, ya. Dan ini baru salah satu, masih banyak berkah-berkah yang lain termasuk dengan bertambah teman baru :) Btw, aku malah awalnya cuek, dibayar berapa gak peduli deh, toh cuma buat senang-senang. Eh, tau-tau ada blogger famous yang inbox FB aku. Dia bilang sayang blog aku gak dimanfaatkan. Di situ aku baru tahu kalau ngeblog ternyata bisa jadi pekerjaan juga, hihihi :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya indi, lagi ada lomba di blognya Andre...ikutan giih...
      sama kayak aku, dulu mah taunya blog buat curcol dan pencitraan...mwahahaa...
      akhirnya mata kebuka, ooh, ternyata bisa cari uang jajan sekalian sambil nulis yg kita suka.. :D

      Hapus
  3. manggut-manggut, kmudian nunggu artikel selanjutnya tentang sponsorship :D

    BalasHapus
  4. Sipsipp..infonya membantu banget buat saya yang belum pernah dapet(baca:pengen ngerasain) job review..hihihi...

    BalasHapus
    Balasan
    1. sip sip, terus aja update blognya dan socmednya dengan sesuatu yg bermanfaat dan menarik...kalau mau lebih bagus lagi punya blog yg spesifik temanya, jangan kayak blog ini, gado2...hahahahaaa

      Hapus
  5. Percayaa... percayaa kok *manggut2*
    Percaya juga kok di paragraf ke3 :))))

    BalasHapus
    Balasan
    1. percaya kaaan, aku culun, tapi gaul? teuteubh....

      Hapus
  6. mbak sudah makan asam garamnya job review nih... sukses GA nya mbak... :))

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah, aku gak doyan makan asem garam doang...hahahahaa

      Hapus
  7. Jiaahhh...pengalaman begitu mah udh bukan segumpal upil mak, tp bergumpal gumpal upil :D
    Tfs yak, and sukses :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. yaiikksss, bergumpal-gumpal upiiil.... >.<

      Hapus
  8. Wah, ulasan yang menarik dan jadi ingat pertama kali berpartisipasi di job review hihihi

    BalasHapus
  9. Wah, ulasan yang menarik dan jadi ingat pertama kali berpartisipasi di job review hihihi

    BalasHapus
  10. Nah....penting banget aku baca artikel ini... Secara blm pernah dpt job review nsmun pengen banget mendptkannya... So, secara msh awam ttg internet dan dunia blogging kudu byk2 menambah wawasan ttg dnia blogging... Aku sih yakin2 aja klu kita tekun menggelutinya ntar job itu dtg dgn sendirinya.. Tinggal kitanya yg mesti byk2 usaha demi menaikkan rating... Mksh ya Mak sdh berbagi info.. Nice post...

    BalasHapus
    Balasan
    1. insya Allah ada rejekinya nanti mbak...
      banyak2 sharing, blogwalk, dan nambah temen.... :)

      Hapus
  11. selalu takjub baca tulisan tentang job review, apalagi dapat langsung dari pakarnya blog emakgaoel yang kuereen ini. Sukses untuk kontes GA-nya juga :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. jiaahh, pakaarrrrr....ini mau ngulik dashboard aja manyun...hahahahaa

      Hapus
  12. Waahh kalau nanti aku dapat job review, boleh doonk aku tanya2 japri dirimu mak, buat patokan rate card...hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. boleh boleh aja mak...
      tapi nentuin rate card itu sih sebaiknya penilaian sendiri lewat semedi dan muhasabah...wkwkwkwk...kok ribet yak.. :)))

      Hapus
  13. Kalo kita job review gitu dikasih sampel gratis duluan ngga siiy? Trus kita ngereviewnya harus jujur atau dilebih-lebihkan kan sih? kalau ternyata produknya ngga bagus bisa ngga ngga jadi?

    BalasHapus
    Balasan
    1. sebelum tayang kan tulisan kita harus lewat verifikasi klien dulu...
      kalau ada yg kurang sesuai atau kurang sreg, ngomong aja langsung...
      kemaren sempat ngobrol sama mas arie parikesit, katanya kalau nulis review, biasakan memperhalus bahasa dalam menyampaikan kekurangan...baik untuk kedua belah pihak.. ;)

      Hapus
    2. kalau soal dikasih produknya dulu atau nggak, itu tergantung kesepakatan awal aja...
      ada juga yg cuma kasih referensi tulisan untuk jadi panduan... :)

      Hapus
  14. Siiip keren Mak...terima kasih infonya ^_^

    BalasHapus
  15. wah...infonya membantu banget nih mak Wind...makasih banyak ya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. ecieee, ini salah satu top reviewer nih.... :D

      Hapus
  16. Ulasannya komplit, bahasanya ngalir, jadi bisa mudah dipahami. Makasih Mbak.
    sukses ya, semoga menang :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama sama mbak tatit, makasih yaa.. :)

      Hapus
  17. Ulasannya kumplit mak dan sangat mudah dipahami semudah memahami cara makan martabak :D. Hihihi Goodluck mak Winda

    BalasHapus
  18. Atuhlah diriku kudu belajar padamu ya hihi
    Salam kenal, Mak! ;)

    BalasHapus
    Balasan
    1. atuhlah, kita belajar bareng aja yuuk? ;)

      Hapus
  19. Wah baru tau ada lomba bertema JOB REVIEW nih. Hiehiehiehie. O keren sekali tulisannya. Jadi bahan pertimbangan jika mendapat Job Review atau mengajukan Job Review. Kalau pengalaman saya sendiri sih masih minim untuk urusan Job Review ini. Makasih atas ulasan dan tips tips. sangat bermanfaat

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama mas asep, pengalaman saya juga masih seupil (upil lagi)...
      ikutan lombanya mas.. :)

      Hapus
  20. Mkasih Mbak ulasannya memberikan ilmu buat saya.
    Teman2 saya sudah banyak yg dapat job review dan bikin mupeng :D
    Siapa sih yang nggak mau dibayar untuk melakukan sesuatu yang menyenangkan buat kita.

    BalasHapus
    Balasan
    1. nah iyaa, melakukan pekerjaan yg disukai terus dibayar...indaaah... :D
      semoga mas ihwan juga bisa yaa.. :)

      Hapus
  21. Aduh, itu "seupil" jangan disebutin banyak2 atuh, Mak. Iyah, percaya deh sama gaoelnya :D. Thank you pisan QA-nya nih, karena aku masih awam perihal job review ini. Tertarik sih, semoga cepetan jadi dot com deh blogku :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. sebenernya gak mesti dot com dulu kok...
      aku pindah domain ke dot com juga baru 2 bulan ini. jadi dulu waktu dapet job review masih nebeng gratis sama blogspot (skrg juga nebeng sih, tapi bayar)...
      yg penting blog dan socmed stand out, biar agency dan brand notice...kalau profil kita sesuai dengan yg mereka cari, insya Allah berjodoh kok.

      Hapus
  22. ooo gitu ya.... manggut2 sambil berdoa moga aja cuciannya gak banyak, pan bisa ngulas ttg ini lagi hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. eehhmmm, gimana kalau dirimu bantuin aku nyuci mak? #kedip2

      Hapus
  23. manteepppp postingannyaaaa! eniwei itu yang 5juta per twit bener kok. bisik-bisik dari anak ahensi. 5 juta itu setahun lalu, entah sekarang.. :p

    BalasHapus
    Balasan
    1. tuuu bener kan kan kan....
      wajar aja sih kalau kataku dibayar segitu...lah, 5% aja dr followersnya yg kebujuk sama iklannya, udah lumayan banget kan? ;)
      dan reputasinya juga bagus, mostly followersnya itu ada, bukan abal2, terus hubungannya sama followers juga baik2 aja... :)

      Hapus
  24. Info yang bermanfaat untuk kita semua, sukses dan salam kenal ya, mak^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. sukses juga buat Oky..salam kenal :)

      Hapus
  25. Akhirnya, ada juga yang bahas rate card. Nuhun ah

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, maaf yah kalau gak lengkap, soalnya taunya juga masih segitu doang... :')

      Hapus
  26. Emak gaol makasih ye. Informatif n komplit ulasannya. Penting buat saya yg mendamba job review.

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama sama mak ety, semoga manfaat.. :)

      Hapus
  27. Rate cardnya bikin ngeces, mak. Haha. :D Yang paling bikin penasaran gimana itu klout biar stabil.

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahaha, itu cuma pencitraan doaaang...wkwkwk
      kalau klout score stabil itu hubungannya sama hubungan kita sama teman dan followers di socmed...salah satu yg bikin nilai tinggi akun socmed jgn dikunci, trus dapet rituit atau mention banyak, trus settingan share sebaiknya di-public. makin banyak yg liat, makin bagus influencenya...katanya sih gitu...tapi coba ditanya sama yg pinter la.. :)))

      Hapus
  28. wewww sy pernah ditanya rate card, dan langsung bingung sekaligus tak percaya hehehe...*beneran apa iseng ya yang nanya*
    mudah2an sih semacam pertanda suatu bahwa suatu satu saat bs eksis ngejob review juga kyk emak gaoel. eh tapi tak terbayang nominalnya kayak yg tadi wuisss *mataijo*

    BalasHapus
  29. Wah terima kasih banyak atas ulasannya

    BalasHapus
  30. Wow keren, bermanfaat dan menarik tulisannya mbak. Saya juga baru di dunia blogger ini karena latar belakang saya adalah journalis di media cetak (samalah dgn si abang di sebelah tuh, hehehe). Tapi alhamdulilah, sesuai point ke-4 di atas, ya saya sdh ikuti jejak emakgaoel, yang katanya, "karena saya seorang blogger, banyak-banyakin temen blogger dan masuk komunitas. Dari sana ada aja ntar yang nawarin ngereview". Makanya saya berharap, setelah meninggalkan komentar di sini, yang punya blog bisa ngajak2 saya mereview produk hehehehe...........ok salam, juga untuk yg di samping..... sukses utk Anda berdua...

    @nurterbit
    www.nurterbit.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. insya Allah, pak Nur....
      selama ini kalau memang diminta untuk mencari teman blogger utk review saya emang selalu lempar ke komunitas yg sesuai sama profil yg diminta...mudah2an nanti ada lagi yaa.. :)

      Hapus
  31. aku melongo pas ditanya rate card hahaha....katrok amat akyu..

    BalasHapus
    Balasan
    1. sekarang udah nggak dooong hahahahaa

      Hapus
  32. Balasan
    1. kalau akunya kece maksimal gak maaak? wkwkwkwkwk

      Hapus
  33. Ketje ulasannya mba, masih terhalang kabut tebal soalnya masalah job review ini padahal udah lama ngeblog (--" )

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga abis ini kabutnya menipis ya...halah... :)))

      Hapus
  34. Makasih inpohnya mak gaoel...keren nih tp ada yg bkn mual diawal tulisan nih. Itu yg segumpal :))))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahahahaa...sama sama maaak.... *peperin upil*

      Hapus
  35. sifu... ajarkan aku biar gauuull dan dapet job review donks :')

    BalasHapus
    Balasan
    1. Itu gampang poo...sering2 gaol kayak sifu yes... :)))

      Hapus
  36. Itu gimana caranya bisa review martabak dapet sekotak martabak. Kalo gitu ceritanya, bisa makan enak terus dong hehehe:)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahahaha waktu itu niatnya mau beli. Trus ketemu ownernya, kenalan aja sekalian. Trus aku tawarin ngereview, ownernya bilang gk sanggup bayar ah. Aku bilang, dikasih sekotak gratis aja aku mau kok....begitulah...hahahaha

      Hapus
  37. Saya pengen juga dapat job review, kan senangnya dobel : hobi menulis tersalurkan; dan dapat duit. Asyiik...
    Infonya bermanfaat. Tapi nominalnya gak disebutkan teh?
    salam

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betcul...sambil menyelam minum kopi....hehehehe....
      Nominal cukuplah masing2 aja taunya...hihihi

      Hapus
  38. Kalo nolak job karna ngak sesuai rate card, kira2 alasan apa yg cucok yo mak ???

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku belum pernah langsung nolak sih, biasany nawar. Kalau gk cocok, ya udah gapapa.... :)

      Hapus
    2. Akhirnya kmrn aku nolak job hehehe, karna ngak sesuai dengan tema blog ku. Duch jadi menyesal tak berujung hahaha

      Hapus
  39. Makasih infonya kakaaaak. Kenalin ke temennya yg suka ngasih job review dong :))

    BalasHapus
    Balasan
    1. ah kakak suka begituuu, temen kakak lebih banyaak...bagi2 doong...hahahahaa

      Hapus
  40. Oke aku makin paham sama seluk beluk job review. Saliman dulu ah, biar kecipratan hokinya. *salim* *langsung melipir*

    BalasHapus
  41. infonya mantebh Maak, mungkin semantebh upil. Cucok jadi juara. Makasih for sharing, pengen dapat job repiew juga :D

    BalasHapus
  42. INformasi menarik Mbak. Saya masih awam sekali dalam blog, dan masih belum paham sama sekali mengenai job. Syukur-syukur ke depan bisa dapat :)
    www.bairuindra.com

    BalasHapus
  43. Manggut manggut... lalu bingung mo komen apa... cari pegangan ah

    BalasHapus
  44. saya ijin ngutip dan memberikan link yang mengarah keblog emak gaoel di blog saya. saya merasa sedikit terbantu untuk masalah saya hehehe

    BalasHapus
  45. artikel menarik, kalau ditanya rate card selama ini saya ngga bisa jawab :)

    terimakasih pencerahannya emak

    BalasHapus
  46. sangat bermanfaat...dapet ilmu baru tentang job review...trima kasih untuk sharingnya..smg dapet hoki job review..heheehe

    BalasHapus
  47. penasaran dengan rate card, itu bikin sendiri kah mbak Winda?

    BalasHapus
  48. baru tahu.. menarik.. makasih infonya mak..
    mudah2an saya ada yang nawarin job review..hehe

    BalasHapus
  49. Makasih atas informasinya mak. Nambah wawasan nih, soalnya dari kemarin cari segala hal tentang job review. Maklum baru

    BalasHapus
  50. Gaul, gaul, ngomongin "upil!" #kaboor, tapi sebelum kabur mau tanya nih, Mak Gaul,dah pernah gak sih mampir ke blog bunda? Intip donk, apa kontennya udah bisa a.k.a. rada-rada pantes buat dilirik klien bikin kerja ulasan? Ayo donk dikasih kripik pedasnya, ya...tapi di japri aja... qiqiqi...#tutupmukapaketatakantikus, qiqiqiii...

    BalasHapus
  51. terima kasih atas penjelasannya mak
    baru saja saya dapet email job review
    saya cari2 di Google, ketemu blog ini :)

    BalasHapus
  52. Wah... Infonya bermanfaat bgt. Kudu belajar banyak nih buat saya yg masih awam ini.... Makasih .. mak Winda emang gaoel abis...

    BalasHapus