Kamis, 23 April 2015

Melawan Takut untuk Lebih Banyak Berbagi

"I think fearless is having fears but jumping anyway."

Kalimat tadi membawa saya ke tahun 2011, saat saya #BeraniLebih melawan rasa takut saya untuk sebuah alasan kuat. 

Alkisah, sekumpulan perempuan sedang hopeless mencari jalan untuk mendapatkan sejumlah dana agar bisa mendistribusikan buku untuk anak-anak tidak mampu di hampir seluruh Indonesia. Kegiatan ini adalah kegiatan mandiri, mereka harus memutar otak mecari jalan keluar.

Pengalaman pertama saya #BeraniLebih melawan takut bicara di depan orang banyak (Workshop Menulis Kampung Fiksi, 2011).

Kesepakatan didapat, karena para perempuan desperate ini tergabung dalam komunitas menulis, maka muncullah ide untuk mengadakan pelatihan menulis berbayar. Masalah lain muncul. Siapa yang akan menjadi pembicara? Tidak ada satu pun dari mereka yang punya pengalaman menjadi pembicara sebelumnya. Waktu semakin sempit, harus ada yang berani melempar diri ke tengah api agar bisa tetap menyala. Terpilihlah satu perempuan untuk menjadi pembicara, dan itu adalah saya.

Sejujurnya, saya tidak tahu apa yang sedang saya lakukan. Waktu itu pengalaman menulis saya baru sejauh menerbitkan satu buah novel. Bicara di depan umum? Not to mention, memberi pelatihan? Are you kidding me? Tapi kembali lagi, kami sedang putus asa. Kami butuh dana tersebut secepatnya. 

Seminggu menjelang hari H, keraguan saya makin besar. Rasa takut menjelma menjadi beberapa keluhan fisik. Sakit perut, masuk angin, gangguan maag, insomnia, you name it. Satu hal yang saya tahu, sudah tidak mungkin berbalik arah dan kabur karena kami menggandeng sponsor. Ada tanggung jawab besar di sana. Satu-satunya pilihan adalah, saya harus #BeraniLebih melawan rasa takut saya berbicara di depan banyak orang. 

Hari yang (tidak) saya nantikan tiba. Langkah saya seperti melayang. Suara-suara di sekitar saya seperti dengungan serangga. Otak saya bahkan seperti membeku, tidak mampu memproses informasi paling sederhana sekali pun. Do'a saya hanya satu; semoga saya tidak jatuh pingsan di depan 40 peserta pelatihan hari itu.

Dua jam kemudian, pelatihan usai. Keringat membanjiri sekujur tubuh saya. Suara saya nyaris tak terdengar di awal pelatihan. Dengan polosnya saya mengakui kepada semua peserta pelatihan kalau saya grogi setengah mati. Kejujuran saya ternyata menjadi ice breaker yang menolong saya menyelesaikan pelatihan dengan lumayan baik. Saya belajar banyak hari itu. Tak mudah ternyata berdiri di depan banyak orang. Bukan hanya perkara berbicaranya. Tapi tanggung jawab besar yang mengikutinya. Apa kata dunia kalau si pemberi materi pelatihan ternyata tidak mampu melakukan apa yang sudah dia ajarkan kepada orang lain? 

Hari itu adalah titik balik hidup saya sebagai seorang penulis dan juga landasan rasa percaya diri yang mulai saya bangun setelahnya. Saya mulai lebih rajin menulis dan berusaha lebih berani mengungkapkan pendapat di depan orang banyak. 

Pengalaman didapat dari perjalanan. Saya mulai berani menerima tawaran untuk mengisi seminar dan workshop. Setiap itu, selalu ada pelajaran baru yang saya dapatkan. Setiap itu, selalu tumbuh keyakinan baru dalam diri saya. Dan setiap itu juga, saya kembali ke hari pertama menjadi pembicara. Andai waktu itu saya memutuskan untuk tidak #BeraniLebih melawan rasa takut saya, tentu tak seperti ini perjalanan hidup saya. 

Wawancara dengan Alinea TV.

"I think fearless is having fear but jumping anyway." (Taylor Swift). Karena takut dan berani hanya dipisahkan oleh sebuah garis tipis yang menunggu untuk dilewati.

 Mengisi Workshop Dari Cerpen Menjadi Film di Social Media Festival.


 Memberi laporan pendistribusian buku saat Launching Buku Peri-peri Bersayap Pelangi (Newseum, Jakarta).


 Sharing seputar blogging di acara Smartfren Media Gathering.


 Mengisi kelas Akademi Berbagi Bekasi.


Sharing pengalaman menulis saat launching novel Macaroon Love.

Menjadi pembicara di Annual English Seminar, STBA Pranoto, Bekasi.


Facebook: Winda Krisnadefa
Twitter: @windakrisnadefa
Google +: Winda Krisnadefa
Instagram: @emakgaoel
Fanpage FB: Emak Gaoel 


26 komentar:

  1. Wah. Banyak juga Mbak dah jadi pembicaranya.
    Memang diri di depan umum bikin grogi ya.

    Febriyanlukito.com

    BalasHapus
  2. Keren sekali Emak Gaoel ini *four thumbs up

    Kalo demam panggung saya suka ngalamin pas ngemsi kecil2an di kampung saya xixixi

    BalasHapus
  3. Jd inget saya cuap2 di kelas AMJ

    BalasHapus
  4. Ah jadi ingat pengalaman saya disuruh jadi pembicara sebuah Yayasan Penulisan. Padahal nulis aja belum becus, untungnya audience banyak yg gak paham blogging jadi materi saya dianggap 'wah'. Padahal ngomong aja acak-acakan haha

    BalasHapus
  5. iya ya mak, pengalaman pertama itu emak bikin muless pastinya. tp kece lah klo sdh berani tampil, kesempatan selanjutnya lsg mengekor kan yaaa..

    BalasHapus
  6. Karena takut dan berani hanya dipisahkan oleh sebuah garis tipis yang menunggu untuk dilewati.

    Quote yg bisa kucontek nih Mbak. Makasih ya

    BalasHapus
  7. Wuah... keren mbakkk.... (y)
    Kdg saya masih gagu. Apalagi dulu pas sidang skripsi. Xixi

    BalasHapus
  8. skrg malah tambah banyak ya mak pengalaman berbaginya :)

    BalasHapus
  9. Kereen!! Dari yang groginya setengah mati, sampai jadi pembicara di banyak acara. Waduuh, bikin ngiri nih si emakgaoel! :)

    BalasHapus
  10. Keren!melawan ketakutan itu memang ga mudah, tapi worthed:)

    BalasHapus
  11. ciee mak.. udh cetarr bgt skg kalo ngisi ..
    suka bgt sama status2 mak wind.. bikin melek haha+ nanaa..
    ikut standup juga makk *piss

    BalasHapus
  12. Jadi ingat pertama kali jadi moderator. Contekan 'jiglog' (baca : jatuh) ditengah acara. Grogi deh :D

    BalasHapus
  13. emang keren mak yang satu ini

    BalasHapus
  14. Yg paling sulit mengatasi rasa taku adalah MULAI mencobanya, krn stlh bisa MULAI...selanjutnya akan jd pengkayaan skill dan pengetahuan .

    BalasHapus
  15. Berawal dari mencoba, akhirnya rasa takut yang ada dalam diri jadi menghilang.

    BalasHapus
  16. waahh...kereen mbak...
    memang melawan rasa takut ketika kita show off di depan banyak orang itu sesuatu hehe...
    semangat! :)

    BalasHapus
  17. kereeenn!
    mengusir rasa takut dengan #BeraniLebih berbicara di hadapan banyak orang

    BalasHapus
  18. ga nyangka selama ini aku bergaul ama seleeeeb

    BalasHapus
  19. Keren sekali dirimu, Mbak. Saluuuute!

    BalasHapus
  20. Ckckck...kapan-kapan kasih materi di Surabaya doooong....

    BalasHapus
  21. keren mba (y) klo saya pasti malu :D

    BalasHapus
  22. Berarti aku jadi saksi pertama kali mbak winda bicara didepan umum ya :) Sekarng sih udah ahli ya mbak

    BalasHapus
  23. Ah Emak Gaoel Keren Top Markotop
    Aku sampai sekarang kalo bicara di forum2 selalu aja deg2an tapi giliran sudah di depan, langsungbanci tampil nyerocos hahaha

    BalasHapus
  24. Kalau sekarang sudah master ya mbak.hehe...

    BalasHapus
  25. Yiiisshhh... kerennyaaa... ternyata saya temenan sama selebritisss.. aawww...
    You inspired me, you know!

    BalasHapus
  26. waaaah...mak emang keren deeh...aku jadi makin termotivasi nih..hehehehehehee..

    BalasHapus