Kamis, 11 Juni 2015

Membangun Hubungan yang Baik dengan Followers di Social Media

  68 comments    
categories: ,
Assalamu'alaikum.

Waktu awal-awal mulai aktif di social media, saya pernah jadi "anak alay socmed" yang obsessed banget pengen dapet followers banyak. Tiap hari mantengin angka followers, malah sampe hapal. Pas ada yang unfol, galaw banget. Hahaha, sumpah alay! 

Untungnya, saya masih dikasih petunjuk supaya gak ngambil jalan "sesat" untuk beli followers. Hihihihi. Alhamdulillaah, pelan-pelan saya belajar juga. Angka jumlah followers itu gak berarti sama sekali kalau saya gak punya hubungan apa-apa sama mereka. Balik ke azas hubungan manusia, kita ingin diperlakukan baik, maka perlakukan orang lain dengan baik.


Saya mikir (cie mikir cieee), gimana perasaan saya kalau saya diperlakukan sebagai sekedar angka sama orang yang saya follow di socmed? Alih-alih dianggap teman, mungkin saya hanya dianggap sebagai sekedar pelengkap angka 999 supaya jadi 1.000. Jangan-jangan nanti pas saya nggak sengaja pencet unfollow, orang itu langsung marah-marah sama saya gara-gara angka followers-nya berkurang? Eaaa, drama banget pikiran gue! Wkwkwk. 

Tapi beneran, saya mulai sadar, saya kan follow orang itu karena banyak alasan, dan semuanya biasanya bagus. Sebagian besar yang saya follow adalah teman yang memang sudah saya kenal sebelumnya. Sebagian lagi adalah teman-teman baru di komunitas. Sebagian lagi adalah sosok-sosok yang saya kagumi sepak terjangnya. Sebagian lagi adalah orang yang sama sekali belum saya kenal, tapi mereka pernah mention saya in a positif way. Misalnya pembaca buku dan blog saya, dan memberi komentar via social media. Kalau pun ada beberapa orang yang saya follow karena alasan yang "nggak banget" adalah mereka yang lagi jadi bahan pembicaraan kekinian, kayak Dijah Yellow waktu nerbitin novelnya. Itu pun cuma buat sekedar pemuas rasa kepo aja, Kalau udah puas biasanya saya unfollow. Hihihihi.

Pelan-pelan saya berusaha untuk lebih mengenal followers saya di social media. Tapi kenalan satu per satu rasanya juga gak efektif, banyak buang-buang waktu. Saya kan gak tahu mana yang aktif mantengin socmed, mana yang cuma sekedar punya akun socmed, trus follow saya, trus gak mainan socmed lagi. (Dih, GR amat lu, mak!)

Jadi saya coba cara lain supaya bisa membangun hubungan yang hidup dengan followers saya. FYI, sebelum semua ini menjadi sebuah kenyinyiran baru untuk beberapa pihak, dari tadi saya memang sebut-sebut kata "followers" melulu, tapi ketahuilah, semua saya anggap teman, bukan angka. OK, yes? *semacam disclaimer, karena saya cemen sama orang nyinyir* :v


Iseng, saya ngitung, berapa orang yang engaged dengan konten yang saya share di socmed. Followers Google+ saya ada sekitar 25.000an. Tiap saya share satu apdetan, biasanya cuma sekitar 500 orang yang datang dari link yang saya share di Google+. Hanya 2%! Dan itu sudah sangat berarti buat saya. That's why, followers are valuable. Dan karena itu juga saya berusaha maintain hubungan yang hidup dengan followers (teman2 saya) di socmed.

Bagaimana caranya membangun hubungan yang hidup dengan teman-teman yang mengikuti kita di social media? Ini beberapa cara yang sudah saya lakukan selama ini.

1. Yang paling utama ya yang sesuai dengan kodrat anak socmed ajalah! Kalau di FB, sesekali komen di status mereka. Kalau di Twitter, mention atau retweet twit mereka yang kita anggap menarik. Kalau mereka komen di status kita, usahakan dijawab. Uhuk, maaf ya, saya suka khilaf kalau untuk yang satu ini. Masih berusaha untuk memperbaiki. Soalnya kecepatan update status saya berbanding lurus sama kecepatan bertambahnya komentar di tiap status. 

2. Kalau di blog, ya blogwalking, gitu dee. Paham dong ya kalau yang ini. Ngaku blogger, jangan cuma paham nulis di blog doang. Tapi blogwalking juga. Saya masih kurang banget di bagian ini. Cuma sanggup blogwalking maksimal 5 blog rata-rata per hari. Itu pun nggak semua ninggalin jejak, karena ada aja kendalanya: device kacrut, sinyal ngehe, kena cegat Captcha, de el el.

3. Lempar pertanyaan yang kekinian di status FB atau Twitter juga bisa memancing perbincangan hangat dengan followers kita. Kalau saya biasanya suka bikin survey abal-abal, yang penting seru. Dan saya jadikan postingan di blog. Misalnya ini, ini atau ini. Yang seru emang kalau udah ada unsur narsis-narsisan sharing foto, banyak yang suka rela ikut terlibat. Hihihihi.

4. Sesekali bagus juga ngadain GA. Bukan masalah nilai hadiahnya, tapi keseruan yang dialami bersama yang dicari. Beberapa orang mungkin nganggap ini kayak "membeli" hubungan dengan followers. Tapi balik lagi deh, siapa sih yang nggak suka kalau menang lomba? Walaupun hadiahnya mungkin cuma pulsa goceng, judulnya menang GA. Excitement-nya gak bisa dibeli.


5. Kalau mau agak bersusah-payah sedikit untuk menyenangkan followers, bisa bikin lomba dengan menggaet sponsor. Kayak lomba yang saya adakan ini, atau ini, atau Lomba Share Tips Menabungmu yang masih berlangsung sampai sekarang ini (ikutan ya, hadiahnya duiit total 1,5 juta, neik!). Jangan mumet dulu, ah! Semua bisa kok bikin lomba model gini. Mainkan kreatifitas kamu aja dalam menjalin hubungan baik dengan semua orang. Networking istilah kerennya. Ecieee, apaan, tuh? Tauk! Bikin lomba dengan skala agak besar seperti ini selain membina hubungan dengan followers lama, juga menambah teman baru, lho. Jadi coba deh, mulai investigasi gimana caranya bikin lomba blog yang rame. Saya udah share cara saya di sini. Monggo.

6. Tiap social media punya karakter membernya masing-masing. Followers di FB tidak bisa diperlakukan sama dengan followers di Twitter, misalnya. Begitu juga dengan followers di Instagram atau Google+. Atau Path, atau apalah apalah. Banyak banget socmed sekarang, yak. Pucing pala plinces. Intinya, cari cara yang sesuai dengan karakter social media masing-masing. Kalau di Twitter, engagement cenderung terjadi kalau kita nyerempet-nyerempet trending topic. Kalau di FB, engagement muncul kalau kita share sesuatu yang useful slightly personal seperti tips buat sehari-sehari, misalnya. Kalau di IG, jangan pelit sama hashtag. Karena hashtag di IG bisa jadi pintu untuk menambah teman baru. Kalau di Google+, saya merasa di sana lebih luas dan terbuka, sehingga engagement kayak nggak berasa, padahal ada. Semacam orang jatuh cinta, tapi diem-diem. *apalah perumpamaan ini*  

Jadi, semangat ya, kakaak. Tulisan ini sebagai encouragement aja. Jaga hubungan baik dengan followers kita. Followers hanya sebutan di socmed, tetap perlakukan mereka sebagai teman, bukan sebagai komoditas, apalagi angka statistik semata. 

Karena hubungan yang baik dengan sesama adalah ladangnya persahabatan, 
dan persahabatan adalah tunasnya rejeki dari Allah SWT.


68 komentar:

  1. Angguk2 mencoba memahami kemudian menghitung 2% dari followerku itu berapa ya, ampuun ngga nyampe 20 orang >.<

    BalasHapus
    Balasan
    1. Gak usah diitung-ituung. Itu cuma buat bahan perbandingan aja. Yg penting mah kita ngubrul gitchuu :)

      Hapus
  2. Kudu belajar banget nih dari Emak Gaoel. Noteeeeed pisan, mak....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ah kakak, aku mah apa atuh, hanya serpihan bambu dalam jari...semacam cantengan....

      Hapus
  3. Nah ini nih... banyak temen itu lebih baik daripada memiliki satu musuh....

    BalasHapus
  4. Yah saya msh apa atuh, follower itungan jari. 2%Berapa dunk..... Tapi memang sih dibales komen sama seseorang yg kita follow tuh gimana gitu rasanya....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Gak usah diitung-ituung...aku cuma ngasih bayangan aja...wkwkwkwk

      Hapus
  5. mak gaoel keren pisan ihhh...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ah aku mah apa atuh, hanya sebutir kedondong belum mateng...asem...

      Hapus
  6. Jiaahahaha.... kepoin DIjah Yellow. Duh 2% dari followersku berapa orang, ya? Eh tapi aku juga masih 'eling' ga mau beli followers. Masa sama diri sendiri kasih PHP. "Bodornya" lagi yang nawarin followers itu rata-rata followersnya juga seuprit. Kan, konyol :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ini kenapa jadi pada fokus ke 2%nya sih? Hahahaha...
      Eh iya lho, yg jualan followers, followersnya malah dikit hihihi

      Hapus
  7. makasih mba tipsnya, jadi lebih tau gimana cara berhubungan baik dengan teman walaupun di sosmed :)

    BalasHapus
  8. Emak gaul keren pisunlah pokoknya ini tipsnya, harus banyak belajar nih dari mba winda...
    btw, tfs ya mba :)

    BalasHapus
  9. Wuidiiih...
    Makasih banyak sharingnya yah mbaaak :)
    Cateeeet!

    Iya sih emang aku juga merasa nyetatus di fb sama nge twit harus dibedain materinya.

    Di twiterku selalu rame kalo aku ngetwit Korea, sedangkan kalo di fb aku masih bisa nyetatus soal blog atau anak2 , eh Korea juga sih..duh..hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Uh kamu mah nulis apa juga rame...hahahaha

      Hapus
  10. Aku punya bloglist yg kuisi dg nyicil lama2 banyak. Dari situ aku bisa blogwalking ke teman2 yg update. Kalau ngandelin komentator suka kecelik ternyata doi blm update. Sia2lah aku kesitu. Tapi ada loooo bbrp teman, udah kenal online, satu komunitas, aku selaluuu ke blognya tp dia nggak pernah sekalipun ke blogku. Tp ntah mengapa ya, aku kok malah tertantang main mulu ke blognya, penasaran smp berapa tahun dia akan bertahan spt itu wkwkwkwkkk.... Tp jadinya cuma blogwalking aja sih sm ybs, udah males nyapa lagi di akun socmed. Jadi orang yg real aja deh, walaupun di dunia maya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Untuung kemaren baru maen ke blog mak lusi *sujud syukur*

      Hapus
  11. iya intinya sering-sering komunikasi lah ya, aku sih sekarang lebih aktif di blog, jadi sering mantengin update-an trus di komen, lama-lama jadi berasa udah kenal lama dan akrab gitu padahal belum pernah ketemu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak, baca2 status temen js beras dekat walauoun belum pernah ketemuan ya

      Hapus
  12. Mak sesekali main ke blogku dong, sibuk bingit kayaknya ya he3
    Padahal aku sering lho main ke sini, kan katanya membangun hubungan yang baik dengan follower :-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku beberapa kali maen lho ke sana, tapi gk tiap ada update baru, lah sehari bisa BW 5 blog aja udah syukur ini. Hihihi.
      Ntar aku mampir ninggalin komen deh, biar dapet cap imigrasi, udah pernah masuk...wkwkwkwk

      Hapus
    2. Wakakaka makasih Mak, suatu kehormatan deh dikomenin seleb blog seperti Emak. Btw tolong cek email ya, saya ada tawaran menarik ;-)

      Hapus
    3. aku udah daftar duluan mas, tapi belum ada kabar apa2...gak masuk kriteria kali ya...hahahahaa

      Hapus
  13. Maak bagi followernya doong.. 2% ajalaah.. haha..
    Aku belum bisa membangun hubungan baik di sosmed Mak.. mungkin kebanyakan teman kali ya, jadi bingung memanage nya.. ceilee teman masih seribu aja sudah bingung, gimana nanti follower 25rebu!!
    Ya, sih, kadang kebanyakan akun juga bikin pusing. suatu hari asik di FB, twitter sama IG gak kejamah. suatu hari asik di twitter, FB sama ig di cuekin. Daan suatu hari asik upload foto2 di ig, buka twitter sama FB jadi kayak orang asing huhuhu..

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyaa, banyak banget yg mesti diurusin..lah anak apa kabar anak? hahahahaa

      Hapus
  14. siip... lanjut mak ... *eh apa coba :D

    BalasHapus
  15. mak gaoel memang keren

    BalasHapus
  16. Semenjak mulai ngeblog, aku berusaha perlahan-lahan untuk melakukan seperti yang di tuliskan. Untuk GA mungkin belum bisa karena masi pemula juga dalam dunia menulis, khususnya blog.

    Makasih untuk ilmu yang dibagikan.
    Salam

    BalasHapus
  17. memang penting buk silaturrahmi walaupun lewat dunia maya.
    semoga bermanfaat.

    BalasHapus
  18. catet catet catet cateeeeeet.
    Melongo liat followersnya.
    Aku mah apalah apalah apalah

    BalasHapus
    Balasan
    1. catet, praktek....jumlah followers gk masalah, yg penting kasih sayang... #apaini

      Hapus
  19. Duh jadi pengen terpana liat tulisan sama followernya mamak gaoel inih, btw saya udh jadi followernya kan..hehehe, maaf kadang saya suka kepoin juga hihihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. gapapa mak, aku suka kok dikepoin.. #halah :))))

      Hapus
  20. Waduuuh, kalau soal beginian saya masih harus belajaaaaar. Makasih ilmunya, mak...

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama-sama...masih belajar juga kok sayah.. :)

      Hapus
  21. hikk followerku 1.400an tapi gak bisa setenar mak gaoel satu ini * wkkks

    BalasHapus
    Balasan
    1. gak penting jumlahnya, yg penting engagementnya...biasanya makin banyak followers, makin susah membina hubungan yg hidup...kayak aku gini, susah berlaku adil...gimana presiden yak? wkwkwkwkwk

      Hapus
  22. emak gaoel, saya perlahan sedang memperbaiki engagement dengan teman2 di twitter, seperti yg mak gaoel bilang, meretwet, memreply, memfollow dll

    BalasHapus
    Balasan
    1. alhamdulillaah, semoga lancar ya maak.. :)

      Hapus
  23. Aish penting banget ini artikel nya, tapi hub kita baik2 aja kan mak ??? #Digampar

    BalasHapus
    Balasan
    1. asalkan kancutmu tetap terpasang, kita baik2 aja, cumi...wakakakakakkk

      Hapus
  24. Menarik sekali, sangat ramah sekali emak gaul yang satu ini, salam kenal atas partisipasi pertama saya di blog emak gaul.

    BalasHapus
    Balasan
    1. salam kenal juga..makasih udah mampir ya.. :)

      Hapus
  25. mak gaoel bangeeeet niiih...followersnya banyaaak hehehehe :)....tapi setuju dengan tipsnya..walaupun aku masih ngos-ngosan jalaninya hehehe..

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama maaak, aku juga ngos2an..masih mending mak indah, masih sempet BW rutin..aku mah apa atuhlah.. :(((

      Hapus
  26. Bener Maaakk, maintain follower ga gampang. Ibarat lari nanjak, belum disapa yang satu, yang lain udah nongol. Jadi itung-itung BW ini adalah saling menyapa ya, hihihi....

    BalasHapus
    Balasan
    1. yang repot, baru nyapa satu, yg belum disapa udah protes duluan gara2 gk disapa, padahal kan belom sempeeet...hahahaa.. #curcol

      Hapus
  27. salam kenal mak cik dari bisnis borneo....

    BalasHapus
  28. nemu blog emak gara-gara postingan si Una yang ke KL... follower saya 2%-nya cuma 4 orang :-)... kalo ini semacam kurang gaoel sih hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai, Naya...
      Don't worry soal jumlah followers, yg penting kita dekat di layar dekat di hati.. #tsah

      Hapus
  29. Aku baru jalanin yang 1 sampe 3 kayanya mak :D
    tapi, seruuu sih yak..
    ohiya, G+ tuh gitu ya mak, ngga berasa tapi ada. tapi perumpamaannya emang begitu yah? wkwk

    BalasHapus
  30. Alhamdulillah..aku dah follow, dah tarik di bligroll, dah ikut GS Emak Gaoel, dah ikut kuis2nya juga... Memang matap banget cara Mba Winda menjalin hubungan dgn follower..buktinya tiap ada postingan baru aku pasti mampir...apalagi kalo dikunjungi balik dari blogger top..wah..tambah semangat tuh ngeblognya..

    BalasHapus
  31. Baca beginian habis sahur, tips keren, dah, Mak

    BalasHapus
  32. suka sama postingan ini bu
    he he he

    biar udah lewat sebulan tapi masih relevan untuk kami, para blogger :)
    betul juga, menjaring followers buat jalin relasi

    BalasHapus
  33. Hihi, kalau aku memang gak pernah menghitung followers (kalau ditanya berapa, aku gak akan bisa mengira-ngira). Tapi bukan berarti aku cuek, ---yang biasanya paling pertama aku perhatikan itu konten. Aku sadar followerku banyak yang masih SMP, jadi kalau mau update status/share berita aku sesuaikan. Simplenya, aku anggap mereka ada di depanku beneran aja, jadi selalu ada sapa dan chit-chat, hihihi. Bagus tipsnya :))

    BalasHapus
  34. waduh, yg ngasih komentar udah banyak... Nasihat ini bener... Gue termasuk yg awalnya males blogwalking & menyapa di twitter... Tp sekarang sedang diusahakan berubah :) Karena hubungan kan emang perlu banget dijaga... Thanks for the tips, Winda ^_^

    BalasHapus