Sabtu, 17 Juni 2017

Inspirasi Momen Kebersamaan Keluarga di Ramadan Together

  16 comments    
categories: 
Assalamu'alaikum.
 
 
Bulan Ramadan selalu jadi bulan istimewa bagi umat Muslim. Terutama untuk anak-anak ya, mam. Masih inget banget dulu waktu kecil ramai-ramai berangkat taraweh ke masjid bersama teman-teman. Bantuin Mama mempersiapkan tajil buat berbuka. Kalau sudah menjelang lebaran begini, biasanya dapur nggak pernah tidur karena mulai nyicil bikin kue-kue kering. Senangnya.
 

 
Kalau waktu masih kecil memang yang diingat dari Ramadan justru kegiatan-kegiatan lain yang bikin lupa lagi puasa, kan ya. Soalnya, tahu sendiri anak-anak, kapan ingat lagi puasa, langsung deh merengek minta buka. Ngaku! Hihihi. Eh, kejadian juga sekarang setelah punya anak. Jadi ibu itu harus kreatif bikin segala rupa kegiatan yang bisa membuat anak-anak nggak ingat kalau lagi puasa. Dan yang lebih penting lagi, tidak mengurangi nilai ibadah, plus bonusnya membuat ibu dan anak makin dekat hubungannya. Wih, komplit!
 
Sama persis dengan tujuannya Lotte Choco Pie di bulan Ramadan tahun ini dengan kegiatan "Ramadan, together". Alhamdulillaah, saya bisa jadi salah satu bagian acara bagus ini bersama Safina minggu lalu. Tema kegiatan "Ramadan, together" ini adalah "Together, more" dengan tujuan agar ibu bisa lebih memaknai momen kebersamaan dengan anak secara lebih berkualitas.
 
 
Sepanjang bulan Ramadan, umumnya, praktis ibu lebih banyak memiliki waktu bersama anak-anak, kan. Saya pun demikian, karena Papanya masih harus masuk bekerja seperti biasa. Tidak bulan Ramadan pun demikian. Berhubung ini bulan khusus dalam Islam, tentunya saya sebagai ibu ingin sekali memaknai Ramadan sebagai momen istimewa bersama anak-anak. Entah itu lewat kegiatan bermain dan juga belajar pengetahuan agama dan ibadah.
 
So, di acara "Ramadan, together" Lotte Choco Pie kemarin, lengkap semua diberikan kepada pengunjung acara. Kegiatan ini merupakan serangkaian kegiatan rutin yang diadakan oleh Lotte Choco Pie selama bulan Ramadan, setiap weekend, berkeliling ke beberapa masjid di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Diawali pada tanggal 3 - 4 Juni 2017 di Masjid Raya Cinere, kemudian bergerak ke wilayah Bekasi, tepatnya di Masjid Baitussalam, Billy & Moon, Kalimalang pada tanggal 10 - 11 Juni 2017, sampai terakhir nanti di Masjid Al Ikhlas BSD pada tanggal 17 - 18 Juni 2017.
 
 
Kenapa sih Lotte Choco Pie mau repot-repot bikin acara seperti ini di bulan Ramadan? Menurut Ibu Oci C. Maharani, Brand Manager Lotte Indonesia, Lotte Choco Pie memiliki komitmen untuk selalu mempererat keluarga Indonesia sehingga mereka pun berusaha untuk memberikan inspirasi untuk para ibu dalam menciptakan momen kebersamaan yang lebih bermakna di bulan Ramadan, di tengah kesibukan sehari-hari. Keren, ya? Nggak salah kalau Lotte Choco Pie selalu jadi cemilan favorit keluarga Indonesia. Btw, Safina doyan banget, lho! Kalau deskripsinya tentang Lotte Choco Pie itu, "Sweet, chewy inside and I always want more, until you say 'stop', Mom." Hahaha.
 
Jadi kemarin di Masjid Baitussalam Billy & Moon kita ngapain aja? Banyaaak! Kebetulan saya bawa Safina dan sepupunya, Fikri, karena mereka seumur. Safina dan Fikri dapat kesempatan untuk ikut Kids Pastry Class, dibimbing oleh Chef Nanda yang sudah berpengalaman. Wuih, anak-anak seneng banget dapat kesempatan megang-megang fondan, rolling pin dan berbagai perkakas pastry lainnya. Benar-benar pengalaman baru. Mereka diajarkan basic trick menghias dengan fondan di atas Lotte Choco Pie. Hasil akhirnya keren-keren dan lucu-lucu. Warna-warni dan yang pasti manis semua, kayak anak-anak yang ikutan Kids Pastry Class sore itu. Seriously, dari yang usia balita sampai 10 tahun, semua anteng ikut pastry class oleh Chef Nanda itu. Padahal suasana di luar masih agak panas sore itu. Barakallaah ya anak-anak, masih pada bertahan puasa, sebagian. ^^ Oh iya, hasil kreasi fondan Safina terpilih jadi salah satu dari tiga terbaik lho oleh Chef Nanda. Ih, anaknya bungah!
 


 
Gak mau kalah sama anak-anaknya, ibu-ibu juga diberi kesempatan untuk unjuk daster gigi lewat Lotte Choco Pie Creative Competition. Namanya juga tema acaranya kebersamaan, ya. jadi lombanya juga pasangan, ibu dan anak. Saya bagian nonton aja sebentar, karena Safina dan Fikri udah ngajakin siap-siap nonton puppet show yang akan dibawakan Kak Muiz di area dalam masjid. Yang ikut lomba, bonding sama anak-anaknya, saya juga bonding lho di dalam sama anak saya.
 

 
Ternyata di dalam masjid sudah banyak berkumpul anak-anak lain yang ternyata adalah anak yatim yang akan disantuni oleh Lotte Choco pie. Nggak lama Kak Muiz muncul dengan bonekanya yang bisa bicara, namanya Moti. Nah, udah deh, seru. Kak Muiz dan Moti pinter banget bikin anak-anak ketawa-ketawa sampai lupa lagi puasa. Apalagi setelah itu Ustad Wildan ikut gabung dengan Kak Muiz dan Moti. Jadi deh, tausiyah interaktif. Kan keren banget! Ustad Wildan mengajarkan tentang pentingnya sahur dan berbuka. Jangan sampai ditinggalkan. Apalagi, waktu sahur dan berbuka itu adalah waktu-waktu di mana doa kita dikabulkan oleh Allah.
 
Setelah mendengar tausiyah dari Ustad Wildan, acara ditutup dengan pemberian santunan dari Lotte Choco Pie untuk anak-anak yatim yang sore itu juga berbaur bersama peserta kegiatan "Ramadan, together" di Masjid Baitussalam.
 
 
Pokoknya Sabtu kemarin ibu sama anak sama-sama puas, sama-sama happy, dan yang penting Ramadan jadi terasa lebih berkesan karena dijalani dengan melakukan aktifitas bersama. Sampai pulang, nggak berhenti Safina dan Fikri ngobrolin soal acara "Ramadan, together" Lotte Choco Pie tadi. Masih bisa ikut, ya Sabtu dan Minggu nanti (17 - 18 Juni 2017) di Masjid Al Ikhlas BSD. Tinggal datang aja, kok. Gratis, menghibur dan bermanfaat. Syukur-syukur bisa pulang bawa hadiah segambreng. Bisa menang lomba menghias Lotte Choco Pie, atau dari permainan puzzle di booth. Mau foto-foto cantik sama anak juga bisa di foto booth yang disediakan.
 
Yah, nggak tinggal di Jakarta, tapi pengen ikut keriaan "Ramadan, together" Lotte Choco Pie juga! Bisa, dong! Ikut lomba foto share momen Ramadan dengan si kecil, mam. Bisa menang perjalanan ke Bali untuk sekeluarga, Together Moment dengan Carissa Putri dan masih banyak lagi. Informasi lebih lengkapnya bisa dilihat di sini, ya.
 
 
Terima kasih, Lotte Choco Pie, sudah memberikan banyak inspirasi bagi saya untuk bisa menciptakan momen "Together, more" yang lebih bermakna bersama anak-anak. Tahun depan ada lagi, ya. :*
 


Minggu, 11 Juni 2017

Periksakan Kesehatan Mata Secara Lengkap

  10 comments    
categories: ,
Assalamu'alaikum. 

Gimana puasanya? Nggak terasa ya, udah setengah bulan Ramadan. Kalau lagi puasa gini, biasa banget deh jadi 'mager' alias males gerak. Nggak mau keluar rumah, dalem kamaar terus sampe buka. Hihihi. Untung banget, sebelum puasa kemarin saya masih sempat bawa anak-anak dan suami periksa kesehatan mata ke VIO Optical Clinic. Dan untungnya, lokasinya juga dekat dari rumah, masih di area Bekasi. Tepatnya di Perumahan Kota Harapan Indah, Ruko Asia Tropis AT 16, no. 51




Tapi kalau mau ngomongin soal untung yang benerannya sih, ini dia, nih. UNTUNG periksa matanya ke VIO Optical Clinic. Cek kesehatan mata lengkap banget, serasa di rumah sakit khusus mata. Bahkan ada pemeriksaan khusus untuk anak-anak, namanya pediatric refraction. 


Begitu sampai ke VIO Optical Clinic, kami disambut oleh staff yang ramah dan helpful banget. Ditanya keperluannya apa. Nah, biasanya nih, saya juga suka bingung kalau ditanya mau periksa apa kalau ke dokter. Hihihi. Staff VIO membantu banget menjelaskan jenis-jenis pemeriksaan yang bisa mereka lakukan untuk calon pasien, supaya nantinya bisa dapat treatment dan alat yang sesuai. 


Berhubung saya memang pemakai kacamata minus sejak lama, di penerima tamu kacamata saya diminta untuk diperiksa ukuran dan dibersihkan. Wkwkwkwk. Penting ini. Secara saya suka asalan banget bersihin kacamata. Eh, belum ketemu dokter aja, saya udah dapat konsultasi gratis soal cara membersihkan kacamata yang benar. Jangan suka lap lensa pake kerudung ya, buibuuu! #tutupmuka Soalnya lensa kacamata itu sensitif guratan, jadi kain yang dipakai untuk ngelap lensa juga harus lembut. Makanya kalo beli kacamata kan suka dikasih sama lap-nya, tuh. Pake itu. Bandel. 


Begitu selesai mengisi data, kami digiring (((DIGIRING))), diajak ke dalam ruang periksa yang terdapat beberapa alat pemeriksaan. Jujur aja, bertahun-tahun periksa mata, belum pernah lihat alat periksa mata selengkap itu dalam satu ruang, kecuali di rumah sakit khusus mata. Dr. Andri Agus dan staffnya menyambut kami. Langsung digilir deh semua alat pemeriksaan mata itu satu per satu. 


Pemeriksaan mata yang kami dapatkan, yaitu: 

-Pemeriksaan kelainan refraksi - pengecekan mata minus/plus dan cylinder 
-Pemeriksaan tekanan bola mata - mengukur tinggi tekanan bola mata, untuk pemeriksaan penyakit glaucoma 
-Pemeriksaan cataract - untuk mengetahui kondisi lensa mata apakah terjadi kekeruhan atau masih jernih 
-Pemeriksaan retina untuk mendeteksi kelainan saraf mata yang dapat mengakibatkan kebutaan 
-Pemeriksaan buta warna 
-Pemeriksaan penglihatan binocular (lazy eyes/mata malas) 
-Pemeriksaan mata kering (dry eyes syndrome)


Saya kan kepo-an ya orangnya. Tiap alat saya tanya namanya apa, biar rada pinteran dikit. Alhamdulillaah, Dr. Andri baik dan sabar banget menjelaskan satu per satu sepanjang pemeriksaan. Ini nama-nama alat yang dipakai untuk pemeriksaan mata di VIO Optical Clinic:

1. autorefractormeter : untuk mengukur minus/plus/cylinder

2. non contact tonometer : pemeriksaan tekanan bola mata

3. slitlamp : untuk memeriksa penyakit/kelainan pada mata yang tidak bisa dilihat dengan mata , ada yang mengartikan sama dengan mikroskop mata. 

4. corneal topography : mapping bentuk kornea

5. retinoskopi : cek kelainan refraksi

6. oftalmoskop : memeriksa bagian dalam mata , melihat keadaan retina

7. buku ishihara : tes buta warna


Yang bikin saya makin takjub, Dr. Andri bisa tahu lho saya melalui proses melahirkan normal dari melihat pembuluh darah di mata. Beliau menjelaskan akan ada perbedaan jelas di pembuluh darah mata ibu yang melalui proses melahirkan normal. Selain itu, Dr. Andri juga nunjukin foto macro pinggiran mata saya yang sering terekspose kosmetik (eye liner dan eye shadow). Ternyata, bisa jadi calon infeksi kalau bersihinnya gak bener, mak! Saya udah tahu sih ini dari lama, cuma pas lihat fotonya di komputer, ya rada ngeri juga. Ternyata eyeliner itu masih ada yang tersisa walaupun saya pikir udah bener bersihinnya. #kucek2mata 


Fadhil dan Safina juga mendapatkan pemeriksaan yang sama, plus nasihat dari Dr. Andri: JANGAN KEBANYAKAN MAEN GADGET! Hihihihi. Karena walaupun sekarang mungkin masih gapapa, dalam waktu dekat akan ada efeknya pada kesehatan mata. Mama seneng, yang ngomelin dokter, soalnya kalo mamanya yang ngingetin, boro-boro didenger. Pppffttt. 


Selesai periksa, result langsung keluar, dan ternyata ukuran minus untuk mata kanan saya bertambah. Lagi-lagi Dr. Andri langsung tahu kalau saya suka membaca sambil tiduran miring ke kanan. Nnnggg, dok, dokter bukan cenayang, kan? 


Saya langsung berbinar-binar milih frame kacamata di display rack cantiknya VIO. By the way, frame di VIO gak ada frame kw-kw, lhoo. Semua ori atau homemade. Dan lensanya juga memakai lensa berkualitas, Essilor. Yang pakai kacamata sejak lama, kenal pasti sama nama ini. 


KABAR GEMBIRA! :D

Nih, khusus buat followers social media Emak Gaoel ada promo menariik! 

1.Discount 20% untuk pembelian kacamata premium. (Mendapat pemeriksaan mata standard, gratis).

2.Paket Kacamata non premium + lensa seharga Rp 288.000. (Mendapat pemeriksaan mata standard, gratis).

3.Medical eye check up lengkap (seperti yang saya ceritakan di atas) hanya seharga Rp 99.000 dari harga normal Rp 480.000.

Syaratnya gampaang banget! Cukup follow akun social media VIO di Instagram dan fanpage. Dan akun social media Emak Gaoel juga di Instagram dan fanpage

Tunjukkan di counter depan saat pendaftaran. Telepon untuk appointment dulu H-1, ya ke (021) 29475974.

Promo berlaku hingga 12 Juli 2017!

Jadii, mumpung libur lebaran. Sempatkan periksa kesehatan mata keluarga ke VIO Optical Clinic, ya. Banyak banget yang ngeluh kalau ukuran kacamatanya kayanya  gak sesuai sehingga bikin pusing. Kalau periksanya lengkap kayak di VIO Optical Clinic, insya Allah yakin sama hasilnya. Bisa bawa orang tua untuk memeriksakan kemungkinan katarak atau glukoma. Kalau terdeteksi sejak awal, akan lebih baik, bukan? Satu lagi saran dari Dr. Andri, periksakan kesehatan mata keluarga minimal sekali setahun, ada atau tidak ada keluhan. Terima kasih, Dokter Andri dan VIO Optical Clinic. 


Sabtu, 15 April 2017

I Can't Smile Without You, Guys!

Assalamu'alaikum.

"Families are like branches on a tree. We grow in different directions, yet our roots remain as one."

Seperti hampir kebanyakan keluarga di Indonesia, khususnya yang berasal dari tanah Sumatera, keluarga adalah penopang hidup terpenting setelah agama. Begitu juga di keluarga besar saya. Sejak kecil, saya dan keempat saudara kandung terbiasa hidup dikelilingi keluarga besar. Padahal keluarga inti saja udah rame, ya. Tapi begitulah kami dibesarkan.

My big family

Ibu saya adalah anak perempuan tertua, dan layaknya dalam keluarga berdarah Minang, beliaulah dahan utama tempat bergantung dahan-dahan kecil lainnya. Apalagi almarhum kakek saya sudah berpulang sejak Ibu saya masih baru menikah. Tanggung jawab membesarkan adik-adiknya kala itu turun ke tangan Ibu/Mama saya. 

My parents, siblings, in laws, niece, nephew :)

Saya terbiasa sekali tinggal dengan banyak saudara; om, tante, sepupu, bahkan tetangga di kampung pun sering menetap bersama kami dalam waktu lama. Buat kami, saya dan kakak adik, hal itu menjadi sangat biasa karena sejak kami lahir, rumah sudah banyak penghuninya. Sehingga ketika kami dewasa, aneh sekali rasanya jika rumah sepi tidak ada orang. 

My sister, my son and my cousin 

Bertahun kemudian, saya dan keempat saudara kandung satu per satu mulai berkeluarga. Qadarullaah, kami menetap saling berjauhan. Saya dan orang tua di Indonesia bersama adik bungsu, abang sulung saya menetap di Malaysia bersama keluarganya, adik perempuan saya hijrah ke Singapura setelah menikah dan adik lelaki saya beserta keluarga kecilnya mencari hidup di Amerika. 

My daughter and niece 

Terbiasanya kami berkumpul ketika kecil, juga sering diiringi dengan fase datang dan pergi yang silih-berganti. Sehingga untuk saling berjauhan pun tidak ada masalah bagi kami. Hanya sekarang, sejak Mama dan Papa mulai sepuh, mereka sering mengeluh kesepian. Ingin anak-anaknya lebih sering berkumpul.

My New Yorker nephew :D

Tapi mau bagaimana? Jarak kami bukan hanya terpisah propinsi, melainkan negara. Ada waktu dan biaya yang harus selalu dipersiapkan untuk bisa saling berjumpa secara langsung. Pertemuan di telepon, video call dan grup chat sekarang ini alhamdulillaah banyak mengobati rindu kami satu dengan yang lain. Tapi pasti beda rasanya jika bisa bertemu.

My sister and sister in law

Kadang, di Hari Raya, hanya ada saya dan adik bungsu di rumah mereka. Saat libur sekolah, adik perempuan saya bisa datang dari Singapura membawa anak-anaknya, tapi abang saya di Malaysia terkendala pekerjaan. Belum lagi adik laki-laki yang jauh di Amerika sana. Mustahil dia bisa sering-sering pulang ke Indonesia. Tidak terasa, ternyata hampir lima tahun kami tidak berkumpul lengkap sekeluarga. Sedangkan Mama dan Papa makin tua. Makin besar keinginan kami untuk bisa sama-sama ada di rumah walau hanya sebentar. Demi Mama dan Papa, juga demi kenangan masa kecil kami yang selalu ramai. 

Kurang satu, nih!

Dua minggu yang lalu, doa kami dijawab Tuhan lewat acara pernikahan adik sepupu saya. Setelah sibuk atur sana sini, ternyata semua bisa pulang ke Indonesia untuk menghadiri pernikahannya. Begitu saya tahu abang dan adik-adik saya bisa datang, senyum lebar saya terkembang. Terbayang dulu ketika kami masih bocah, tidur sekamar karena rumah kecil dan harus menampung saudara-saudara yang lain. Betapa tidak pernah sedikit pun keluhan keluar, karena dulu kami begitu asik bermain dan mengganggap rumah sepenuh itu adalah hal yang biasa saja. Padahal kalau diingat-ingat sekarang, saya sering geleng-geleng tidak percaya karena teringat di satu bulan Ramadhan, kami berbuka puasa bersama, satu rumah penuh oleh penghuninya. Total ada 13 atau 15 orang waktu itu, dan semua tinggal di rumah kami.

Can't smile without all of you 

Akhirnya kami berkumpul lagi minggu lalu, kali ini dengan extra member; cucu-cucu orang tua kami, walaupun tidak semuanya bisa ikut serta. Setidaknya kami lima bersaudara dapat kumpul lagi walau sebentar. Momen langka ini tidak kami sia-siakan, tentu saja. Berfoto sudah pasti wajib. Makan bersama walau sederhana juga, dong. Pokoknya, happy bikin senyum nggak lepas-lepas dari bibir. 

Melepas kepulangan adik ke New York :'( 

Lalu, satu malam, abang saya mampir ke rumah. Saat itu adik perempuan saya sudah bertolak kembali ke Singapura karena anaknya harus masuk sekolah. Saya ajak abang saya untuk makan di luar. Hyaelah, dia lagi sariawan, dong. Hare gene, nolak makan bareng gara-gara sariawan, kok ya ngenes, ya? Hihihi. Hampir ketawa lihat mukanya kusut menahan perih sariawan. Tapi kasihan. Untung di rumah sedia Aloclair Plus Gel.

My big brother, senyum sih tapi nahan perih sariawan, tuh! :')

Waktu saya sodorin, abang saya meringis. "Gak perih, kalee!" kata saya. Hellowh, punya anak kecil di rumah, obat sariawan yang tersedia harus yang tidak perih, biar nggak trauma. Kasihan kan, udah perih nahan sakit, tambah perih gara-gara obat. Heuheuheu. Obat sariawan Aloclair Plus Gel ini nyaman dan tidak perih. Yang paling penting, cara kerjanya cepat. Begitu dioles ke sariawan, langsung membentuk selaput pelindung. Waktu saya tanya rasanya gimana, abang saya bilang, "Gak ada rasa apa-apa, sih. Cuma ada sedikit aroma wangi, gitu." Iyes, soalnya Aloclair Plus Gel ini kan mengandung aloe vera (aromanya enak, walaupun tidak berbau sama sekali) dan alcohol free. Bentuk kemasannya yang berupa tube kecil dengan ujung aplikator meruncing juga jadi memudahkan pemakaian. Dipakainya cukup sedikit aja.

I can't smile without you :*

Jangan sampai kebahagiaan terenggut gara-gara sariawan, ya. Hahaha. Udahlah jarang-jarang bisa ketemuan, mau bercanda dan ketawa-ketawa juga jadi susah kalau udah kena sariawan, kan?

Five of us, finally! 

Bottomline, minggu ini saya bahagia, bisa bertemu dengan saudara-saudara kandung saya. Bersyukur sekali karena Mama dan Papa juga dalam keadaan sehat. Karena untuk saya, mereka adalah salah satu alasan saya bisa tersenyum setiap hari. I can't smile without you, guys! Because we grow in different directions now, but our roots remain one.

Rabu, 12 April 2017

Kenapa Perlu Ada Artwork di Rumah atau Kantor?

  6 comments    
categories: ,
Assalamu'alaikum.

Siapa yang lagi renovasi rumah atau mau re-decorate isi rumah? Mari merapat. Emak Gaoel mau cerita waktu kemarin saya bikin mini studio di pojokan rumah, buat kerja. Sebenernya udah beberapa bulan yang lalu saya ngerombak ruang di pojok rumah karena pengen banget punya studio/ruang kerja buat bikin pesenan lettering art. Kerjaan seni itu butuh ruang dan suasana yang mendukung mood dan menimbulkan inspirasi dan ide, betul? Jadi ada alesan dong saya ngacak-ngacak rumah. Suami saya mah pasrah. :D

Mulai eneg lihat ruang kerja amburadul. Saatnya dekor ulang!

Jadilah cat ulang tembok, gambar-gambar ala kadarnya di dinding, modal nyontek image di internet. Tapi apalah saya ini, seniman nanggung. Menggambar gak jago, moto-moto apalagi. Cuma bisa sok tau dan sok bisa aja. Jadi, hasilnya ya alhamdulillaah, untuk ukuran saya sih OK. Cuma lama-lama, dipandang-pandang, kok bukannya memotivasi, malah bikin nyureng sendiri. Gambar gue kok makin dipandang, makin bikin laper tiap menit, ya? Kayanya ruang kerja saya butuh sentuhan lain. Sentuhan yang bisa mendorong daya kreatif saya lebih keluar. Supaya hasil lettering art juga nggak gitu-gitu aja. 

Ya Allah, tolong aku beresin ini, ya Allah. -_-

Setuju kan, kalau inspirasi itu harus dicari. Berhubung saya memang suka dengan karya seni, terutama yang bisa jadi pajangan rumah, jadi pengen banget punya artworks dari seniman beneran (((BENERAN)) di rumah. Buat dipandang-pandang, dinikmati, dijadikan inspirasi dan motivasi untuk berkarya di rumah. Tsah. Seniman beneran tuh kayak gimana, seh? Ya, semacam yang karya seninya itu sudah diakui dan melalui kurasi. Kalau yang klasik-klasik itu ya seperti lukisan-lukisan pelukis terkenal yang suka ada di galeri atau museum. Ya kali, itu tapi kan gak dijual. Besides, artworks, terutama yang home decor, jaman sekarang gak cuma sebatas lukisan tangan aja, khaan. Ada foto-foto artistik, ada lukisan-lukisan digital, dan semuanya cakep-cakep.

Jadi selain buat sumber inspirasi, keberadaan artwork di rumah buat saya penting. Salah satunya, karena saya consider diri saya juga seorang artist, sebagai motivasi diri untuk bisa menghasilkan karya yang berkualitas. Berharapnya, saya dan anak-anak bisa terpacu jadi manusia lebih kreatif lagi. Lalu  motivasi juga untuk selalu ingat menjaga kerapihan rumah. Hihihi. Lah coba, kalau di tembok udah menggantung artworks harga hampir sejuta, apa iya tega biarin rumah berantakan, cyin? Jahit, ih! Untuk ruang publik dan perkantoran pun perlu juga kan ada artworks, seperti ruang tunggu rumah sakit atau lobi kantor. Buat apa? Buat dipandang-pandang, biar mata gak bosen dan nunggu juga jadi gak bete. Bu, ada penelitiannya ternyata, art atau seni bisa untuk terapi kesembuhan beberapa penyakit akut seperti parkinson dan leukemia. Either kita sebagai penikmat (hanya melihat-lihat saja) atau pelaku (membuat karya seni), keduanya mendapat keuntungan teurapetik dari artworks. Amazing? Amazing banget!

Makin bulatlah tekad saya untuk mengisi rumah dengan beberapa karya seni yang berkualitas. "Kan gampang, mak, tinggal cari image di internet, print aja!" Jiah, kalo kayak gitu mah bukan artworks dan sorry dorry morry, saya juga kurang suka karena rasanya kok kayak gak punya apresiasi sama artist-nya gitu, ya? Sebagai artist pemula (ngaku-ngaku), saya juga harus tahu bagaimana mengapresiasi sebuah karya seni. Kalau bisa punya karya artist, kalau bisa yang saya tahu dan bisa mengenal dulu sosok dan karya-karyanya. Lalu bisa dilihat-lihat dan dipilih-pilih melalui foto-foto hasil karyanya, kan enak.

Ketemu SPASIUM! Happy!

Yang enak begitu, ternyata udah ada di Indonesia. Saya ketemu waktu lagi ulik-ulik cari artworks yang cocok buat ruang kerja saya. Di sana bisa pilih artworks buat dekorasi rumah atau tempat bisnis, hasil karya artist yang sudah disertifikasi, dan harga bisa disesuaikan dengan budget. Mau yang complete tinggal digantung aja, atau mau print only, bisa pilih. Mau seni fotografi, seni lukis atau seni gambar digital, tinggal pilih. Mana website-nya simple dan nyeni (yaeyyalah!) pula. Hati-hati betah, tahu-tahu keranjang belanjaan udah penuh, ya. Hahaha. Soalnya saya hampir khilaf waktu lagi browsing-browsing. Niatnya cuma mau beli satu, akhirnya gak sengaja kepencet beli dua, deh. Lagian belanja online ini, gak ribet mesti keluar rumah.

Nama tempat belanja artworks berkualitas ini SPASIUM. Banyak hal yang saya suka dari website SPAIUM ini. Mulai dari tampilannya yang neat, rapi dan klimis. Jadi gampang buat kepo maksimal. Saya suka pusing soalnya kalau lihat tampilan website (apalagi web jualan, ya) yang riweuh, kebanyakan warna dan feature. Lagian, namanya juga website yang menjual karya seni, ya, harus tampil nyeni dan fungsional, dong ya.

Jatuh cinta pada pandangan pertama sama artworks yang ini ^_^

Setelah menelusuri satu per satu menu yang ada di SPASIUM, saya makin betah. Pilihan-pilihan yang diberikan sangat memudahkan. "Mak, aku tuh gak paham seni. Pokoknya cuma suka aja kalau lihat lukisan atau gambar atau foto bagus. Bingung ah kalau disuruh pilih sendiri!" Nah, ini. Kok sama? Hahaha. Don't worry, bebeb. Emang situ kira saya senyeni apa sih? Cuci tangan aja masih pake sabun cuci piring, kok! *hubungannya?* Maksud saya, di SPASIUM, kalau kamu lihat satu-satu, karya seninya modern. Mostly, mencakup selera pasar kekinian pada umumnya. Saya punya firasat (kecurigaan) ini cocok banget buat profesional muda dan keluarga muda yang sedang hot-hotnya semangat-semangatnya mengisi rumah. Saya termasuk, dong! Kan aku masih sok muda. Seriously, jenis artworks yang ada di SPASIUM beragam banget, kok. Kamu sukanya apa? Lukisan, gambar grafis, ilustrasi, fotografi, gambar atau artworks dengan media campuran alias mixed media artworks? Ada semua di SPASIUM.


Beberapa artist yang mengisi galeri SPASIUM, kenalan langsung aja sama karya-karyanya di sana. ;)

Kalau mau cari karya seni yang spesifik, juga gampang banget di SPASIUM. Karena udah disediain kategori SUBJECT yang kita sukai. Kebetulan nih, saya lebih suka dengan artworks yang bertema natural dan architecture. Di SPASIUM, subject terbagi menjadi: Abstract and Patterns, Animals, Cities and Architecture, Conceptual, Culture, Futuristic, Human and Activities, Natur and Scenic. Monggo dipelototin satu per satu. Satu artworks yang langsung bikin saya jatuh cinta adalah ini. Dan langsung kepo sama artist-nya.  



Next, artworks yang ada di SPASIUM adalah hasil karya seniman INDONESIA! PENTING! Jangan suka ribet mikirin nasionalisme. Bukan cuma harus turun ikut demo ke jalan kamu bisa jadi nasionalis. Mendukung pekerja seni negara sendiri juga berarti kita udah ikut menjaga sumber daya manusia seni Indonesia. Merdeka! Emang siapa aja artist-nya? Btw, kamu jangan minta digetok ya, ngirain artist itu pemain sinetron. -_- Silakan kenali para artist terpilih di SPASIUM. Di sana ada sedikit latar belakang tentang mereka dan karya-karya seni yang dijual di SPASIUM.

Banyak banget artist di SPASIUM ternyataaaa! 

Kamu mah jangan jiper duluan ya belanja karya seni, langsung mikirnya pasti mahal. First of all, mind set harus di-reset ulang. Karya seni yang berkualitas itu bukan yang diproduksi pabrikan, kalau bisa hanya ada satu-satunya di dunia. Setuju? Kalau pun bisa di-repro, hanya dalam jumlah terbatas dan atas ijin sang artist. Kemudian, pahami, kualitas harus diiringi denggan media yang baik dan tahan lama. Karena pada akhirnya, sebuah karya seni atau artworks bukan cuma terbatas dari media dan tampilan fisiknya saja, di dalamnya terkandung hasil pemikiran orang-orang kreatif dan artworks adalah buah kreasi dari hasil pemikiran itu. Kalau saya sih percaya banget, sebuah karya seni itu punya jodohnya masing-masing. Memang nggak semua orang mau mengeluarkan sejumlah uang untuk membeli karya seni, tapi semua orang butuh memberi ruang pada rasa melalui karya seni. SPASIUM ini menjawab kebutuhan itu, termasuk dalam soal harga. Kamu bisa banget kok beli karya seni dalam budget. Karena ada artworks yang dijual dalam bentuk print only. Ini yang saya pesan. Tadinya mau beli satu, khilaf jadi dua. Hahaha. Harganya masih terjangkau soalnya, hanya berkisar Rp 450.000 - Rp 500.000 untuk print only.

Yang print only harganya cuma segini, lho! Wow!

Proses pembelian juga amat sangat nggak ribet! Tau sendiri kan saya suka gaptek sama yang ribet-ribet. Belanja di SPASIUM ternyata saya bisa sendiri, tuh. Hihihihi. Pilih-pilih, masukin keranjang, proses pembayaran dan masukin alamat. Tinggal tunggu dalam waktu kurang lebih 10 hari, artworks sudah sampai rumah.



Tiga langkah mudah belanja artworks di SPASIUM


Begitu artworks yang saya pilih sampai di rumah, saya makin terkesan karena kertas foto yang dipakai sangat bagus, kemudian dilapisi cardboard tebal. Saya tinggal menambahkan frame saja, lalu gantung di studio kerja saya. Yang bikin bangga, di bagian belakang ada certificate of authenticity. Dengan begitu saya tahu kalau saya sudah membeli artworks yang basli dari sang artist dan berkualitas karena sudah melewati kurasi dari SPASIUM. Jadi, kamu kapan mau isi rumah/kantormu dengan artworks? 


Akhirnya studio saya selesai! Seneng banget bisa menggantungkan dua buah artworks berkualitas di sana. Gimana? Gimana? Hihihi.