Rabu, 12 April 2017

Kenapa Perlu Ada Artwork di Rumah atau Kantor?

  6 comments    
categories: ,
Assalamu'alaikum.

Siapa yang lagi renovasi rumah atau mau re-decorate isi rumah? Mari merapat. Emak Gaoel mau cerita waktu kemarin saya bikin mini studio di pojokan rumah, buat kerja. Sebenernya udah beberapa bulan yang lalu saya ngerombak ruang di pojok rumah karena pengen banget punya studio/ruang kerja buat bikin pesenan lettering art. Kerjaan seni itu butuh ruang dan suasana yang mendukung mood dan menimbulkan inspirasi dan ide, betul? Jadi ada alesan dong saya ngacak-ngacak rumah. Suami saya mah pasrah. :D

Mulai eneg lihat ruang kerja amburadul. Saatnya dekor ulang!

Jadilah cat ulang tembok, gambar-gambar ala kadarnya di dinding, modal nyontek image di internet. Tapi apalah saya ini, seniman nanggung. Menggambar gak jago, moto-moto apalagi. Cuma bisa sok tau dan sok bisa aja. Jadi, hasilnya ya alhamdulillaah, untuk ukuran saya sih OK. Cuma lama-lama, dipandang-pandang, kok bukannya memotivasi, malah bikin nyureng sendiri. Gambar gue kok makin dipandang, makin bikin laper tiap menit, ya? Kayanya ruang kerja saya butuh sentuhan lain. Sentuhan yang bisa mendorong daya kreatif saya lebih keluar. Supaya hasil lettering art juga nggak gitu-gitu aja. 

Ya Allah, tolong aku beresin ini, ya Allah. -_-

Setuju kan, kalau inspirasi itu harus dicari. Berhubung saya memang suka dengan karya seni, terutama yang bisa jadi pajangan rumah, jadi pengen banget punya artworks dari seniman beneran (((BENERAN)) di rumah. Buat dipandang-pandang, dinikmati, dijadikan inspirasi dan motivasi untuk berkarya di rumah. Tsah. Seniman beneran tuh kayak gimana, seh? Ya, semacam yang karya seninya itu sudah diakui dan melalui kurasi. Kalau yang klasik-klasik itu ya seperti lukisan-lukisan pelukis terkenal yang suka ada di galeri atau museum. Ya kali, itu tapi kan gak dijual. Besides, artworks, terutama yang home decor, jaman sekarang gak cuma sebatas lukisan tangan aja, khaan. Ada foto-foto artistik, ada lukisan-lukisan digital, dan semuanya cakep-cakep.

Jadi selain buat sumber inspirasi, keberadaan artwork di rumah buat saya penting. Salah satunya, karena saya consider diri saya juga seorang artist, sebagai motivasi diri untuk bisa menghasilkan karya yang berkualitas. Berharapnya, saya dan anak-anak bisa terpacu jadi manusia lebih kreatif lagi. Lalu  motivasi juga untuk selalu ingat menjaga kerapihan rumah. Hihihi. Lah coba, kalau di tembok udah menggantung artworks harga hampir sejuta, apa iya tega biarin rumah berantakan, cyin? Jahit, ih! Untuk ruang publik dan perkantoran pun perlu juga kan ada artworks, seperti ruang tunggu rumah sakit atau lobi kantor. Buat apa? Buat dipandang-pandang, biar mata gak bosen dan nunggu juga jadi gak bete. Bu, ada penelitiannya ternyata, art atau seni bisa untuk terapi kesembuhan beberapa penyakit akut seperti parkinson dan leukemia. Either kita sebagai penikmat (hanya melihat-lihat saja) atau pelaku (membuat karya seni), keduanya mendapat keuntungan teurapetik dari artworks. Amazing? Amazing banget!

Makin bulatlah tekad saya untuk mengisi rumah dengan beberapa karya seni yang berkualitas. "Kan gampang, mak, tinggal cari image di internet, print aja!" Jiah, kalo kayak gitu mah bukan artworks dan sorry dorry morry, saya juga kurang suka karena rasanya kok kayak gak punya apresiasi sama artist-nya gitu, ya? Sebagai artist pemula (ngaku-ngaku), saya juga harus tahu bagaimana mengapresiasi sebuah karya seni. Kalau bisa punya karya artist, kalau bisa yang saya tahu dan bisa mengenal dulu sosok dan karya-karyanya. Lalu bisa dilihat-lihat dan dipilih-pilih melalui foto-foto hasil karyanya, kan enak.

Ketemu SPASIUM! Happy!

Yang enak begitu, ternyata udah ada di Indonesia. Saya ketemu waktu lagi ulik-ulik cari artworks yang cocok buat ruang kerja saya. Di sana bisa pilih artworks buat dekorasi rumah atau tempat bisnis, hasil karya artist yang sudah disertifikasi, dan harga bisa disesuaikan dengan budget. Mau yang complete tinggal digantung aja, atau mau print only, bisa pilih. Mau seni fotografi, seni lukis atau seni gambar digital, tinggal pilih. Mana website-nya simple dan nyeni (yaeyyalah!) pula. Hati-hati betah, tahu-tahu keranjang belanjaan udah penuh, ya. Hahaha. Soalnya saya hampir khilaf waktu lagi browsing-browsing. Niatnya cuma mau beli satu, akhirnya gak sengaja kepencet beli dua, deh. Lagian belanja online ini, gak ribet mesti keluar rumah.

Nama tempat belanja artworks berkualitas ini SPASIUM. Banyak hal yang saya suka dari website SPAIUM ini. Mulai dari tampilannya yang neat, rapi dan klimis. Jadi gampang buat kepo maksimal. Saya suka pusing soalnya kalau lihat tampilan website (apalagi web jualan, ya) yang riweuh, kebanyakan warna dan feature. Lagian, namanya juga website yang menjual karya seni, ya, harus tampil nyeni dan fungsional, dong ya.

Jatuh cinta pada pandangan pertama sama artworks yang ini ^_^

Setelah menelusuri satu per satu menu yang ada di SPASIUM, saya makin betah. Pilihan-pilihan yang diberikan sangat memudahkan. "Mak, aku tuh gak paham seni. Pokoknya cuma suka aja kalau lihat lukisan atau gambar atau foto bagus. Bingung ah kalau disuruh pilih sendiri!" Nah, ini. Kok sama? Hahaha. Don't worry, bebeb. Emang situ kira saya senyeni apa sih? Cuci tangan aja masih pake sabun cuci piring, kok! *hubungannya?* Maksud saya, di SPASIUM, kalau kamu lihat satu-satu, karya seninya modern. Mostly, mencakup selera pasar kekinian pada umumnya. Saya punya firasat (kecurigaan) ini cocok banget buat profesional muda dan keluarga muda yang sedang hot-hotnya semangat-semangatnya mengisi rumah. Saya termasuk, dong! Kan aku masih sok muda. Seriously, jenis artworks yang ada di SPASIUM beragam banget, kok. Kamu sukanya apa? Lukisan, gambar grafis, ilustrasi, fotografi, gambar atau artworks dengan media campuran alias mixed media artworks? Ada semua di SPASIUM.


Beberapa artist yang mengisi galeri SPASIUM, kenalan langsung aja sama karya-karyanya di sana. ;)

Kalau mau cari karya seni yang spesifik, juga gampang banget di SPASIUM. Karena udah disediain kategori SUBJECT yang kita sukai. Kebetulan nih, saya lebih suka dengan artworks yang bertema natural dan architecture. Di SPASIUM, subject terbagi menjadi: Abstract and Patterns, Animals, Cities and Architecture, Conceptual, Culture, Futuristic, Human and Activities, Natur and Scenic. Monggo dipelototin satu per satu. Satu artworks yang langsung bikin saya jatuh cinta adalah ini. Dan langsung kepo sama artist-nya.  



Next, artworks yang ada di SPASIUM adalah hasil karya seniman INDONESIA! PENTING! Jangan suka ribet mikirin nasionalisme. Bukan cuma harus turun ikut demo ke jalan kamu bisa jadi nasionalis. Mendukung pekerja seni negara sendiri juga berarti kita udah ikut menjaga sumber daya manusia seni Indonesia. Merdeka! Emang siapa aja artist-nya? Btw, kamu jangan minta digetok ya, ngirain artist itu pemain sinetron. -_- Silakan kenali para artist terpilih di SPASIUM. Di sana ada sedikit latar belakang tentang mereka dan karya-karya seni yang dijual di SPASIUM.

Banyak banget artist di SPASIUM ternyataaaa! 

Kamu mah jangan jiper duluan ya belanja karya seni, langsung mikirnya pasti mahal. First of all, mind set harus di-reset ulang. Karya seni yang berkualitas itu bukan yang diproduksi pabrikan, kalau bisa hanya ada satu-satunya di dunia. Setuju? Kalau pun bisa di-repro, hanya dalam jumlah terbatas dan atas ijin sang artist. Kemudian, pahami, kualitas harus diiringi denggan media yang baik dan tahan lama. Karena pada akhirnya, sebuah karya seni atau artworks bukan cuma terbatas dari media dan tampilan fisiknya saja, di dalamnya terkandung hasil pemikiran orang-orang kreatif dan artworks adalah buah kreasi dari hasil pemikiran itu. Kalau saya sih percaya banget, sebuah karya seni itu punya jodohnya masing-masing. Memang nggak semua orang mau mengeluarkan sejumlah uang untuk membeli karya seni, tapi semua orang butuh memberi ruang pada rasa melalui karya seni. SPASIUM ini menjawab kebutuhan itu, termasuk dalam soal harga. Kamu bisa banget kok beli karya seni dalam budget. Karena ada artworks yang dijual dalam bentuk print only. Ini yang saya pesan. Tadinya mau beli satu, khilaf jadi dua. Hahaha. Harganya masih terjangkau soalnya, hanya berkisar Rp 450.000 - Rp 500.000 untuk print only.

Yang print only harganya cuma segini, lho! Wow!

Proses pembelian juga amat sangat nggak ribet! Tau sendiri kan saya suka gaptek sama yang ribet-ribet. Belanja di SPASIUM ternyata saya bisa sendiri, tuh. Hihihihi. Pilih-pilih, masukin keranjang, proses pembayaran dan masukin alamat. Tinggal tunggu dalam waktu kurang lebih 10 hari, artworks sudah sampai rumah.



Tiga langkah mudah belanja artworks di SPASIUM


Begitu artworks yang saya pilih sampai di rumah, saya makin terkesan karena kertas foto yang dipakai sangat bagus, kemudian dilapisi cardboard tebal. Saya tinggal menambahkan frame saja, lalu gantung di studio kerja saya. Yang bikin bangga, di bagian belakang ada certificate of authenticity. Dengan begitu saya tahu kalau saya sudah membeli artworks yang basli dari sang artist dan berkualitas karena sudah melewati kurasi dari SPASIUM. Jadi, kamu kapan mau isi rumah/kantormu dengan artworks? 


Akhirnya studio saya selesai! Seneng banget bisa menggantungkan dua buah artworks berkualitas di sana. Gimana? Gimana? Hihihi.





6 komentar:

  1. Cateettt, spasium ya mak.
    Aku jg pgn nih bikin penampakan dinding lebih cucok gitu. Masak putian doank.
    Tengkiu sharenyaaa

    BalasHapus
  2. Aku kalo artworks gini lbh suka yg scenic :).. Kmrn udh liat2 di spasium, dan msh bingung milihnyaaa wkwkwkwk... Berasa mau diborong, tp space dinding juga terbatas.. :D

    BalasHapus
  3. haaai haai , sini beli punyakuuuu

    BalasHapus
  4. Wuih mantap ya kalo semua orang menghargai karya seni, tfs mak

    BalasHapus
  5. Ya ampuuun kece bener jadinya ruang kerjamu maak, eykeh juga pengeen huhu...

    BalasHapus
  6. waduh tertohok saya baca blogpost ini mbak. ngaku-ngaku anak desain tapi interior kamar kost masih polos-polos aja XD. jadinya susah dpt inspirasi

    coba besok lah, ngakses SPASIUM. sapa tau bisa jualan artwork disana juga hihi

    BalasHapus